Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Mengakhiri segala nya



Sejenak Eden membeku saat Edo membàwa nya ke sebuah ruangan sambil memberikan berkas perceraian yang telah dibubuhkan tanda tangan dan cap jari Asha.


Sebuah layar televisi LCD tampak berhias di sana, Edo mulai menyetel sebuah rekaman dari sana, menepuk punggung Eden sejenak lantas keluar dari ruangan itu, membiarkan Eden menonton sendiri apa yang ada di dalam ruangan itu.


Tampak Asha duduk di kursi roda, tersenyum sambil melambaikan tangan nya.


"Hmmm rasanya aneh saat merekam Vidio ini"


Asha tampak tertawa renyah didepan sana, Kemudian dia membungkuk kan Secara perlahan tubuh dan kepalanya.


"Aku cukup malu untuk bertemu lagi secara langsung dengan mu, lucu nya kita ini pernah jadi suami istri meskipun hanya beberapa bulan saja"


Asha menampakkan jemari telunjuk dan jempol nya, membuat tanda sedikit yang menyatakan betapa sebentar nya ikatan pernikahan mereka.


"Maafkan perbuatan Mommy ku"


Ucap Asha masih berusaha untuk tersenyum.


"Seburuk-buruk nya seorang ibu, dia tetap lah seorang ibu, yang kadang tidak berfikir dua tiga kali untuk memutuskan sesuatu demi kebahagiaan anak-anak nya"


Bola mata Asha tampak berkaca-kaca.


"Mungkin karena masa kanak-kanak dan remaja nya keras penuh dengan tekanan dan cara bertahan hidup yang kejam, Mommy ku bersikap begitu, tapi sebenarnya dia ibu yang hangat untuk kami, kau paling tahu bagaimana Mommy ku memperlakukan kita selama belasan tahun ini"


Ucap Asha sambil menarik pelan nafasnya.


"Pemikiran nya mungkin cukup dangkal, dia berfikir penikahan bisa dijalankan tanpa cinta, selama saling menguntungkan atau bisa membantu membuat sebuah pengorbanan itu sudah cukup"


"Sayang nya untuk diri ku tidak, untuk membina pernikahan yang sehat dan langgeng, hal itu tidak cukup, bahkan ketika harus merumuskan kata cinta saja juga tidak cukup, sebab realita nya mencintai saja tidak cukup, jika hanya aku yang mencintai pada akhirnya rumah tangga yang akan kita bangun akan timplang, tidak seimbang, lama-lama akan roboh seiring berjalannya waktu"


"Dan kau tahu? persoalan Menikah Bukan Soal Cinta Saja, Tetapi Soal Koneksi dan kita tidak memiliki koneksi yang baik selama bersama"


"Bahkan didalam pernikahan kita membutuhkan sebuah kompromi, Mungkin kamu pernah dengar bahwa kompromi dibutuhkan di setiap hubungan dua orang bukan? Apakah kompromi adalah suatu hal yang buruk? Tidak, bila kompromi tersebut benar-benar mengakomodir kebutuhan Anda dan pasangan. Kompromi yang tidak sehat adalah ketika hanya satu orang saja yang membuat keputusan di dalam hubungan dan satu orang lain harus mengikutinya, Dan hubungan kita sebenarnya seperti itu bukan?"


"Jadi sebelum aku menjadi janda tidak perawan, sebaiknya aku melepaskan kamu sekarang"


"Tapi...aku begitu membenci kamu, tidak kah kamu sadar kalau kamu itu bodoh? karena itu tidak heran saat kak valentine mencintai kamu diam-diam kamu tidak menyadari nya, bahkan kamu mencintai kak valentine juga kamu tidak menyadari nya, kamu bodoh karena terlalu gampang tertipu, ada Ailee di antara kalian pun kamu tidak tahu, bahkan Karl membohongi kamu pun, kamu tidak tahu, Ramira mencintai kamu pun tetap kamu tidak tahu, bahkan mommy ku membohongi kamu pun, kamu tidak tahu"


Asha bicara dengan nada begitu kesal ke arah depan.


"Itu karena kamu memang bodoh, kamu begitu gampang dibodohi oleh semua orang, dan aku fikir itu yang membuat banyak gadis yang mencintai kamu, karena kamu terlalu bodoh, dan bodohnya aku juga jatuh cinta padamu"


Asha menangis terisak Sejenak, dia menghapus air mata nya dengan punggung tangannya.


"Dan soal transfusi darah di masa kemarin, Ramira yang meminta aku untuk diam juga tutup mulut, aku sama sekali tidak pernah tahu jika Mommy mengancam dia, sebab saat itu dia berkata"


Aku ingin diantara kami tidak ada lagi hutang Budi, anggaplah ini adalah hutang yang harus aku bayar untuk terakhir kalinya, mari tidak saling mengenal setelah ini, kamu dan Eden, aku dan Farhan, mari menjalani hidup kita masing-masing tanpa menoleh kebelakang.


"Aku sama sekali tidak curiga dengan ucapan Ramira saat itu, aku fikir kalian memang telah berakhir, jadi aku tidak pernah menyebut soal transfusi darah, namun semua orang lah yang sibuk membahas nya, kau paling tahu bagaimana cara ku menjaga rahasia dari lisan ku selama berpuluh-puluh tahun ini, dan kau paling tahu bagaimana sifat ku"


Setelah berkata begitu Asha kembali menundukkan kepalanya.


"Mari saling melupakan, jika aku berhasil dengan operasi nya berjanjilah pada ku untuk tidak menemui aku, sebab aku takut masih ada cinta yang tersisa didalam hati ku hingga membuat ku tidak mau mengalah nanti nya"


"Jika operasi nya gagal, datanglah kepemakaman ku dan berpura-puralah masih menjadi suami ku, minimal untuk menghargai kedua orang tua ku dan seluruh anggota keluarga kami"


Ucap Asha sambil mengembangkan senyuman nya.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba seorang laki-laki berjalan mendekati Asha, menggenggam erat bahu gadis itu untuk beberapa waktu.


"Ini Waktu nya Operasi mu"


Ucap laki-laki itu lembut.


Eden tampak terdiam, dia tahu betul siapa laki-laki.


Kemudian dalam hitungan detik seluruh rekaman nya menjadi gelap dan menghilang.