
Flow memundurkan tubuhnya dan langkah kakinya saat dia menyadari siapa yang ada di hadapannya, gadis tersebut jelas terkejut setengah mati.
Laki-laki psikopat?!. Jackson Ville.
Gadis tersebut seketika menelan salivanya, berusaha untuk berteriak saat ini juga namun sayangnya laki-laki dihadapannya tersebut bergerak jauh lebih cepat daripada dirinya, laki-laki itu mencengkeram tubuhnya dengan cepat lantas memaksa tubuh flow berbalik, dia mencengkram tubuh kecil tersebut dan berusaha untuk menutup mulutnya dengan gerakan yang sangat kasar.
Flow sama sekali tidak bisa memberontak, meskipun dia berusaha berkali-kali untuk menggerakkan tubuhnya bahkan mencoba agar kakinya menerjang kaki laki-laki yang berada di belakangnya dan mengukung dirinya, sayangnya dia gagal dan tidak mampu melakukannya.
Seketika air mata flow tumpah, pikirannya telah berkelana kemana-mana, dia pikir mungkinkah dia akan tertangkap sekali lagi dan kehilangan kesempatan untuk bebas?!.
Dia sudah tidak mau lagi masuk ke dalam kungkungan laki-laki tersebut, karena pada akhirnya dia tahu dia akan mati berhenti di tangan seorang Jackson Ville.
Meskipun sudah sekuat tenaga flow berusaha untuk melepaskan diri dari laki-laki itu, realitanya kekuatan tubuh seorang perempuan tidak akan pernah mengalahkan tubuh seorang laki-laki.
Dia bukanlah seorang ahli bela diri, karena itu dia tidak berdaya untuk melakukan perlawanan atau memukul balik lawan.
Dia ingin sekali berteriak dan memanggil Arsen, namun dia tidak bisa melakukannya karena mulutnya ditutup dan dibekap oleh Jackson Ville.
Tidak tahu bagaimana cara laki-laki tersebut bisa masuk ke dalam tempat itu mengingat tidak sembarang orang bisa hilir Budi ke dalam butik pakaian pengantin tersebut tanpa janji temu atau tanpa melakukan fitting terlebih dahulu, namun yang jelas laki-laki tersebut ini berada di tempat itu dan menangkap dirinya.
Air mata Flow terus tumpah, seolah-olah dia mulai berputus asa dengan keadaannya dia tahu mungkin ini akan menjadi hari akhir dirinya, dan dia benar-benar habis di tangan laki-laki tersebut juga kembali terbelenggu dalam kegelapan.
Di tengah usaha memberontak dirinya tiba-tiba saja Jackson Ville mengeluarkan sebuah pisau di sisi kanan wajah Flow, kemudian laki-laki tersebut berkata.
"Aku sebenarnya tidak ingin melakukan kekerasan seperti ini, tapi kau dengan beraninya melarikan diri dari cengkramanku, kau tahu berapa lama aku mencarimu sayang? Aku hampir mati kehilangan dirimu dan itu sungguh-sungguh menyiksaku"
Ucap Jackson Ville pelan, suaranya terdengar setengah berbisik namun adanya terdengar begitu kejam sambil mengeram laki-laki itu mencium pipi flow dengan gerakan yang begitu menjijikkan, bahkan dia menggigit telinga gadis tersebut hingga membuat flow semakin jijik dibuatnya.
"Kau tahu kau menyebabkan cidera di punggungku sayang? Aku hampir mati malam itu tapi kau dengan teganya meninggalkan diriku"
Lanjut lagi tersebut lagi lantas dia memainkan pisau di tangannya ke wajah flow, bayangkan bagaimana ekspresi gadis tersebut ketika sebilah pisau tajam bermain-main di pipi kanannya, ketakutan jelas menghantam dirinya bahkan dia pikir jika pisau itu mengenai kulit wajahnya maka dia tahu wajahnya akan hancur tanpa sisa.
"Maafkan aku... aku mohon lepaskan aku... please"
Gadis itu memohon sambil merapatkan kedua telapak tangannya lantas menggosok-gosokkannya di hadapan wajahnya, dia berharap apa yang diucapkannya mampu membuat laki-laki yang ada di belakangnya itu untuk tidak melukai dirinya atau bahkan menangkapnya.
Dia masih berharap memiliki kesempatan untuk bebas saat ini, bahkan bola matanya menjadi ke sisi kiri dan kanannya berharap jika kita saja ada seseorang yang tiba-tiba datang di antara mereka dan melihat kejadian ini saat ini juga.
Dia berharap salah satu pelayan toko melihat mereka dan berteriak untuk meminta bantuan, hingga arsen bisa datang ke tempatnya.
Ada banyak sekali harapan-harapan yang dia inginkan saat ini, dia sudah tidak ingin lagi terbelenggu pada laki-laki psikopat yang ada di hadapannya itu.
Mendengar ucapan dari gadis yang ada di hadapannya itu seketika membuat laki-laki tersebut terkekeh kecil.
"Kau pikir bisa membuatku berubah pikiran?"
Tanya Jackson Ville cepat.
"Aku tidak akan pernah berubah pikiran untuk menginginkanmu Flow, sekalinya aku menginginkan sesuatu, kau tahu? Aku tidak mungkin tidak mendapat kan nya"
Lanjut laki-laki tersebut lagi.
Kemudian laki-laki itu berniat untuk membawa gadis itu segera pergi dari sana, hal tersebut sontak membuat flow seketika gelagapan dan berusaha untuk menahan dirinya agar tidak diseret laki-laki tersebut menuju ke arah belakang yang dia tidak ketahui kearah mana.
Dia kembali ingin bicara atau bahkan berteriak tapi mulutnya seketika langsung dibekap oleh laki-laki tersebut, sembari Jackson Ville menyerah dirinya agar mengikuti laki-laki tersebut dengan cara yang sangat kasar.
Sekuat apapun flow ingin melarikan diri realitanya dia tidak memiliki kekuatan apapun, yang ada hanya rasa lelah dan ketidakmungkinan yang dia dapatkan.
Di tengah pergejolakan dan keadaan saling tarik dan saling menahan, tiba-tiba saja seseorang muncul dari arah samping sambil mengeluarkan suaranya.
"Sayang kenapa kamu lama sekali?"
Itu adalah Arsen, wajah laki-laki tersebut terlihat berseri-seri, mencoba untuk bicara dan mencari keberadaan Flow, dia bergerak dari arah depan sedikit gelisah dan khawatir melihat fliw sama sekali belum keluar dari arah kamar mandi.
Tidak tahu kenapa tapi perasaannya seolah-olah berkata sesuatu mungkin dibutuhkan oleh gadis tersebut saat ini, karena itu dia memilih untuk langsung pergi ke kamar mandi tanpa berpikir dua tiga kali.
Awalnya sedikit kesulitan mencari posisi kamar mandi karena ini untuk pertama kalinya dia berada di sana, namun dia mendengar suara kerasa krusuk dari arah depan hingga membuat dia melangkah menuju ke arah belakang.
Bisa Arsen dengar suara flow terlihat meringis dan ketakutan, karena itu dia mempercepat langkahnya menuju ke belakang.
namun begitu dia tiba kebagian toilet belakang dia melihat sesuatu yang sangat tidak dia sangka, seketika ekspresi wajah laki-laki tersebut berubah saat dia menyadari soal sesuatu yang ada di hadapannya saat ini.
Arsen langsung membulatkan bola matanya, pupil mata laki-laki tersebut seketika membesar dengan sempurna, ekspresi wajahnya berubah dengan sangat mengerikan saat dia menyadari apa yang terjadi dengan calon istrinya.
"Kau..."
Bisa dia lihat seorang laki-laki dengan beraninya di hadapannya tersebut di mana laki-laki itu mencengkeram orang tubuh calon istrinya dan berlaku kasar pada Flow.
Dia sangat marah saat laki-laki itu menyentuh tubuh Flow di hadapannya, seketika Arsen Bergerak kedepan secara perlahan sambil bola matanya berubah menjadi memerah.