Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Tidak seperti yang dia Fikir kan



Masa Luck & Lea.


Farhan mundur beberapa langkah setelah dia mendapati sebuah kenyataan atas penyelidikan panjang yang dia lakukan sejak bulan kemarin, puluhan lembar foto yang ada di tangan nya seketika jatuh ke lantai bersamaan beberapa lembar kertas yang baru saja dia baca.


Rasa pening dan mual tiba-tiba terasa menghantam diri nya di iringi rasa terkejut luar biasa.


"Bagaimana mungkin?"


Tanya laki-laki itu pada orang yang ada dihadapan, laki-laki itu adalah orang suruhannya untuk terus menyelidiki gerak-gerik Brenda dan Liliana serta mencari tahu soal hubungan Brenda dan Ramira dimasa lalu.


Tapi siapa sangka penyelidikan nya berkembang hingga begitu jauh.


Dengan jutaan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu dia mencoba memungut kembali puluhan lembar foto yang berserakan di lantai itu, memperhatikan baik-baik setiap lembar foto yang ada disana.


Dia bahkan tidak pernah tahu soal itu, dan dia fikir bagaimana mungkin dia sampai tidak tahu?


Seketika ingatan di masa kemarin membuat dia paham kenapa perempuan itu terus mencoba menghindari nya di masa lalu, bahkan dengan pongah nya berkata tidak mencintai dirinya.


"Apa kamu fikir hanya karena aku memberikan hal yang pertama milik ku pada mu itu bisa di bilang cinta?"


"Anggap saja aku sedang khilaf dan tidak sadarkan diri, terlalu bergelayut dan terbuai dengan sentuhan kamu malam itu, tapi realita nya tidak ada yang berkesan sama sekali di antara kita setelah malam itu"


"Aku tidak pernah mencintai kamu, sebab aku lebih tertarik pada putra keluarga Stephard, Luck Stephard"


Mendengar ucapan perempuan itu jelas membuat Farhan mengeratkan rahang nya, dia fikir bagaimana mungkin perempuan itu bisa dengan tega nya berkata begitu setelah malam panjang mereka beberapa waktu yang lalu.


Setelah berkata begitu Liliana langsung membalikkan tubuhnya, menghindari kontak mata dengan nya dan mulai menjauhi diri nya.


Seharusnya dia melihat dengan baik kenapa tangan Liliana bergetar saat itu, seharusnya dia melihat dengan baik kenapa bola mata perempuan itu memerah saat itu, tapi kemarahan Farhan jelas mengalahkan segala nya.


Dari sana... dari sana kehidupan Farhan berubah, dia menjadi laki-laki yang tidak pernah jatuh cinta pada seorang perempuan sedikitpun, dia lebih suka mempermainkan perasaan seseorang ketimbang membawa perasaan nya lebih jauh hingga akhirnya dia memilih Ramira menjadi tempat pelabuhan terakhirnya.


Dia bahkan begitu membenci Liliana yang hilir mudik menemui Luck dengan alasan cinta, bahkan Farhan mulai menatap jijik Liliana dimulai dari saat itu, dia pun secara perlahan menghancurkan perasaan perempuan itu, membuat konflik berat antara dirinya, perempuan itu dan Luck, membuat seluruh keluarga begitu membencinya hingga ke akar-akarnya.


Bahkan Farhan tidak lagi Sudi menatap perempuan itu meskipun dalam keadaan bagaimanapun juga, baginya Liliana adalah racun dan juga sampah yang begitu tidak berharga.


Dan kebencian nya semakin membuncah saat dia melihat Liliana mulai merapatkan diri pada putra termuda Stephard, saat perempuan itu semakin dekat dengan Lionel dan selalu hilir mudik menemui laki-laki itu tanpa alasan uang jelas.


Ingatan nya malam itu saat melihat Liliana dibawa oleh uncle Lionel mereka menuju ke sebuah hotel karena sebuah alasan luar biasa. semakin membuat nya jijik pada perempuan itu dan berfikir Liliana benar-benar mampu berpindah tangan dari satu laki-laki menuju ke laki-laki lain nya, tapi rupanya.....


"Dia diperintahkan menggugurkan kandungan nya oleh nyonya Brenda bersama tuan Lionel, Mereka masuk ke kamar hotel itu untuk menemui dokter Sarah tuan Karl"


"Dan bayi itu adalah anak kandung anda sendiri, tuan"


"Saat proses aborsi, dia sempat mengalami koma lebih dari 3 hari"


"Apa?"


Seketika Farhan mundur beberapa langkah, dia duduk terhenyak di atas kursi kerja nya.