Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Mencintai mu dalam kelembutan



Penyatuan bibir itu terasa begitu lembut, bahkan saat Emir mulai bergerak menyesap nya bisa Mina rasakan betapa lembutnya Emir memperlakukan dirinya.



...(Hanya visual)...


...Bayangkan saja ini wajah mereka berdua...


...Laknut nya outhor kasih ini visual VidioπŸ˜‚πŸ˜‚...


Rasa lembut dan dingin dari sisa tetesan air di rambut laki-laki itu menambah rasa dingin dan ingin yang bercampur aduk menjadi satu didalam rasa panas yang mulai naik secara perlahan.


Dan tidak tahu kenapa Ciuman Emir terasa seperti saat dia pertama kali memakan permen kapas di masa anak-anak, begitu manis dan membuat candu bibir nya, terasa lembut dan begitu hangat.


Saat jemari tangan Emir menyentuh ujung telinganya terasa satu gelanyar aneh menyeruak didalam dirinya, entahlah seperti satu kenikmatan yang menghantarkan magnet tertentu yang menyambar seluruh tubuh secara perlahan.


Begitu lembut dan sangat hati-hati sekali Emir memperlakukan Mina, dia tahu ini pertama kali nya, dia tidak akan menjadi laki-laki egois yang akan bertindak berlebihan dan menyakiti gadis itu.


Dengan gerakan lembut Laki-laki itu menahan Tengkuk Mina sehingga semakin memperdalam ciuman mereka, luma..Tan dan sesapan itu semakin menambah hasrat di antara mereka, bahkan secara spontan Li..dah Emir mulai bergerak masuk bermain didalam rongga mulut Mina.


Gadis itu awalnya bingung, sebab sebenarnya ini pertama kalinya untuk dirinya, tapi benar kata teman-teman nya, hubungan hangat itu Spontanitas akan tercipta sendiri, meskipun belum pernah atau tidak pernah, pada akhirnya hubungan seperti itu akan bergerak sendiri mengikuti naluri, seolah-olah menjadi pernah padahal itu untuk pertama kalinya.


Begitu Emir mengajak nya membelit lidah, Mina dengan gerakan refleks mengikuti alur, seperti apa Emir mengajarkan nya, seperti itu dia bergerak mengikuti permainan nya.


Rasanya jutaan hasrat melambung kan dirinya, membawa tubuhnya terbang melayang entah kemana, menciptakan satu perasaan aneh luar biasa yang mampu membuat siapapun yang merasakannya menggila.


Ketika satu tangan Emir mulai menelusuri jejak tubuh nya, masuk melesat kedalam pakaian nya dan perlahan menyentuh ujung perutnya, sebuah aliran listrik terasa menghantam diri nya, bergerak naik secara tiba-tiba dan menghantam puncak kepalanya.


Aneh sekali, yah aneh sekali, tiba-tiba membuat hormon Estrogen nya meningkat secara tiba-tiba.


Bahkan saat satu tangan itu mulai naik dengan lembut ke dadanya, menyentuh dengan gerakan tiba-tiba, meraup lembut dan meraih benda kecil di atas dadanya, seketika Mina mengeluarkan de..sa..han pertama nya.


"Akhhhh"


Memalukan... sangat memalukan, tapi dia tidak bisa menahan suara itu keluar dari bibir cantik nya.


Apalagi saat bibir Emir dengan lincah menari-nari di kulit dan pori-pori lehernya, menyesap dan menghisap nya dengan sedikit kuat, menciptakan warna khas di beberapa titik leher nya, lagi-lagi mina mengeluarkan de..sa..Han nya.


"Ahhhh....Kak"


Mina mengencang pegangan nya pada lengan sang suami.


"Kamu bebas mengeluarkan suara mu di sini, tidak ada yang mendengar nya"


Ucap Emir lantas kembali menautkan bibir mereka, laki-laki itu terus menciptakan sensasi baru yang benar-benar mampu membuat Mina kehilangan kendali atas dirinya.


Sembari terus melanjutkan ciuman yang terus membakar gelorah, tangan Emir mulai bergerak memainkan ujung dada nya untuk beberapa waktu hingga akhirnya tangan Emir dengan lincah melepaskan pakaian mina satu persatu.


Lantas secara perlahan Emir melepaskan penutup dada Mina.


Klekkkk


Suara pengait itu terlepas begitu saja dan Emir membuang penutup tubuh itu kesembarang tempat.


Kemudian laki-laki itu mulai membuang bathrobe milik nya sendiri ke arah samping.


Kali ini bibir dan lidah itu mulai menyapu menuju ke dagu Mina, turun ke antara lehernya kemudian melesat turun hingga ke dada nya.


"Oh.. "


Mina mengeluarkan suara indahnya, terdengar memenuhi ruangan kamar tersebut dan semakin membuat Emir bergerak semakin Lincah di atas dadanya, menyapu ariola, meng.. hisap niple nya dengan begitu lincah.


Tindakan itu seketika membuat tubuh Mina mengejang dengan sempurna, gadis itu refleks meraih kepala Emir, memaksa menenggelam kan wajah itu ke dadanya.


Tapi rupanya semakin dia menekan kepala dsn wajah itu, semakin lincah laki-laki itu bergerak memainkan seluruh milik nya tanpa jeda.


Mina jelas hanya bisa menggigit bibir bawah nya, kadang mengeluarkan jutaan suara manja nya, kadang terpekik karena sensasi aneh yang terasa begitu menyiksanya hingga mencipta kan satu sensasi aneh yang tiba-tiba membuat dibawah sana terasa berkedut tidak karuanan.


Tangan Emir bergerak perlahan Mengubah tempat semulanya, kali ini dia mencoba menelusuri kulit putih pualam seindah keramik putih Tiongkok tersebut, begitu lembut bak salju pertama yang turun di langit Eropa.


Laki-laki itu menyusuri seluruh kulit indah itu dengan jemari-jemari miliknya, menyentuh perlahan perut rata tersebut untuk beberapa waktu, hingga akhirnya jemari itu turun menyentuh satu titik yang merupakan candu seorang laki-laki ketika menyentuh nya.


Tangan kokoh itu mencoba melepaskan nya pelindung luarnya, memastikan kain tipis mendominasi berwarna putih tersebut telah menghilang entah kemana.


Begitu pelindung itu terlepas Emir Secara perlahan mengelus kedua belah paha itu untuk beberapa waktu, bisa dia lihat dia lihat betapa indahnya tubuh itu merespon gerakan nya, dan begitu jemari itu dengan perlahan mencoba menyentuh ujung kecil dibawah sana seketika Mina langsung memejamkan bola matanya.


Bisa gadis itu rasakan satu efek elektromagnetik langsung menyambar dari bawah sana dan menghantam isi kepalanya.


"Akhhhh"


Satu jeritan kecil penuh gai..Rah dan hasrat memenuhi seluruh penjuru ruangan skylight romance tersebut.


Emir melepaskan Jemari nya, dia fikir kali pertama bukan hal yang baik ketika dia menggunakan Jemari nya, dia mengubah posisinya, memilih turun kebawah sana, menaikkan kedua kaki Mina ke atas kasur dikemudian dia membiarkan sang li..dah yang mencoba bermain indah dibawah sana.


Dan begitu lidah itu mulai bermain dibawah sana, seketika Mina menggenggam erat spray kasur tersebut, satu sensasi aneh lagi-lagi menghantam dirinya.


Baginya Emir benar-benar orang pertama yang menciptakan sensasi-sensasi baru yang belum pernah dia temui sebelumnya, begitu aneh dan mampu membuat dia kehilangan kendali atas tubuh nya sendiri.


"Kak...ini..."


Oh god.. mina fikir apa yang harus dia lakukan, gadis itu mencoba menaikkan sedikit tubuhnya, dia bisa melihat Emir tengah bermain dengan Li..dah nya dibawah sana.


Laki-laki itu menikmati permainan Li..dah nya, bahkan satu tangan kanan nya mulai naik ke atas sana, meraup lembut dada Mina dan mulai bermain di niple nya, hingga membuat Mina semakin kehilangan arah.


"No.."


Mina menggigit bibir bawahnya, dengan wajah penuh kepasrahan, bola mata sayu dan hasrat yang mulai membuncah dia hanya bisa menggenggam erat spray kasur disisi kiri dan kanan nya.


Semakin lincah Li..dah sang suami bergerak dibawah sana, semakin Mina menggila, jutaan kupu-kupu terasa berterbangan kemana-mana, pekikan dan rengekan nya memenuhi ruangan kaca tersebut, bahkan saat dia merasa sebuah hisapan terjadi di bawah sana, tiba-tiba Mina berfikir ada sesuatu yang seolah-olah ingin tumpah dari dalam perut nya.


"Kakkkk akhhhhh"


Mina mencoba menjepit kepala Emir dibawah sana, alih-alih bisa melakukan nya, kedua tangan Emir malah menahan kedua pahanya.


"Spill"


Ucap Emir pelan, lantas dia kembali masuk kebawah sana, menghisap milik Mina dan menunggu nya keluar dalam hitungan detik.


Dan benar saja cairan itu seketika tumpah tanpa bisa dibendung lagi.


Emir meraih tisu di atas nakas menghapus cairan yang ada di bibir nya, membuang tisu itu kelantai kemudian dia naik ke atas tubuh Mina.


Laki-laki itu menggenggam lembut wajah sang istri nya.


"Siap melakukan nya sayang?"


Saat laki-laki itu bertanya dengan tatapan hangatnya, Mina hanya bisa mengangguk kan pelan kepalanya, dia menatap sayu wajah itu oenuu dengan kepasrahan.


Sepersekian detik kemudian Emir kembali melesat kan ciuman lembut nya, dan secara perlahan sesuatu dibawah sana mulai menggesek sempurna ke arah milik Mina, sesuatu yang telah mengeras sejak tadi telah siap mencari tempat penyempurna nya.


"Ini akan sakit, jika kamu merasa kesulitan kamu bisa menolaknya nanti"


Mina hanya mengangguk kan kepalanya, mengencangkan pelukan nya ke punggung Emir saat sesuatu terasa mulai menyeruak dibawah sana.


Begitu perih, sakit dan sangat tidak nyaman.


"Akhhhh"


Mina mengeluarkan Rengekan nya, mengencangkan pelukan nya untuk beberapa waktu.


Emir tampak berusaha memasukkan milik nya, terasa begitu sempit dan sulit, seolah-olah dia fikir ini akan butuh waktu khusus untuk melakukan nya.


Dua kali sentakan cukup gagal, hanya menyeruak masuk setengah nya, Mina jelas berteriak histeris, dia menggigit bibir bawahnya untuk beberapa waktu, air matanya tumpah seketika.


Benar kata orang-orang, pertama itu begitu menyiksa, bahkan rasanya dia ingin minta berhenti saat ini juga, tapi saat dia ingat kewajiban nya sebagai seorang istri, dia mencoba menyakini diri ini akan baik-baik saja setelah ini nanti.


Dan begitu hentakan berikut nya melesat, seketika Mina terpekik tertahan, gadis itu langsung menggigit bahu Emir tanpa basa-basi.


"Akhhhhh"


Teriakan nya memenuhi seluruh Gendang Telinga laki-laki itu, Seketika Emir menghentikan gerakan nya, menikmati rasa sakit yang sama ketika bahunya digigit oleh Mina secara tiba-tiba, bisa dia rasakan sesuatu keluar dari bawah sana, satu tanda jika gadis itu yang kita telah sempurna Menjadi seorang perempuan memang belum pernah terjamah oleh laki-laki manapun selain dirinya.


"Sakit?"


Emir bertanya lembut setelah Mina melepaskan Gigitannya.


"Ini sakit sekali"


Mina bicara sambil mengeluarkan air mata nya, namun dia berusaha untuk terkekeh kecil mencoba tidak menciptakan ketegangan berlebihan di antara mereka, tidak ingin Emir terluka dengan perasaan sakit.


Realita nya mungkin mereka sama-sama merasakan perasaan sakit dan tidak nyaman saat ini, Mina berusaha untuk menimbang rasa di antara mereka.


Emir tampak ikut tertawa kecil, laki-laki itu mencium lembut kening Mina.


"Aku akan bergerak perlahan"


Ucap nya pelan sambil menyentuh lembut wajah cantik yang dipenuhi keringat tersebut, bisa dia rasakan milik Mina mulai meremas miliknya Secara perlahan, menandakan mereka telah siap didalam penyatuan.


"Hmmmmm"


Setelah mendapat kan anggukan dari Mina, Seketika Emir mulai menggerakkan tubuhnya, dia mulai Bergerak pasti menyusuri lembah anta beranta sambil membawa Mina mengarungi samudera.


Dimana asmara yang menggebu dan membara itu Ditemani jutaan bintang-bintang yang berhamburan di langit di iringi suara deru angin dan nafas mereka yang terus saling berlomba melewati Dinginnya angin malam.


Awalnya memang sakit, perih dan tidak nyaman, tapi bukankah itulah fungsinya pasangan yang tidak mementingkan hasratnya sendiri?.


Emir benar-benar pintar menggiring dirinya, menciptakan nada demi nada yang mampu membuat dia merasa nyaman dengan keadaan, bergerak seirama di iringi sentuhan-sentuhan lembut yang terus mampu membangkitkan gairah.


Persis seperti permainan piano dimana laki-laki itu mampu menghantarkan nada melalui tuts-tuts piano nya menuju ke seluruh jiwa dan raganya, begitu indah bahkan memabukkan jiwa.


Ciuman lembut selembut permen kembang kapas membuat Mina tenggelam dalam aroma manis yang memabukkan jiwa, deru nafas mereka saling bersahutan bersamaan dengan jutaan peluh yang terus bercucuran.


Hentakan demi hentakan yang dari lembut kadang berubah keras terus menghantam milik nya dibawah sana, menembus seluruh keadaan dan menghujani diri nya hingga sampai ke dinding rahim nya, semakin dalam hentakan itu berjalan semakin membuat Mina merasakan sesuatu yang seperti tadi seolah-olah akan kembali keluar.


"Kak..."


Mina berusaha memberikan kode jika dia akan sampai pada pelepasan nya.


"Aku akan menyusul, tumpahkan lah"


Ucap Emir masih berusaha menggerakkan miliknya dibawah sana, bergerak keluar masuk dan berusaha mempercepat tempo gerakan nya, dia mencoba menggenggam erat telapak tangan Mina untuk beberapa waktu.



Sepersekian detik kemudian benar saja Mina sampai pada puncak pelepasan nya, dan Emir semakin menaikkan tempo gerakan nya kemudian dalam beberapa waktu dia ikut mendapatkan pelepasan nya.


Tubuh mereka Seketika saling mengejang bersama lantas dalam hitungan jari Emir mulai menjatuhkan tubuhnya disamping Mina.


Dia memeluk sang istri untuk beberapa waktu, membisikkan kata yang perempuan manapun paling suka mendengar nya seusai sesi panas membara.


"I love you baby, dan terima kasih"


Mina melebarkan senyuman nya, dengan bola mata sayu dan rasa lelah yang menghantam dirinya, dia menjawab dengan sisa tenaga yang dimiliki nya.


"I love you too"


Ucap Mina lantas tenggelam ke dalam dada laki-laki itu.


********


Catatan \=


Setelah outhor tunda-tunda sejak kemarin MP mereka 🀭🀭🀭🀭😁😁😁


Akhirnya masuk sesi hareudang jugaπŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Couple ini main nya santai, sebab karakter mereka begitu mellow, tidak grasak-grusuk dan sama-sama memiliki pemikiran dewasa.


Ah outhor ciptakan karakter Emir mengingatkan outhor pada seseorang Dimasa lalu.


Bukan cinta pertama tapi dia menjadi kenangan paling indah, dimana dia benar-benar bisa bersifat jauh lebih dewasa dan tenang kayak Emir padahal usia nya 3 tahun lebih muda dari outhor.


Tapi semua menghilang karena outhor memilih melepas dia demi husband, dan setelah di ingat-ingat jutaan penyesalan itu ada.


Outhor akhirnya melepaskan husband dan kehilangan diri nya🀧🀧🀧🀧🀧


Realita nya punya suami berpangkat dan kaya raya belum tentu membuat kamu bahagia, carilah laki-laki yang benar-benar mencintai kamu, bukan kamu yang mencintai dia.


Dan untungnya nya itu telah menjadi masa lalu yang tidak mesti author kenang lagi Dimasa kini.


Cieeeee curhat hahahaaha


Oke MAKKKK selamat ber hareudang riaaa yaaa


Yang berdua happy hareudang di weekend


Yang sendiri maafkan lah πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ€­πŸ€­πŸ€­


love you selangit cakrawala maakkkkk


apalah arti nya author tanpa readers nya


apalah arti nya penulis tanpa pembaca nya


apalah arti nya saya tanpa kalian semua


salam sayang dan cinta


Eva Hye Seung


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹