
Farhan menghempaskan tubuhnya di atas sebuah kursi sofa klub malam miliknya tersebut, di hadapannya tampak yaitu tengah terduduk santai sambil menyesap minumannya, Edo langsung meluncur dari apartemennya menuju ke klub malam ini setelah mendapatkan panggilan dari Farhan dan seperti biasa dia fikir ada yang salah dengan teman itu.
"cari cara untuk membatalkan pernikahan Ramira dan murat"
ucapan nya cepat kepada laki-laki dihadapan nya itu.
Edo tidak ingin terlalu banyak bertanya soal apa yang terjadi, dia hanya menganggukkan kepalanya.
"aku akan cari cara untuk membatalkan pernikahan mereka"
Ucap Edo cepat.
sejenak Farhan memejamkan bola mata nya, dia bersandar di kursi sofa tersebut sambil jemarinya memijat pelan pelipis kiri dan kanannya.
"bisa kita mempercepat permainannya"
tanya Farhan tiba-tiba.
"semua persoalan ini semakin lama semakin sulit dan aku tidak ingin lagi terus bermain di dalamnya, buatlah Selena agar lebih cepat mengikuti permainannya, dan cari cara agar Selena serta bahrat bisa lebih menempel antara satu dan yang lainnya"
Ucap Farhan lagi.
"dan biarkan Asha semakin dekat dengan eden bagaimanapun caranya, kamu bisa mengendalikan mereka di rumah sakit tersebut, aku tidak ingin lagi melihat Eden semakin dekat dengan Ramira "
mendengar ucapan Farhan, Edo hanya menganggukkan pelan kepala nya, dia tahu ada hal yang buruk terjadi diantara Farhan dan Ramira saat ini.
hubungan kompleks yang terlalu rumit, dikala Ramira mencintai Eden sedangkan Farhan mencintai Ramira, sedangkan Eden juga mencintai Ramira dan Asha mencintai Eden.
Akhhhh hubungan macam apa itu?.
Batin Edo
"aku akan menggiring aland untuk datang lebih cepat ke Indonesia setelah itu baru menggiring Selena menuju ke kecurigaannya selama ini"
Ucap edo tiba-tiba.
"semua terserah padamu, asalkan permainan nya lebih cepat berakhir itu sudah cukup baik untukku"
********
Kembali ke pagi tadi.
Vio mulai menggeliat pelan dan masuk ke dalam pelukan Edo, rasa di seluruh tubuhnya terasa meluluhlantakkan semua bagian dalam tubuhnya, sesi panjang percintaan mereka semalam yang hanya dilakukan oleh Edo tidak hanya 1 kali pada dirinya benar-benar membuatnya kewalahan.
rasa kantuk masih jelas terasa di pelupuk matanya, andaikan hari ini libur Vio pikir dia ingin sekali bangun kesiangan guna menetralisir rasa sakit di sekujur tubuhnya bahkan di bawah sana, tapi sayangnya hari ini dia harus ke sekolah.
Saat vio masih merasa nyaman berada di dalam pelukan Edo, dan sang suami Tampak mempererat pelukannya tiba-tiba pintu kamar mereka di gedor oleh seseorang.
Bugggggg
Bugggggg
Terdengar teriakan Mommy Vio dari arah depan.
seketika bola Vio dan Edo langsung terbuka.
oh shi..t.
Umpat Edo dalam hati.
buru-buru Edo melepaskan pelukannya, laki-laki itu masih sempat mencium kening istrinya langsung beranjak dari tempat tidurnya.
"Aku akan langsung masuk ke kamar mandi, bersikap seolah-olah biasa saja Hmmm"
Ucap Edo pada vio sambil mengelus pipinya, laki-laki itu masih sempat mencium bibir Vio dalam hitungan detik.
I love you
Ucap Edo sambil membentuk jemarinya dengan tanda cinta, lantas laki-laki itu mengedipkan sebelah matanya.
Wajah vio langsung bersemu merah lantas dia membalas.
"I love you too"
Lantas Vio buru-buru membuka pintu kamar mereka, seketika wajah Sang Mommy Vio tampak tersenyum manis menatap dirinya.
"Mandi dan bersiaplah untuk sekolah, setelah itu mari mendapatkan sarapan bersama"
Ucap sang Mommy Vio lantas mencium kening vio dengan lembut.
"Hmmmm kamu bau keringat sayang"
Ucap Mommy nya cepat.
"Apa ac-nya mati kenapa kamu bisa bau keringat sayang?"
Mommy nya bertanya sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Ya?"
Seketika Vio terkejut dengan pertanyaan Mommy nya