Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Stephard tua "Saling memendam amarah"



Liliana Tampak mengetuk-ngetuk jemari tangannya ke atas meja, beberapa kali dia merasa gelisah dengan keadaan, luck memiliki calon istri dan melupakan dirinya.


"Yang benar saja"


Ucap perempuan itu dengan perasaan bercampur aduk menjadi satu.


Seorang wanita berusia sekitar 46 tahunan tampak sibuk mengurusi kuku-kuku indah nya, memasang kutek dan beberapa pernak-pernik di tiap kuku-kuku nya hingga terbentuk menjadi begitu cantik.


"Mommy"


Pekik Liliana dengan perasaan kesal.


"What?"


Yang dipanggil mommy mengeluarkan ekspresi begitu biasa.


"Cari cara agar luck meninggalkan calon istri nya"


Seketika Mommy Liliana menghentikan gerakan tangannya.


"Berhenti lah bercanda, Leonel jauh lebih pantas untuk kamu"


Ucap Mommy nya dengan tatapan begitu tajam.


"Aku tidak mencintai laki-laki itu"


Liliana bicara dengan nada sedikit meninggi.


Sang Mommy langsung berdiri dari duduknya, dengan gerakan cepat mendekati Liliana, lalu dengan cara yang begitu kasar menggenggam wajah gadis itu tanpa perasaan.


"Berhenti mengeluh dan berhenti memimpikan luck, sejak awal kamu dan dia memang tidak diciptakan bersama, saat kamu mendekati luck artinya kamu akan mencari mati dengan Farhan"


Mommy nya memberikan peringatan yang begitu tajam kearah Liliana.


"Aku benci pada mu, mom"


Bola mata Liliana jelas menatap penuh kebencian pada sang Mommy nya.


"Aku tidak peduli seberapa besar kebencian mu pada ku, tapi jangan lupa seluruh fasilitas yang kamu nikmati ini adalah hasil dari jerih payah ku selama bertahun-tahun ini"


Setelah berkata begitu, perempuan tidak berhati itu langsung melepas kan genggaman tangannya dari wajah Liliana.


Perempuan itu jelas tampak kecewa dan marah, dia menggenggam erat tangan nya untuk beberapa waktu saat Mommy nya bergerak meninggalkan dirinya di dalam ruangan itu dan membanting kasar pintu ruangan itu tanpa perasaan.


*******


Dia memiliki janji temu dengan salah satu klien nya di restoran mall di mana dia datangi saat ini, cukup tidak menyangka jika Lea ada ditempat yang sama dengan dirinya.


Luck secepat kilat mencoba mengejar langkah gadis itu dengan cepat, sang asisten Pribadi nampak sedikit bingung dengan gerakan luck yang tiba-tiba memutar arah.


"Tuan?"


Perempuan itu bertanya dengan ekspresi heran.


Alih-alih peduli dengan apa yang dikatakan perempuan itu, luck terus melangkahkan kakinya kedepan.


Wait! sejak kapan aku se kepo ini? apa aku harus jadi ibu ibu julid?


Pekik luck kemudian di dalam hati nya saat sadar apa yang barusan saja dia lakukan.


Dia mengikuti Lea tanpa alasan yang jelas.


Oh god, yang benar saja.


Luck ingin sekali menertawakan diri nya sendiri.


Secepat kilat laki-laki itu mencoba membalikkan tubuhnya, namun tiba-tiba gerakan nya terhenti saat dia mendapat kan kembali satu sosok seseorang yang sangat familiar untuk nya.


"Itu tuan pertama Stephard"


Sang asisten nya berkata cepat.


Yah hubungan memburuk selama bertahun-tahun hingga menyebabkan dia dan laki-laki itu saling membentengi diri agar tidak saling menyapa dan bertemu pada akhirnya tanpa sengaja terlihat disini.


Luck masih memperhatikan langkah putra tertua kekuarga Stephard itu, laki-laki tampan itu berjalan melesat mendekat ke arah lea.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba laki-laki itu membentang kan tangan nya dengan lebar, bisa luck lihat ekspresi Lea yang begitu bahagia melihat kedatangan laki-laki itu.


"Uncle....."


Bisa luck dengar, suara Lea meluncur keras dari balik bibir mungil itu, Lea berteriak dengan ekspresi bahagia yang tidak pernah gadis itu tampakkan pada selama ini.


Dalam hitungan detik lea berhamburan memeluk tubuh laki-laki itu dengan begitu penuh kebahagiaan yang begitu mendalam.


Seketika rahang luck mengeras, rasa marah dan kesal bercampur aduk menjadi satu.


Apa-apaan ini?