
"Tadi katanya turun, sekarang naik, nanti turun lagi eeee disuruh naik lagi"
Lea sejak tadi terus mengomel didalam mobil.
Dia agak bjngung dengan kelakuan luck, dia fikir laki-laki itu jelas dengan jahat nya berkata turun dari mobil sekarang, giliran turun eee malah disuruh naik lagi.
Tidak jelas!.
Oceh Lea dalam hati
"Turun bukan berarti harus naik motor dengan laki-laki asing kan? kenapa harus lepas cincin pernikahan?"
Luck mulai bicara sambil melonggarkan sedikit dasi nya, tidak tahu kenapa rasa panas menghantam diri nya.
"Nama nya juga rejeki yang datang tiba-tiba, memangnya harus aku tolak?"
Lea bicara sambil memutar bola matanya.
"Kan aku belum bilang pada teman-teman kalau sudah menikah, nanti apa kata mereka"
Lea menghela pelan nafasnya.
"Jadi tiba-tiba melihat laki-laki muda pakai motor model perosotan yang menukik seperti tebing terjal bisa menempel dada dipunggung laki-laki itu di sebut rejeki?"
Luck melotot tidak percaya dengan ocehan Lea.
"Ya?"
Lea menoleh ke arah luck sejenak, lantas otak nya mulai berfikir keras.
Motor yang menukik seperti tebing, saat dia duduk langsung merosot ke punggung Selim.
"Hmmmm lumayan juga, aku bisa memeluk gratis punggung kekar nya"
Jawab Lea cepat sambil terkekeh kecil membayang kan adegan romantis antara dia dan selim.
"Yakkkkk"
Luck langsung berteriak kesal melihat khayalan tingkat tinggi otak Lea.
Gadis itu melonjak kaget.
"Uncle kenapa sih?"
Oceh Lea sambil kembali menoleh ke arah luck.
"Hahhhh terus aku harus jalan kaki begitu kekampus?"
Lea bertanya sambil meletakkan kedua telapak tangan nya ke arah bibirnya,dia menatap luck sambil memicingkan bola mata nya.
"Ckckckck suami macam apa itu?"
Ledek Lea lantas membuang pandangannya.
"Ada banyak alternatif lain, taksi, atau tumpangan lainnya Tapi bukan naik motor dengan laki-laki macam itu"
Ucap luck dengan nada yang begitu kesal.
"Memangnya ada taksi dan lain sebagainya di tempat terpencil begini? kalau ada aku tidak usah repot-repot naik sepeda setiap kali kekampus? uncle tahu betapaaaa seluruh betis-betis ku terasa ingin copot saat aku mengayuh sepeda ku?"
Lea mulai mengeluh soal kenyataan hidup nya.
"Uncle bahkan dengan tega nya membiarkan aku mengayuh sepeda sendirian, ckckck suami macam apa itu? tidak terpikir kan kalau tiba-tiba ada yang menculik ku di tengah jalan kemudian aku di apa-apakan orang asing, di culik atau di bunuh misalnya"
Lanjut nya lagi panjang lebar.
"Tidak ada yang tertarik menculik atau membunuh kamu"
Sambung luck cepat.
"Oh god, dia tidak tahu istri nya begitu cantik dan banyak pengemar nya"
"What?"
"Look my face....lihat lihat betapaaaa cantik nya diri ku uncle, kalau aku diculik oleh seseorang bayangkan bagaimana kerugian yang akan uncle alami?"
Lea bicara sambil memajukan wajahnya mendekati wajah luck.
Shi.t.
umpat luck saat Menatap sekilas wajah gadis itu.
"Ah iya juga laki-laki macam uncle tidak tahu aku ini cantik"
Lea bicara lantas membuang wajahnya.
"Aku jadi berfikir kenapa semalam aku yang memperkosa uncle, uncle bilang aku tidak cantik dan tidak akan ada yang tertarik pada ku? jangan-jangan sebenarnya uncle ini tidak normal sebagai seorang laki-laki yah? itu sangat mengerikan sekali, jangan-jangan punya Uncle Sulit berdiri"
Saat Lea mengoceh soal itu panjang lebar penuh kecurigaan, seketika luck mengerem mendadak mobil nya.
Ciittt
"Hah ada apa? ada kucing? anjing? ada orang?"
Tanya Lea dengan ekspresi panik, kepalanya celingak-celinguk menatap kedepan dan kesamping nya.
"Kamu bilang apa tadi? tidak normal?"
Luck bertanya sambil memicingkan sebelah matanya.
"Ya?"
Lea menoleh cepat kearah luck.
laki-laki itu tiba-tiba melepaskan safety belt nya, bergerak kesamping kearah nya sambil menatap wajah nya.
"A..da apa??"
Lea memundurkan tubuhnya.
Secara perlahan wajah luck semakin mendekati wajahnya, semakin Lea mundur kesamping kearah pintu mobil, semakin luck maju dan menggeser posisi duduk nya.
"Tidak bisa berdiri?"
Tanya luck lagi.
"Hahahaha aku fikir begitu"
Ucap Lea sambil terus mundur dari posisi nya, kali ini tubuhnya mentok ke pintu mobil, secara perlahan tubuh gadis itu turun saat luck semakin merapatkan wajah mereka.
"Mau mencoba nya sekali lagi di mobil?"
Tanya luck sambil menaikkan ujung bibirnya.
"wh..at?"
Lea mencoba menahan dada Luck.
"Mau coba uji ketangkasan?"
Semakin Luck merapat kan dirinya, tiba-tiba jantung Lea berdetak begitu kencang tidak beraturan.
"Tangkas? apa yang...hmppp"
Belum juga selesai Lea bicara tiba-tiba bibirnya ditutup rapat oleh luck dengan ciuman nya, Awal nya begitu lembut lalu tiba-tiba menjadi begitu hangat dan menggebu.
Wait... tunggu dulu.
Lea mencoba mendorong tubuh luck tapi tidak berhasil, Lea merasa laki-laki itu tiba-tiba membawa ciuman nya begitu jauh.