
Sejenak Mina menggeliat dari tidurnya, dia menaikkan kedua tangan nya ke atas lantas Tampak tersenyum masih sambil memejamkan bola matanya.
...(Hanya visual)...
...Bayangkan ini Mina masih di dalam mobil nya Emir 😜😜ðŸ¤ðŸ¤...
"Sudah merasa enakan?"
Seketika suara seseorang mengejutkan Mina.
Hahhhh
Bola mata Mina langsung terbuka lebar.
"Oh là là (Bahasa Prancis yang berarti Ya ampun, ketika seseorang merasa terkejut akan sesuatu)"
Mina jelas terkejut saat sadar Emir berada tepat dihadapan nya,bola mata mereka sejenak bertemu tanpa sengaja.
Dia spontan berusaha berdiri tapi..
Buggggg
"Akhhh"
Kening nya dan kening Emir saling beradu.
Laki-laki itu tampak terkekeh, alih-alih peduli dengan keadaan nya sendiri, jemarinya langsung mengelus lembut kening Mina.
"Sakit?"
"Sakit..!"
Ucap mina sambil berusaha mengelus keningnya, rasa nya cukup berdenyut-denyut.
"Hahhhhh"
Mina seketika menutup mulutnya dengan kedua tangan nya.
"Kening kakak juga memerah"
Ucap Mina terkejut.
"Ini bukan masalah"
Ucap laki-laki itu pelan.
"Ohhh ini cukup buruk"
Ucap Mina sambil mengelus lembut kening Emir.
Kemudian tiba-tiba dia tertawa renyah, melepaskan elusan tangan nya.
"Ini memalukan, aku ketiduran"
"Hmm itu bukan hal yang buruk, semalam memang kita kurang tidur, terlalu banyak mengobrol dan bercerita soal banyak hal, aku fikir wajar jika kamu ketiduran"
Jelas Emir cepat.
Mina tampak menganggukkan kepalanya, tangan kanan nya mengelus pelan tengkuknya, tiba-tiba dia menguap, dengan gerakan cepat punggung tangan nya menutupi mulutnya.
Entahlah bagi emir usia Mina memang masih muda persis seperti adik perempuan nya Zumra, tapi karakter gadis dihadapannya itu terlihat begitu dewasa cukup berbanding terbalik dengan gadis-gadis seusianya contoh nya Zumra, Mina bergerak begitu santai, elegant dengan gaya nya sendiri, tidak ke kanak-kanakan, selalu tertawa begitu renyah dan santai, saat bicara dengan teman-teman nya dia memang ceria tapi selalu berusaha menjaga kata-kata nya, dia suka menggoda teman-teman nya tapi tahu dimana tempat yang pantas dan tidak, saat bicara dengan orang yang lebih dewasa dari gadis itu, seperti saat mengobrol dengan dirinya Mina tahu susunan kalimat yang cocok untuk orang yang usia nya di atas Mina.
Bahkan Mina jelas bukan terlihat seperti gadis manja, ekspresi yang ditampilkan Tampak begitu alami, terlihat jelas gadis itu bukan type royal yang suka menghamburkan uang orang tua dan begitu mandiri, dia pandai membaca situasi bahkan bisa menilai mana orang yang pantas dijadikan teman mana tidak.
Gadis itu saat merasa tidak suka dengan sesuatu tidak bicara dengan lantang atau menolaknya dengan kasar, persis seperti ketika Emir menawarkan nya wine saat di kapal, sebab biasanya untuk gadis di atas 17 tahun sudah mulai mengkonsumsi alkohol tapi gadis itu menolak nya dengan bahasa yang begitu halus, alasan yang dibuat begitu sempurna hingga tidak membuat sakit hati lawan bicaranya.
Dan semua itu menjadi daya tarik serta nilai tersendiri bagi emir soal Mina, jadi dia fikir pantas saja adiknya Ergin bisa jatuh cinta dan tergila-gila pada Mina, gadis itu memang punya daya tarik yang tidak semua gadis seusianya miliki di usia semuda itu.
Mina jelas mampu menjadi pemimpin dalam sebuah tim, mampu mengimbangi diri menjadi seorang istri untuk suami yang rumit bahkan bisa menjadi ibu yang baik dalam mendidik anak-anak nya.
Mungkin penilaian Emir masih terlalu dini dari seorang gadis bernama mina itu, tapi dia bisa memastikan gadis di hadapannya itu memang benar-benar memiliki karakter elegant tanpa di buat-buat.
Apalagi adik nya Zumra pernah berkata.
"Aku punya teman yang sangat baik etitu nya, nyaman di ajak bicara, dan pandai menjaga rahasia, kakak tahu? kak Ergin benar-benar tergila-gila pada nya, tapi teman ku tidak tertarik pada nya"
"Grandma Bii dan Mommy begitu menyukainya"
Bisa Ergin pastikan, gadis yang dibicarakan Zumra pasti Mina.
"Kita sudah tiba di rumah sakit"
Ucap Emir lantas mencoba untuk mengulur kan tangannya.
Mina tampak menaikkan ujung alisnya, lantas dia tersenyum kecil.
"Akan terlihat aneh saat aku keluar seperti seorang tuan putri, tangan ku digenggam oleh seorang pangeran yang begitu baik hati, pasti akan ada banyak perawat perempuan yang iri melihat ku nanti"
Ucap Mina sambil melebarkan senyuman nya, menampilkan barisan gigi putihnya ke arah Emir.
Gadis itu selalu punya kata-kata indah untuk menolak sesuatu atau bahkan menerima sesuatu yang dia anggap baik untuk dirinya dan Dimata semua orang.
"Baiklah, aku bisa membantu mu membawakan koper milik mu"
Ucap Emir sambil tertawa renyah.
"Apa akan dikenakan jasa khusus setelah nya?"
"Hmmm aku Fikir iya, misal nya seperti membayarnya dengan berkolaborasi kembali dalam permainan piano dan bernyanyi nya"
Mina seketika kembali tertawa renyah.
"Baiklah, aku akan menunggu dengan berdebar-debar ketika waktu itu tiba"
"Dengan senang hati"
Ucap Emir sambil mengulum senyuman nya.