
Setelah melewati sesi lelap yang lama akhirnya Emir terbangun dari tidur lelapnya ketika dia merasakan sebuah sentuhan dingin menyeruak di pori-pori kulit nya disertai sebuah ciuman hangat melesat di atas keningnya.
Laki-laki itu Seketika terbangun, memicingkan sebelah mata nya dan baru sadar Mina telah menuntaskan membersihkan tubuhnya di jam siang yang tak disangka-sangka.
Emir cukup terkejut jika sinar matahari telah naik ke atas kepala.
"Oh god sayang, aku kesiangan?"
Ucap Emir lantas meraih tubuh Mina, dia membiarkan tubuh sang istri masuk ke dalam dekapan nya.
"Akhhh"
Mina terpekik kecil saat tubuhnya secara refleks ditarik dan terjatuh masuk kedalam dekapan laki-laki itu.
"Mari mendapatkan sarapan langsung merangkap makan siang"
Goda Mina sambil jemari nya menelusuri wajah Emir.
Seketika Emir terkekeh.
"Tidur ku benar-benar menyebalkan? baru bangun se siang ini, membiarkan istri ku kelaparan, maafkan aku sayang"
Ucap Emir penuh dengan perasaan menyesal.
"Bukan hal yang buruk, aku fikir kakak benar-benar lelah mengurusi perusahaan di mulai dari hari Senin hingga Sabtu, hari ini weekend kakak yang istimewa"
Ucap Mina sambil menatap dalam bola mata Emir.
"Pasti begitu lelah berkutat di perusahaan dengan berbagai macam keadaan, kadang terdapat masalah serius yang sulit dihadapi, tapi suami ku tidak pernah menampilkan wajah penuh beban nya didepan ku hmmm"
Lanjut Mina lagi.
Mendengar ucapan Mina, Emir mengencangkan pelukan nya.
"Aku ingin kamu tidak terlibat didalamnya, merasa ikut kesulitan dengan keadaan sayang, cukup nikmati, mendampingi dan selalu ada disaat aku berada di atas atau dibawah hmm"
Mendengar ucapan Emir, Mina tampak mengembangkan senyuman nya.
"Mandilah, aku sudah menyiapkan makanan untuk kita"
Ucap Mina pelan.
"Kamu membuatkan makanan untuk kita?"
Emir bertanya dengan ekspresi terkejut.
"Hmmmm"
Jawab Mina sambil menganggukkan kepalanya.
"Oh god, aku benar-benar tertidur pulas"
Ucap Emir sambil mengucek-ucek rambut nya.
"Itu karena kakak kelelahan"
"Beberapa Minggu ini benar-benar kurang istirahat"
Ucap Emir lantas mencium lembut kening Mina, dia Langsung mencoba duduk dari posisi nya.
Mina menyingkir Secara perlahan, menarik tubuh sang suami agar bangun dari posisi nya.
"Tunggu aku Hmmm"
Ucap laki-laki itu sambil mengelus lembut wajah Mina, dia melebarkan senyuman nya Lantas langsung beranjak menuju ke arah kamar mandi.
Saat melihat menu makanan di atas meja, Seketika Emir membulat kan bola matanya.
"Sayang, kamu bagaimana tahu makanan kesukaan ku?"
Emir jelas bertanya bingung, dia mengerutkan keningnya untuk beberapa waktu.
"Hmmm aku mencoba menebak, membaca kebiasaan lalu mencoba mencari tahu lantas membuat nya"
Jawab Mina sambil mempersiapkan piring dan sendok.
"Oh god"
Emir jelas mengulum senyuman nya, dia baru tahu Mina selalu punya kebiasaan menelisik dan memperhatikan lawan nya, apa yang tidak disukai atau apa yang disukai akan cepat diketahui oleh sang istri.
Mina bukan type perempuan yang terlalu banyak bicara hal-hal yang tidak masuk akal, perempuan itu sejak awal Emir mengenal mya memang punya daya tarik tersendiri, dia memiliki kemampuan untuk tahu apa yang disukai atau tidak disukai lawan nya.
Mina typekal perempuan yang memperhatikan baik-baik lawan bicaranya,dia selalu berusaha menilai seseorang dari disudut pandang tertentu, memperhatikan gerak-gerik lawan, memperhatikan gesture tubuh dan cara berfikir lawan.
Kemudian anehnya Mina selalu tahu titik kelebihan atau kelemahan sang lawan, dia mampu memanfaatkan hal tersebut untuk dijadikan sebagai senjata untuk menarik lawannya dengan baik, membuat orang-orang kagum dengan pola fikir nya yang begitu matang.
Selain itu Sifat dewasa nya itu yang paling Emir sukai, Mina bukan type perempuan yang suka melakukan sesuatu dengan tergesa-gesa, dia begitu Santai menghadapi satu konflik atau permasalahan, bahkan saat kesulitan menerjang dia tidak akan memutuskan sesuatu tanpa perhitungan yang matang.
Untuk perempuan seusia Mina dengan pola fikir seperti itu jelas membuat Emir kehilangan kata-kata.
Laki-laki itu kembali mengulum senyumnya, dia mulai melahap makanan nya secara perlahan diikuti Mina.
Setelah selesai melahap makanan mereka, Mina tampak membereskan seluruh sisa makanan dan perlengkapan makan mereka setelah itu mereka kembali menghabiskan waktu di akhir Minggu dengan cara menonton, bercanda, atau melakukan beberapa aktifitas bersama lainnya.
Hingga akhirnya tidak terasa waktu malam tiba juga, Mina tampak terlelap didalam pelukannya setelah mereka menghabiskan waktu menonton Beberapa big movie di kamar mereka.
Sejenak Emir melirik ke arah nakas disamping tempat tidur mereka saat sadar soal sesuatu, dia fikir kenapa sang sekretaris belum menghubungi diri nya sejak pagi hari.
Laki-laki itu mencoba meraih handphone nya untuk beberapa waktu, menggeser tubuhnya sejenak dari Mina lantas mencoba menghubungi sang sekretaris pribadi nya.
"Belum mendapatkan kabar dari mereka?"
Tanya Emir dari balik handphone.
"Bersedia atau tidak?"
Sejenak Emir mengerutkan keningnya.
"Ya? Mereka menyetujui nya? bagaimana bisa?"
Seketika bola mata Emir menatap ke arah Mina.
Bisa dilihat ekspresi laki-laki itu terlihat tidak percaya.
"Bagaimana cara dia menyakinkan nya?"
Seketika Emir menggelengkan kepalanya, sebuah tawa yang ditahan terlihat dari ekspresi wajah nya seolah-olah berkata dia begitu lama menunggu keputusan itu bahkan sudah cukup sulit untuk menyakinkan sang lawan, tapi bagaimana bisa seseorang melakukan nya hanya dalam hitungan jam dan yang melakukan nya adalah sang istri nya sendiri.
"Persiapkan semuanya, pastikan segala sesuatu nya sudah beres di meja ku besok pagi, kita akan menandatangani kontrak kerja sama nya"
Setelah berkata begitu Emir langsung mematikan panggilan nya, meletakkan handphone nya ke atas nakas kembali, lalu secepat kilat laki-laki itu memeluk tubuh Mina.
"Sayang, magic apa yang kamu lakukan hari ini hm"
Ucap Emir sambil mencium wajah sang istri berkali-kali.
Mina sama sekali tidak peduli dengan ciuman Emir, sebab sejatinya dia telah kembali terlelap dalam tidur nya saat ini, perempuan itu malah semakin tenggelam didalam pelukan sang suami.