Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Menjebak namun terjebak



Masa Vio dan Edo


Beberapa waktu


Sebelum Selena mendapati Farhan bersama perempuan lain didalam kamar apartemen nya.


"Dia akan tiba dalam beberapa waktu lagi"


Seseorang bicara pada Farhan melalui handphone nya.


Secepat kilat Farhan menoleh ke arah perempuan yang telah duduk di atas kursi sofa di kamar apartemen nya itu, perempuan itu tampak sibuk memainkan handphone nya sambil hanya menggunakan handuk mandi nya.


"Sudah datang?"


Tanya perempuan itu sambil melirik ke arah Farhan.


"Masih di jalan"


Ucap Farhan sambil bola mata nya terus menatap ke arah parkiran.


"Ini mungkin akan menyakiti gadis itu Farhan, aku cukup tidak paham jalan fikiran laki-laki jaman sekarang, membayar ku demi untuk membuat gadis lain cemburu ckckckckk"


Perempuan itu menghela nafasnya sambil terus memainkan handphone nya.


"Ini satu-satunya cara untuk menyingkirkan Selena dari kehidupan ku"


Jawab Farhan pelan.


"Entahlah, terserah pada mu. Yang aku tahu Aku hanya di bayar, dan aku harus melakukan tugas ku hingga tuntas"


Jawab perempuan itu cepat.


Sejenak Farhan mencoba kembali mengintip ke arah parkiran.


"Bergerak, dia datang"


Secepat kilat perempuan itu naik ke atas kasur, mempersiapkan diri seolah-olah mereka sedang melakukan adegan ran..jang yang paling panas saat ini.


Farhan secepat kilat melepaskan pakaian atas nya, lantas membuang celana jeans nya, kemudian tanpa basa-basi dia naik ke atas kasur dan mulai naik ke atas tubuh perempuan itu.


"Kau membuat ku benar-benar menginginkan kamu"


Goda perempuan itu tiba-tiba.


"Yeah, jika kamu ingin mencoba nya kamu tahu apa akibat nya?"


Ucap Farhan sambil menatap dingin kearah perempuan itu.


"Ahhh image buruk mu keluar dimana-mana soal one night stand, realita nya tidak ada yang pernah benar-benar tidur dengan mu, kamu hanya menghabiskan malam dengan para perempuan didalam satu ruangan, menghabiskan minuman, bicara lalu pulang"


Keluh perempuan itu.


"Berhenti lah mengoceh, dia bisa jadi ada didepan"


"Akan terdengar jika dia masuk, aku serius apa tidak bisa kita benar-benar melakukan nya?"


Goda perempuan itu sambil mulai menggerayangi dada Farhan.


"Kau sedang bercanda dengan ku?"


Farhan berusaha menepis tangan perempuan itu.


Namun tiba-tiba sepersekian detik kemudian terdengar suara interkom pintu berapa kali ditekan.


"Dia datang"


"Ini keuntungan ku, jangan protes"


Ucap perempuan itu cepat, menarik leher Farhan dengan gerakan cepat lantas mereka mulai bertaut bibir untuk beberapa waktu.


Dari arah belakang Selena jelas terkejut,Seketika barang di tangan Selena terjatuh dan terhempas ke lantai, air mata Selena jelas perlahan tumpah.


Seketika Farhan dan perempuan itu menoleh.


Farhan Dengan gerakan tergesa-gesa langsung melesat turun dari tubuh perempuan itu, menarik handuk yang ada di sisi kasur, meminta perempuan itu berganti pakaian nya dengan cepat agar meninggalkan mereka.


"Sayang, aku bisa menjelaskan semuanya"


Farhan bicara dengan perasaan penuh rasa bersalah, mencoba menyentuh wajah Selena beberapa waktu.


"Kau sama sekali tidak berubah, Han"


Selena jelas tidak habis fikir bagaimana dia bisa mencintai laki-laki ini begitu lama, mencoba menerima semua kelakuan buruknya, bersabar dalam memahami kemauan nya bahkan masih terus bertahan hingga hari ini.


"Sayang, benar-benar maafkan aku, ini hanya..."


"Kesalahpahaman?"


"Berapa kali?berapa kali tiap Aku memergoki kamu dengan perempuan lain selalu berkata, ini kesalahpahaman?"


pekik Selena kesal.


"Ini sudah melampaui batasan ku Han, sumpah benar-benar melampaui batasan ku"


Farhan berusaha menarik kasar nafasnya.


"Bukan kah aku bilang hubungan kita seperti terlihat sia-sia? kau selalu pada prinsip mu sejak dulu, come kita laki-laki dan perempuan dewasa,prinsip mu yang tidak ingin tidur dan tidak tinggal bersama membuat aku tersiksa Selena"


kali ini Farhan mencoba meluapkan semua kekesalan nya.


"Aku laki-laki dewasa, sek..s untuk ukuran laki-laki seperti aku tentu sangat penting ok, tapi kamu sama sekali tidak mau memahami nya"


"Hah"


Selena menghembuskan kasar nafas nya, tidak percaya lagi-lagi Farhan akan membahas nya.


"Jadi apakah hubungan ini hanya akan menjadi sebatas sek..s dan tinggal bersama? tanpa prinsip? tanpa masa depan?"


"Aku tidak bilang begitu"


"Tinggal bersama tanpa ikatan?"


"Selena, kita akan menikah ketika waktu nya memang harus menikah"


Farhan mencoba menyentuh tubuh Selena.


"Stop"


Selena mencoba menahan tangannya didepan Farhan.


"Don't move please"


ucap Selena sambil berusaha menarik kasar nafasnya.


"Sekarang aku paham kemana sebenarnya hubungan kita akan berjalan"


Selena berusaha untuk tidak lagi mengeluarkan air matanya.


"Kau masih tidak tahu dimana mestinya hati mu berlabuh Han, dan aku jelas bukan pilihan mu"


"Sayang"


"Aku benar-benar menyerah, sebaik nya kita sudahi semua nya"


Farhan tampak diam.


Sepersekian detik kemudian Selena tanpa aba-aba langsung melesat pergi dari hadapan laki-laki itu.


"Selena, Selena"


Farhan pura-pura berusaha mengejar langkah perempuan itu, tapi jelas kondisi dirinya sangat tidak memungkinkan, hanya menggunakan handuk sangat tidak mungkin untuk mengejar Selena saat ini.


Laki-laki itu secepat kilat berbalik, perempuan tadi tampak tersenyum, mendekati Farhan kembali, tapi tiba-tiba perempuan itu terbelalak kaget menatap ke arah belakang Farhan,.


Melihat ekspresi perempuan itu, Farhan secepat kilat menoleh, sepersekian detik kemudian Farhan tercekat saat menyadari Ramira berdiri dihadapan nya dengan bola mata berkaca-kaca disaat sosok Selena telah menghilang entah kemana.


"Ramira"


Tanpa bicara apa-apa, perempuan itu langsung melesat pergi meninggalkan Farhan.


Oh ****.


umpat Farhan kesal lantas langsung berbalik masuk kedalam, mengambil celana dan pakaian nya,dia jelas tidak mungkin mengejar Ramira hanya menggunakan handuk.


"Bagaimana ini?"


Perempuan yang ada dihadapan Farhan menatap panik laki-laki itu, khawatir Ramira salah paham terhadap mereka.


"Kau harus menjelaskan semua nya pada Ramira"


Setelah berkata begitu Farhan langsung melesat keluar dan turun kebawah seperti orang gila, bahkan dia mengitari parkiran demi mencari Ramira yang menghilang entah kemana, beberapa kali Farhan mencoba untuk menghubungi Ramira namun sia-sia.


"Oh shi..t"


Farhan mengusap kasar wajah nya dengan jutaan kekhawatiran.


*******


Catatan \=


Ingatan di episode 163 dan 164


di putri perawan milik Daddy season 1