Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Mengajaknya untuk pulang



Ramira tampak sibuk menyiapkan makan malam untuk dirinya dan Eden, dia berkutat didapur sejak tadi, memilih menu kesukaan Eden dan mulai memasak nya sesuai selera Eden.


Dia fikir kapan kali terakhir dia memasak untuk Eden, kalau tidak salah ingat di Indonesia sebelum kejadian mereka menghabisi sesi panas terakhir mereka dimana pada akhirnya dia dan Eden memilih saling melepaskan.


Dulu Mereka sering menghabiskan waktu di apartemen Eden, Dimana Ramira sering mencoba menu-menu baru untuk dinikmati oleh Eden


Bahkan Belle sering datang menemui dirinya hanya untuk belajar memasak beberapa menu ya sering Ramira buatkan untuk Eden dan Belle di masa lalu.


Karena itu tidak heran Belle begitu mahir memasak menu apapun yang Belle sukai di saat gadis itu mulai beranjak dewasa, sebab satu-satunya koki yang mengajarkan Belle adalah dirinya.


Ramira menarik pelan nafasnya, dia kembali Terus berkutat dengan kegiatan nya didapur untuk beberapa waktu.


Sedangkan Eden tanpa berbicara dengan seseorang melalui handphonenya di teras belakang, cukup lama laki-laki itu berbicara dari balik handphonenya ekspresi wajahnya terlihat begitu serius beberapa kali dia melirik kearah Ramira lantas memalingkan pandangannya.


Saat Ramira tengah sibuk mulai memasukkan beberapa menu yang telah matang ke dalam mangkok dan piring yang telah dia sediakan sejak tadi tiba-tiba Eden muncul di belakangnya laki-laki itu meraih tangannya dan membantu Ramira memasukkan salah satu menu ke dalam mangkok sayur yang ada di hadapan perempuan itu.


sejenak Ramira terkejut kemudian dia membiarkan laki-laki itu ikut menggerakkan tangannya bersama dirinya.


"Kamu tahu sayang?"


ucap Eden begitu lembut di balik telinganya.


"Hmm?"


Ramira bertanya sambil bola matanya terus fokus pada pekerjaan nya.


"Ailee telah melahirkan putra nya"


ketika perempuan itu membulatkan bola matanya, Ramira langsung menoleh ke arah Eden.


"benarkah?"


Tanya Ramira dengan ekspresi begitu bahagia.


"Hmmm"


Eden langsung menganggukkan kepalanya.


"kapan proses persalinan nya?"


"Hampir lewat 40 hari"


"Ailee tidak menghubungiku'


Ucap Ramira pelan.


Eden Mulai menarik peralatan memasak Ramira, menyingkir kan dari tangan perempuan itu. laki-laki itu secara perlahan membalikan tubuh Ramira.


"kamu membuat semua orang panik dan khawatir hmmm"


Ucap enden sambil menjentikkan jarinya ke kening Ramira.


Perempuan itu meminjamkan bola matanya sejenak karena terkejut dengan tindakan Eden, tidak sakit tapi cukup membuat dia reflek menutup mata karena kaget.


"Maafkan aku"


Ucap perempuan itu pelan.


"Aku hanya butuh waktu untuk sendiri dalam beberapa saat"


Ramira bicara sambil menggesek kedua jarinya, perempuan itu menundukkan kepalanya tanda menyesali perbuatannya kemarin.


Eden tampak mengulum senyumannya, dia paling suka mengekspresikan Ramira seperti itu, baginya ketika ramira menampilkan ekspresi seperti itu perempuan itu terlihat seperti anak kecil yang takut dimarahi oleh dirinya, Bahkan bola mata perempuan itu menyiratkan penyesalan begitu mendalam.


Eden menarik dagu Ramira, biarkan bola mata perempuan itu menatap balik bola matanya.


"Dan pagi ini Aishe melahirkan Putri nya"


ucap Eden lagi sambil kedua belah tangannya menyentuh lembut pipi ramira di sisi kiri dan kanannya.


Lagi-lagi perempuan itu terkejut.


"Benarkah? pagi ini?"


Tanya Ramira lagi.


"He em"


Eden mengangguk pelan.


"Ayo pulang sejenak ke Manhattan lalu ke Indonesia, melihat Ailee dan Aishe juga putra putri mereka"


"Mommy ku juga merindukan Aira nya, dia ingin sekali bertemu dengan Aira kesayangan nya setelah berpuluh-puluh tahun berlalu hmmm"


Ucap Eden sambil terus mengelus lembut wajah Ramira.


"Sebentar saja"


Mendengar permintaan Eden sejenak perempuan itu tampak diam, dia menatap bola mata laki-laki itu untuk waktu yang cukup lama.