Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Melindungi batu berlian nya



Luck tampak duduk di atas kursi kerja nya sambil menatap lekat-lekat map yang ada dihadapan nya itu yang barusan saja diberikan oleh Eliot pada nya yang didapatkan oleh laki-laki itu dari Ramira.


Luck sejenak mengeratkan rahang nya saat membaca isi dari map tersebut.


"Mungkin ini benar-benar akan menyakiti lea"


Ucap Eliot cepat.


"Kita tidak bisa berhenti sekarang, Ramira sudah bergerak sejauh ini untuk mendapatkan kembali milik nya dan juga Milik Lea dari Brenda dan laki-laki itu"


Luck bicara sambil menatap lurus ke arah depan, bisa dia lihat barisan awan-awan tampak membentang indah di cakrawala.


"Dia harus kembali mendapatkan sisa saham Karl Al Jaber dari tangan Brenda, wanita itu sudah mengalokasikan semua ke atas nama liliana, beberapa properti yang tersembunyi dan tidak dicatat oleh negara siap berpindah tangan pada perempuan itu dalam bulan ini, aku ingin mereka gagal mendapatkan nya dan semua harus kembali menjadi hak milik Lea"


Ucap luck cepat.


"Kesalahan ku kemarin mempercayai ucapan Liliana, aku fikir dia benar-benar putri kandung Karl Al Jaber, sehingga aku tanpa fikir panjang meminta Edward pearl Junior memindahkan ½ hak Karl Al Jaber pada nya,kali ini aku harus mengembalikan hak nya ketempat seharusnya"


Lanjut laki-laki itu lagi.


"Mungkin Lea akan kecewa dengan ku, tapi aku benar-benar tertipu oleh trik nya dimasa lalu"


Luck Tampak memijat-mijat keningnya.


Dia benar-benar merasa dibodohi oleh cinta di masa lalu, padahal Farhan dan grandma nya sudah berkata ada yang tidak beres dengan Liliana.


Grandma nya jelas type wanita yang sangat sulit menyukai orang lain,dia begitu tahu bagaimana type perempuan tulus dan modus, bahkan Ramira bisa masuk ke dalam list cucu kesayangan keluarga Stephard karena perempuan itu memang benar-benar berhati tulus dan baik, sangat jauh berbeda dengan cara Liliana masuk ke dalam keluarga mereka dimasa lalu.


Pertemuan mereka di Jakarta kala itu, semua benar-benar tidak terencana, karena keterlambatan luck menjemput sang Grandma hingga membuat wanita tua keluarga Stephard itu tersesat dan menciptakan pertemuan unik karena sebuah tragedi yang tidak di duga.


Semua diluar rencana, Farhan memikirkan cara untuk membawa Ramira masuk ke keluarga Stephard dan diterima oleh sang pemimpin Stephard itu, tapi rupanya perempuan itu berhasil masuk dengan sendirinya tampa rencana.


Dan dimulai dari saat itu perempuan itu benar-benar calon menantu kesayangan keluarga mereka, tapi sayangnya Ramira tetap belum mau menerima pinangan Farhan untuk waktu yang begitu lama.


Sedangkan Liliana mencoba merangkak naik dengan sejuta dusta nya, memasang 2 wajah yang membuat Grandma luck begitu membenci nya.


Dia perempuan ular berkepala dua, jika kamu tidak benar-benar mendidiknya, satu hari dia bisa membunuh mu dengan lilitan nya sendiri.


Barisan kata-kata dari grandma nya saat itu begitu menjadi tekanan untuk luck hingga berakhir pada pernyataan Farhan jika dia dan Liliana pernah tidur bersama, setelah itu ucapan Eliot soal hubungan perempuan itu dan uncle nya.


Dia benar-benar merasa dibodohi di masa lalu oleh perempuan itu.


"Aku pasti gila bisa jatuh cinta pada nya"


Ucap luck sambil mengendurkan dasinya dengan perasaan kesal.


"Itu bukan sebuah kegilaan, hanya saja kita kadang tertipu oleh topeng manis dari seorang perempuan, aku pernah mengalami nya, hampir melepas kan istri ku demi perempuan lain, cover jelek istri ku di masa lalu membuat aku tidak ingin meneruskan pernikahan kontrak kami, aku lebih jatuh cinta pada perempuan dengan cover cantik dan indah nya, tapi rupanya aku salah menilai, cover saja tidak cukup untuk menilai seseorang sebelum kamu menyelam sepenuhnya kedalam hati nya"


Ucap Eliot sambil tersenyum simpul.


"Aku bahkan menyakiti Laura untuk waktu yang begitu lama, 2 tahun tidak mudah untuk nya tetap bertahan di samping ku dan membiarkan aku membuka mata lebar-lebar siapa perempuan yang aku cintai itu"


"Awalnya aku fikir aku gila bisa jatuh cinta pada pelakor itu, nyaris melepaskan bongkahan berlian demi bongkahan batu tidak berharga, tapi bukankah kita harus bersyukur karena pada akhirnya kita tidak terjerumus lebih dalam dan tergelincir kemudian jatuh bersama orang yang salah?"


"Itu berarti Tuhan masih menyelamatkan kita'


Ucap eliot sambil mengangkat gelas minuman nya.


"Tugas mu saat ini melindungi bongkahan berlian mu, dan memusnahkan bongkahan batu yang tidak berharga itu"


Setelah berkata begitu eliot langsung menyesap minuman nya secara perlahan.