Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Temukan dia hidup-hidup



Disisi lain


di sebuah ruangan gelap mendominasi berwarna hitam, di mana ruangan tersebut seolah-olah terlihat ditemani oleh temaram lampu,terlihat seorang wanita tengah duduk di atas sebuah kursi sofa dengan perasaan penuh kekesalan.


Sesekali wanita itu menggenggam erat telapak tangannya, kemudian dia melebarkan telapak tangan nya lantas sesekali pula dia mengetuk-ngetuk Jemari nya ke ujung pegangan kursi sofa yang didudukinya.


Pemikiran wanita tersebut berkacamuk menjadi satu, seolah-olah ada jutaan kemarahan yang menghantam dirinya, bisa dilihat bagaimana wanita tersebut kini mengeram penuh kekesalan.


Dia masih memilih untuk tidak bicara sama sekali, seolah-olah mencoba untuk menimbang keputusannya sejenak, bola matanya menatap ke arah depan dengan perasaan kesal.


kini wanita tersebut kembali terlihat langsung menggenggam erat telapak tangan nya,


Dihadapan wanita itu bisa dilihat beberapa laki-laki berpakaian serba hitam terlihat menundukkan kepalanya di hadapannya, seolah-olah barisan laki-laki itu menyesali banyak hal yang terjadi hari ini.


raut wajah penuh ketakutan menghantam semua orang, seakan-akan mereka berpikir hari ini tidak akan ada yang baik-baik saja.


"Cari dan temukan laki-laki itu hingga dapat dalam keadaan hidup-hidup, jika tidak aku pastikan akan membunuh kalian satu persatu tanpa sisa"


ucap wanita itu sembari menatap tajam para laki-laki yang ada di hadapannya, dia jelas bicara seperti itu bukan hanya sekedar memperingati.


karena sejak awal wanita tersebut tercipta untuk menyingkirkan siapa saja yang menjadi batu penghalangnya.


Jangan ditanya bagaimana perasaannya saat ini karena pada akhirnya dia kehilangan laki-laki yang terkurung di dalam tempatnya selama bertahun-tahun ini, dia melumpuhkan laki-laki tersebut untuk waktu yang sangat lama demi mencoba untuk mencapai tujuan utamanya.


namun ketika semua tujuan utamanya tercapai seketika semuanya hancur tanpa sisa sedikitpun, hingga pada akhirnya wanita itu pikir satu-satunya harapan mendapatkan laki-laki itu dengan sekuat tenaganya.


jika dia kehilangan laki-laki tersebut lagi dia takut rencananya sudah kacau balau akan menjadi lebih hancur berantakan.


"Baik nyonya"


beberapa laki-laki tersebut bicara dengan cepat ke arah wanita tersebut, seolah-olah bersiap-siap untuk mereka pergi dari sana setelah mendengar perintah di mana mereka langsung menundukkan kepala mereka.


namun rupanya belum sempat mereka berpaling dan meninggalkan wanita tersebut seketika mereka mendengar lagi perkataan dari wanita di hadapan mereka itu.


"aku masih memberikan kesempatan kepada kalian satu kali lagi, kalian tahu aku jarang berbaik hati kepada orang lain, hanya hari ini aku berusaha untuk berbaik hati, jika sekali lagi kalian gagal mendapatkannya Maka jangan salahkan aku jika satu persatu di Antara kalian akan hancur berkeping-keping tanpa sisa"


wanita itu bicara sembari menatap tajam ke arah laki-laki yang ada di hadapannya, tatapannya penuh dengan kebencian dan juga tatapan penuh dengan bara api yang membara, siap menghujani semua orang dengan belati atau bahkan pistol yang ada di sisi kanannya yang terletak di atas meja nakas yang sejak tadi tidak bergerak sama sekali.


para laki-laki itu hanya bisa menganggukkan kepala mereka sambil menahan perasaan di dalam hati masing-masing, kembali menundukkan kepala mereka secara perlahan hingga akhirnya para laki-laki tersebut langsung melesat pergi dengan cepat dari tempat tersebut.


melihat orang-orangnya telah pergi berlalu dari hadapannya wanita itu kembali menggenggam erat telapak tangannya dengan perasaan kesal dan marah.