
Masih di di luxury Villa Geneva
Switzerland
Swiss
Keheningan yang terjadi tadi nya tiba-tiba berubah menjadi satu kepanikan mendalam saat suara layar monitor pengatur detak jantung mulai mengeluarkan suara berisik nya, orang-orang bergerak dengan cepat dan panik saat melihat laki-laki yang terbaring lemah tersebut kini mendapatkan masa buruk dan kritis nya tanpa sebab.
Jemari laki-laki yang tengah berbaring tersebut tadi nya sempat bergerak secara perlahan namun sayangnya hanya di beberapa detik saja kemudian tiba-tiba suasana mencekam terjadi.
Flow jelas panik luar biasa, dia yang awalnya tidur di atas kursi tepat disisi kanan laki-laki yang kata nya bernama Arsen tersebut langsung menekan tombol darurat yang menghubungkan pada beberapa dokter dan perawat di lantai bawah sana.
Jelas saja semua orang yang siaga bergerak dengan cepat memecah keheningan malam, bergerak bagaikan serdadu tentara yang siapa 24 jam kapan pun di butuhkan.
Bola mata flow terlihat berkaca-kaca saat dia melihat para dokter dan perawat sejak tadi bergerak melakukan pertolongan darurat mereka, ketakutan menghantam gadis tersebut sembari dia menahan lelehan air matanya di kedua belah pipi nya.
Flow tenang semua pasti baik-baik saja.
Gadis tersebut membatin, mencoba menyakinkan diri jika semua baik-baik saja, tidak akan ada hal yang buruk terjadi pada laki-laki tersebut, meskipun tidak dipungkiri pemikiran demi pemikiran buruk sudah menghantui otak kepala nya dan bahkan hatinya berteriak ketakutan dengan keadaan.
Di ujung sana wanita yang merupakan ibu Arsen terlihat mencoba menahan perasaan hancurnya, anak yang telah lama menghilang dan beri dia temukan kembali tiba-tiba saja jadi mendapatkan masa buruk nya, semua tim sudah menyatakan kondisi laki-laki tersebut baik-baik saja, tapi Kenapa tiba-tiba malam ini semua berubah menjadi begitu menegangkan.
Dia menangis didalam diam.
Jangan ditanya bagaimana suara layar monitor disisi kanan Arsen, memekakkan telinga dan menimbulkan satu ketakutan yang luar biasa, garis pengatur detak jantung nya pun tampak terlihat buruk dimana dia mulai berubah menjadi gadis lurus yang membuat takut perempuan tersebut untuk melihat nya.
Lama... cukup lama keadaan seperti itu berlangsung di mana semua orang terus berusaha memperjuangkan keadaan laki-laki yang terbaring tersebut hingga akhirnya seolah-olah ada satu miracle yang terjadi, di mana semua keadaan tiba-tiba menjadi tenang dan kembali seperti semula.
Satu kelegaan terjadi pada raut wajah wanita yang adalah ibu Arsen tersebut, flow ikut mencoba menghela lega nafasnya.
begitu para dokter pergi keluar dari ruangan tersebut ibu arsen langsung bergerak mendekati tubuh putranya tersebut diikuti oleh flow.
mereka berkutat di dalam diam sembari menatap wajah Arsen untuk beberapa waktu, wanita paruh baya tersebut menggenggam erat telapak tangan arsen kemudian meletakkan punggung tangan laki-laki tersebut tepat di pipi kirinya.
"ini sangat membuatku khawatir, jika sesuatu terjadi pada Arsen"
ucap perempuan itu pelan namun dia sama sekali tidak menatap kearah flow.
"Aku benar-benar akan mati jika Arsen terus seperti ini"
Lanjut nya lagi.
lama keheningan terjadi di antara mereka, kedua orang tersebut pada akhirnya larut dengan pemikiran masing-masing.
lanjut gadis itu sembari menatap dalam bola mata wanita yang ada di hadapannya tersebut.
alih-alih menjawab wanita itu lebih memilih diam kemudian mengganggukan kepalanya secara perlahan.
******
Masih di di luxury Villa Geneva
Switzerland
Swiss
Keesokan malam nya.
Flow terlihat menatap dalam wajah Arsen untuk beberapa waktu, rasa kantuk jelas menghantam dirinya Bahkan dia berkali-kali memejamkan bola matanya tanpa sengaja.
juga berkali-kali tubuhnya hampir melorot ke atas kasur di mana arsen Masih terbaring saat ini, dia menunggu laki-laki itu duduk di atas kursi kayu yang ada di sisi kiri Arsen.
Flow pikir mungkin sebaiknya dia mendapatkan waktu istirahat sejenak mengingat hari sudah hampir masuk pukul 03.00 dini hari, beberapa malam ini dia jelas kurang tidur dan istirahat, karena itu dia bikin bolehlah dia mencuri-curi waktu untuk terlelap sejenak.
hingga pada akhirnya gadis tersebut mencoba untuk menyandarkan kepalanya tepat di sisi kiri arsen hampir berdekatan dengan wajah laki-laki tersebut, flow memutuskan untuk memejamkan sejenak bola matanya karena dia jelas sudah tidak sanggup lagi untuk membuka bola matanya saat ini saat ini saking lelah dan mengantuk dirinya.
di antara suara jarum jam yang terus bergeser sejak tadi dan gelapnya malam yang terus memenuhi di antara ranting-ranting pohon yang saling bergesekan di antara jendela kaca yang menembus kamar tersebut, tiba-tiba saja suatu gerakan tangan dari laki-laki tersebut terlihat secara perlahan.
satu kali gerakan.
dua kali gerakan.
tiga kali gerakan.
hal tersebut sayangnya luput dari tatapan flow, gadis itu mulai tenggelam di dalam mimpinya karena rasa lelah yang menghadang.
tanpa disadari laki-laki itu mencoba untuk menarik tangan kanannya dengan begitu kepayahan, hingga akhirnya bisa dilihat bola mata laki-laki itu mulai bergerak di dalam kondisi memejamnya, bergerak secara perlahan kesana kemari seolah-olah sang pemilik tubuh berusaha untuk terbangun sejak tadi namun cukup kesulitan.
bagaikan mendapat mimpi buruk laki-laki itu berjuang dan berusaha sekuat maka untuk bangun, hingga pada akhirnya tanpa diduga bola mata laki-laki itu terbuka dengan sempurna.
"Lea..."
dalam satu tarikan nafas dari bibir laki-laki tersebut meluncur nama Lea begitu saja.