Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Dalam persiapan



Masa sekarang


Jelang penyerangan


Markas besar Black Lion Mafia


Manhattan.


Luck Tampak berbicara dengan bern di ujung ruangan, mendiskusikan beberapa hal bersama.


Anggota lain tampak mulai mengecek senjata yang akan dibawa oleh mereka masing-masing.





"Kali ini kita bergerak Tanpa Abigail"


Kekeh Hera.


"Kau jatuh cinta pada nya?'


Ejek ave Dengan posisi duduk sambil mulai memasukkan peluru ke dalam senjata yang ada di tangan nya.



Hera tampak meraih 2 bilah belati di sisi kiri nya.



"Aku lebih suka laki-laki dewasa, kau tahu? anggap saja seperti sugar Daddy, ketika usia ku 22 tahun, aku lebih suka dengan laki-laki berusia 35-40 tahun"


Bisik Hera sambil menggoda.


"Hahahaha kalau begitu pilihan nya benar jatuh pada Tuan Burhan"


Eve bicara sambil meletakkan beberapa senjata di sekitar paha nya.


"Owh God, bagaimana aku mengatakan nya? dia benar-benar tidak pernah tertarik pada ku"


Keluh Hera sambil mengikat rambut nya ke atas, lantas perempuan itu meraih sebilah pedang.


"Look....apa aku kurang seksi dan menarik?'


Tanya Hera sambil memutar tubuhnya.



"Seksi dan menarik, aku fikir kamu harus bermain tarik ulur kali ini"


Bern tahu-tahu muncul dari arah belakang.


"Maksudnya?'


"Laki-laki akan lebih dibuat penasaran ketika kamu pandai menarik ulur hati nya, saat kamu menjauh dia baru merasakan arti kehilangan'


"Wow....itu saran yang cukup menarik"


"Coba saja, dia pasti berada di antara hidup dan mati ketika kehilangan kamu, laki-laki itu pada akhirnya akan tergila-gila pada mu"


Setelah berkata begitu, Bern langsung mengedip kan sebelah mata nya.


"Aku pikir harus menggunakan trik itu setelah misi ini"


"Kamu bisa mencoba nya, semoga berhasil beb"


2 perempuan itu terkekeh geli lantas melanjutkan apa yang harus mereka lakukan.


*********


Disisi lain.


Murat tampak mulai menggunakan rompi anti peluru lantas menyelipkan senjata milik nya ke beberapa bagian tubuh dibantu oleh Bahrat.


"Aku fikir memang seharusnya kamu yang membawa mobil nya, uncle"


Ucap Murat sambil mengecek Senjata Milik nya lantas meletakkan satu senjata api di sisi kiri pahanya.



"Selama Edo tidak ikut, aku cukup aman mengendarai mobil apapun"


Mendengar ocehan Bahrat seketika Murat terkekeh, dia ingat bagaimana laki-laki itu bisa tepar setelah dibawa oleh Bahrat dan Selena dari Palembang saat menyelamatkan Malika, Edo benar-benar tumbang saat tiba di mansion nya pagi itu.


"Dia tidak punya jiwa bertempur sama sekali"


Ucap Murat kemudian.


*******


Disatu sisi lain.


Semua orang tampak bersiap dengan senjata mereka masing-masing, Farhan mulai menyalakan layar proyektor dan memimpin orang-orang untuk mengikuti arahan dimana Titik lokasi penyerangan.


Murat, Bahrat, Bern, Luck dan 3 angel langsung ikut merapat.


Bisa dilihat semua orang fokus menatap ke arah laki-laki itu.


"Kita akan memecah anggota menjadi 4 tim, black lion bersama Luck, red Mafia bersama Bern, beberapa orang masing-masing mengikuti Winda melumpuhkan lawan hingga mereka mendapatkan berlian serta lukisannya dan tim terakhir memecah Bersama Bahrat dan Murat, sisa nya bersama ku masuk melalui pintu darurat.




Semua orang tampak mengangguk paham.


"Hati-hati dengan granat nya"


Ucap Luck dari arah samping Farhan.



"Dan selamatkan putri Brenda, jangan sampai ada yang terluka sedikitpun"


"Yes Sir"


Semua orang menjawab bersamaan.


Lantas setelah itu semua orang mulai kembali mempersiapkan peperangan.


Kali ini mereka menyerbu markas besar Milik Alestor, merek harus menghancurkan laki-laki itu hingga ke akar-akarnya dan memusnahkan nya bagaimana pun caranya.


Dan Luck butuh pengakuan dari mulut laki-laki itu untuk meruntuhkan nya dari Humairah Group dan juga memusnahkan nya dari muka bumi ini.