Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Menegang di jalanan



10 menit setelah Ramira menghilang


Seketika Eden membeku saat dia baru saja masuk ke dalam mansion Farhan, Edo menghubungi nya dan berkata agar dia buru-buru mengecek keberadaan Ramira.


Eden secepat kilat memeriksa seluruh ruangan disana namun tidak menemukan sosok Ramira disana, yang ada saat dia masuk ke dapur terdapat sisa gelas susu, kotak susu ibu hamil, beberapa obat yang Eden tidak tahu apa.


"Alestor membawanya"


Ucap Edo dari balik earphone nya.


Oh shi..t.


"Berikan aku lokasinya"


Ucap laki-laki itu lantas melesat keluar mendekati mobil nya.


Eden secepat kilat naik ke mobilnya tanpa berfikir dua tiga kali, laki-laki itu melesat pergi menuju ke arah titik lokasi dimana semua orang tengah mengejar Alestor lebih dulu dari pada diri nya.


*******


Disisi lain.


"Oh God sang Dewa cinta meluncur Mengejar kecepatan kita"


Ucap Bern cepat sambil terkekeh geli saat mendengar Edo berkata jika Eden mulai bergerak ikut bergabung.


"Apa akan ada pertarungan sengit di Antara kalian?"


Luck bicara lantas menoleh ke arah Farhan.


Alih-alih menjawab yang ditanya tampak fokus menatap ke arah depan.


"Brengsek, mereka didepan kita"


Ucap Farhan lantas Langsung memfokuskan pandangannya pada dua mobil disisi kiri dan kanan dihadapan mereka yang isi nya adalah antek-antek nya Alestor, mereka siap menembakkan peluru ke arah mereka.


Drrrttttt


Drrrttttt


Tembakan beruntun menghantam mereka.


Kitttttttttt


"Oh shi.t"


Luck Tampak mengumpat, mengerem mobilnya dan mencoba berpindah jalur.


"Brengsek"


Umpat Farhan lantas langsung mengarahkan Machin gun nya pada mobil yang ada di samping nya itu.



Drrrttttttt


Drrrttttttt


Drrrttttttt


Ciittttttttt


Brakkkkkk


Brakakkkk


Brakakkkk


Mobil didepan mereka terpelanting tanpa ampun, tidak dapat dielakkan lagi hantaman keras memutar disepanjang jalan raya.



Luck secepat kilat mengelak mobil nya agar tidak terkena hantaman mobil tersebut.


"Clear"


Ucap luck sambil menaikkan ujung bibirnya.


"Berikan pada kami"


Ucap laki-laki itu cepat.


"Dengan senang hati"


Luck langsung memecah arah, membelokkan mobilnya ke arah sisi kanan dan membiarkan Bahrat masuk membawa mobil nya mengganti kan posisi mereka didepan.


Sepersekian detik kemudian tanpa basa-basi Murat menembak kan senapan nya tanpa jeda.


Drrrttttt


Drrrttttttt


Drrrttttttt


Duaarrrrrr


Sebuah ledakan dahsyat menghantam mobil didepan mereka.



"Oh shi..t, dia lebih ahli dari pada kita"


Umpat Luck sambil mendengus tidak percaya.


********


Disisi lain.


Bern dan Anggota red Mafia serta black panther secepat kilat mengejar anggota Alestor yang tertinggal dibelakang.


"Itu mereka"


Ucap Bern Lantas mulai menaikkan senjata nya disaat tim nya yang sibuk dan fokus dengan stir nya.


Drrrttttttt


Drrrttttttt


Drrrttttttt


Suara tembakan saling baku hantam terdengar disepanjang perjalanan titik kota, mereka tertinggal cukup jauh dari semua nya.


Seketika kawanan Alestor menerjang kaca mobil belakang mereka lantas mencoba menembak Bern dan tim nya tanpa ampun.


Drrrttttttt


Drrrttttttt


Drrrttttttt


"Oh shi..t"


Seketika sang sopir membanting stir nya dan


Ciiitttttttt


Braakkkkk


Braakkkkk


1 Mobil dibelakang Bern yang adalah Anggota Bern melesat dan terpelanting secara dahsyat.



"Breng..sek"


Umpat Bern, laki-laki itu menukar pistol nya dengan cepat.


"Kali ini jangan sebut nama ku jika dia tidak hancur berkeping-keping"


Ucap Bern lantas bersiap melakukan penyerangan kembali.