Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Salju pertama penuh kerinduan



zurich switzerland


Swiss


Kala Salju pertama kali jatuh


Ketika Eden masih berkutat di belakang dengan kegiatan nya, Sejenak Ramira menatap langit Zurich Switzerland dari dalam rumah, dia perlahan mencoba keluar ke halaman belakang, berdiri menatap kearah langit untuk beberapa waktu.


Salju pertama.


Ucap nya dalam hati sambil memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu.


Perempuan itu mencoba menghirup aroma winter yang begitu dia rindukan, dia fikir kapan kali terakhir dia menikmati winter pertama?.


Bertahun-tahun yang lalu ketika dia mempertanyakan hati apakah dia mencintai Eden atau tidak, kala itu dia memilih menghabiskan waktu berlibur ke Prancis tanpa siapa-siapa.


Kala itu dia sadar Jatuh Cinta Itu seperti Narkotika Alami


Disadari nya ketika jatuh cinta Semua orang bisa merasakan hal-hal yang aneh, Merasa gugup seolah ada kupu-kupu berada di dalam perut, tangan berkeringat, dan jantung berdebar lebih cepat saat bertemu dirinya.


Bahkan benar menurut sebuah jurnal psikologis yang diterbitkan dari Universitas Loyola mengatakan proses jatuh cinta ini melibatkan fungsi otak kita yang mengatur emosi. Dalam otak kita ketika merasakan jatuh cinta aliran darah mengalir deras ke wilayah otak yang mengatur emosi sehingga kadar dopamin meningkat dan menurunkan kadar serotonin. Dengan tingkat aliran darah yang besar memicu naiknya tingkat adrenalin dan norepinefrin yang bertanggung jawab atas kegelisahan hati atau debaran jatung ketika jatuh cinta. Makanya tak jarang orang dengan tingkat serotonin rendah selalu memikirkan sang lawan di tahap awal hubungan.


Dan ada banyak alasan yang bisa dia simpul kan kenapa dia sampai begitu jatuh sedalam-dalamnya pada Eden, mereka pada dasarnya memiliki begitu banyak kesamaan dan mereka bahkan tanpa sadar saling bergantung antara satu dengan yang lainnya.


Salju di kota zurich switzerland seketika mulai menebal, sambil membuka bola mata nya seulas senyuman indah Tampak mengembang sempurna di wajah Ramira.



Secara perlahan tangan kanan nya menyentuh lembut perut nya sendiri, tangan kirinya menengadah tangan sambil merasakan betapa menyenangkannya bisa merasakan salju di hari pertama kembali di kota zurich switzerland.


"Kamu Merasa kan nya sayang?"


"Ini salju pertama kita, bersama, Mommy, Daddy dan kamu"


Tiba-tiba terdengar suara Eden dari balik telinga Ramira, laki-laki itu bicara sambil kedua belah tangannya secara perlahan masuk dari kedua sisi kiri dan kanan pinggang Ramira kemudian memeluk dengan lembut perut yang sudah mulai membuncit tersebut.


"Ohhh bukan kah rasanya begitu dingin sekali?"


Tanya Eden tiba-tiba sambil mengencangkan pelukan nya, namun tetap menjaga tangannya agar tidak terlalu erat memeluk perut Ramira.


"Kamu tahu Sayang? Mommy mu tidak bisa terkena udara dingin berlebihan, tapi Mommy kamu type perempuan yang selalu terlihat kuat tanpa mau memperlihatkan kelemahan atau bahkan kekurangan nya"


Mendengar ucapan Eden, Ramira menoleh ke arah Eden dari sisi kanan nya.


"Alergi nya akan muncul di musim pendingin hmm"


Ucap Eden lagi sambil menyatukan hidung mereka.


"Masih hapal hal buruk pada ku?"


Tanya Ramira dengan bola mata berkaca-kaca.


"Selalu hapal dalam seumur hidup ku"


Setelah berkata begitu Eden secara perlahan membalikkan tubuh Ramira agar menghadap kearah nya, laki-laki itu menggenggam erat telapak tangan Ramira dengan kedua telapak tangan nya.


Secara perlahan dia menggosok-gosok kan kedua tangan kecil itu, lantas menghembuskan telapak tangan itu dengan mulutnya.


"Aku sudah membuatkan minuman hangat didalam hmmm"


Ucap Eden sambil menyentuh lembut wajah Ramira dengan kedua telapak tangan nya, sepersekian detik kemudian tiba-tiba laki-laki itu memajukan wajahnya, Seketika Ramira memejamkan bola matanya dimana laki-laki itu menautkan bibir mereka, Eden tampak bergerak penuh kelembutan menautkan bibir mereka, menghabiskan waktu dengan penuh kerinduan untuk beberapa waktu.