
Eden masih mengerutkan keningnya saat sadar siapa yang ada dihadapan nya saat ini.
"Emir?"
Ucap Eden pelan.
Yang dipanggil melepas kan pelukan nya dari Ramira.
"Aku fikir kau di Indonesia?'
Ucap laki-laki itu sambil meninju pelan dada Eden.
"Dia mengkhianati mu sayang?"
Emir bicara ke arah Ramira.
"Atau kamu yang mengabaikan nya?"
Tanya Emir lagi.
"Ya?"
Ramira cukup terkejut mendengar pertanyaan Emir.
"Aku cukup menyesal melepaskan Ramira kemarin jika tahu kau mengabaikan nya dan memilih orang lain untuk diri mu"
Ucap Emir dengan tatapan datar ke aran Eden.
Yang di ajak bicara tampak menelan salivanya.
"Emir"
Ucap Ramira pelan, berusaha untuk menahan tangan nya.
Ramira tahu laki-laki itu pasti sedang berusaha menahan amarahnya, laki-laki itu pasti berfikir Eden lah yang melepaskan tangan nya, Eden yang mengabaikan nya dan Eden yang menyakiti dirinya.
"Apa kamu sedang berusaha membela nya? aku dengar dia mencampakkan kamu dan menikahi gadis lain?"
"Bukan seperti itu"
"Lalu? kamu yang mencampakkan nya?"
Begitu Emir bertanya ke arah Ramira, perempuan itu tampak menundukkan kepalanya, Seketika kuku telunjuk dan jempol Ramira saling menekan antara satu dengan yang lainnya, itu kebiasaan yang memang tidak pernah hilang dari Perempuan itu, setiap kali panik atau merasa menyesali soal sesuatu Ramira akan menampilkan kebiasaan buruk nya yang seperti itu.
Jadi benar.
Emir bicara didalam hati nya.
Dia hanya berusaha memancing reaksi dua orang tersebut,dia fikir Ramira yang memutus kan hubungan mereka demi orang lain.
Itu yang paling tidak Emir suka dari perempuan itu sejak dulu, Ramira merupakan type orang yang terlalu banyak berfikir dan mengalah pada orang lain.
Karena itu perempuan itu begitu gampang di manfaatkan oleh orang lain.
Ucap Emir kemudian pada Eden.
Eden baru akan menjawab, Tapi tiba-tiba terdengar sebuah suara di samping kanannya.
"Emir?"
Aland Tampak mengemban kan senyuman nya, terlihat begitu bahagia melihat sosok Emir sang teman lama nya yang tahu-tahu berdiri di depan nya.
Seketika Emir terkejut.
"Ada yang bisa menjelaskan pada ku? kenapa laki-laki ini ada disini?"
Canda Emir, kemudian mereka saling merangkul erat melepas kan kerinduan.
"Oh shi..t"
Aland mengumpat sejenak.
"kau yang seharusnya menjelaskan padaku, kenapa ada disini dan.....?"
Seketika bola mata Aland tertuju pada koper yang ada di tangan Emir.
Koper pink dengan gambar hello Kitty.
Aland tampak tertawa hambar.
"Jangan bilang kamu sudah berganti selera soal pasangan?"
Aland menyindir pelan, dia fikir apa mungkin sekarang Emir menjadi laki-laki gemulai? selera nya sudah bukan seorang gadis atau perempuan namun sekarang telah berganti menjadi laki-laki, lebih tepatnya penyuka sesama jenis, transgender apapun itu yang Aland tidak tahu nama nya.
Seolah sadar dengan keadaan, Emir langsung menoleh ke arah tas koper di tangannya.
"Ah ini?"
Bola mata nya langsung mencari sosok Mina, gadis itu tampak masih mematung di sisi kiri nya.
"Kemarilah"
Ucap Emir tiba-tiba ke arah Mina.
"Apa ada yang kami tidak ketahui, Mina?"
Saat Emir baru selesai memanggil Mina, tiba-tiba terdengar suara dua laki-laki yang saling menimpa Antara satu suara dengan suara lainnya dari arah belakang Emir, semua orang tampak menoleh.
Seketika Mina menjadi bingung, dia fikir.
Oh la la.
Ya ampun dua beruang kutub seperti nya siap untuk menghajar mangsa nya.
Batin nya sambil menahan pelan nafas nya.