
Begitu mamanya bertanya soal keringat, jelas saja Vio sedikit kelabakan.
"Masa ma?"
Vio bertanya lantas mencoba mundur ke belakang.
"Ah iya Vio mematikan AC nya semalam, vio lupa menyalakan nya kembali"
Sambil bicara vio meraih parfum yang ada di atas meja lantas menyemprotkannya ke arah nya.
"Sayang kamu belum mandi ngapain pakai parfum?"
Tindakan Vio jelas membuat Mommy nya bingung.
"oh iya belum mandi"
Cengir Vio.
"aku masih menunggu Uncle mandi Mom, setelah ini aku baru mandi"
Setelah berkata begitu dengan cepat menyambar handuk nya.
"Aroma kamarnya jadi aneh, apa Uncle kamu sering membawa perempuan ke kamar selama kamu di Jakarta?"
Tanya sang Mommy nya tiba-tiba.
Vio tampak diam.
"Ada beberapa teman perempuannya Mom"
Jawab Vio pelan.
"Ada yang pernah tidur di sini?"
Vio menggelengkan kepalanya sejenak.
"Vio kurang tahu mom"
"Uncle mu seperti nya memang punya perempuan khusus"
Ucap Mommy nya pelan.
Vio sedikit kurang paham dengan apa yang dikatakan Mommy nya.
"Uncle mu harus benar-benar memperkenalkan perempuan itu kepada kami, Sepertinya hubungan mereka bukan hanya sekedar pacaran"
setelah berkata begitu Mommy vio perlahan membalikkan tubuhnya sambil berkata.
"Mommy tunggu di meja makan untuk sarapan bersama"
"Yes Mommy"
setelah mamanya beranjak pergi tidak lama kemudian Edo keluar dari kamar mandi.
"Ada apa?"
Edo bertanya pada Vio.
Vio menaikkan bahunya sejenak.
"tidak apa-apa Uncle, aku mau mandi dulu"
*********
"Sayang kamu tidak mau minum susu mu?"
Mommy Vio bertanya pada putrinya itu karena melihat Vio meninggalkan susunya dengan terburu-buru sambil meraih tasnya dan ingin pergi ke sekolah.
"aku sudah cukup kesiangan Mommy dan lagi aku sudah besar kok udah malas minum susu"
Jawab Vio cepat lantas buru-buru memakai sepatu sekolahnya.
"aku harus berangkat ke rumah sakit sekarang kak"
Ucap edo juga sambil menggunakan sepatu kerjanya.
"oke hati-hati di jalan, jangan ngebut ya titip vio"
Pesan kakaknya cepat lantas melihat dua orang itu melesat keluar dari apartemen menuju ke arah lantai bawah.
perempuan itu buru-buru menoleh kearah suaminya setelah memastikan Edo dan Vio pergi.
"Aku pikir hubungan Edo dan kekasihnya cukup dalam"
Ucap Mommy Vio ucapan kepada suaminya.
Sang suami yang masih sibuk membaca majalah sambil menyesap kopinya langsung menoleh ke arah sang istri.
"maksudnya nya?"
Tanya laki-laki itu langsung menoleh ke arah istrinya.
"Aku pikir perempuan itu sering tidur di kamar Edo"
ujar Mommy video.
Daddy Vio tanpa menaikkan sebelah alisnya.
"Ya? kenapa begitu,kamu mencurigai sesuatu?"
Mommy vio menaikkan bahunya.
"Hanya insting seorang kakak"
Ucap nya cepat.
setelah berkata begitu Mommy vio mulai membereskan sisa sarapan mereka dan membenahi piring serta gelas yang digunakan dan Edo.
sembari membereskan sisa sarapan, tidak tahu kenapa tapi Mommy vio Merasa ada yang aneh dengan perasaan nya, tapi yang jelas dia tidak tahu keanehan nya ada di mana.
Hanya merasa sedikit gelisah dan berpikir seolah-olah sesuatu yang salah telah terjadi, tapi buru-buru perempuan itu menepis pemikiran-pemikiran anehnya tersebut.
"jadi kita yakin pulang besok?"
Tanya perempuan itu kemudian kepada suaminya.
"Hmmm kita kan pulang besok karena ada beberapa urusan di perusahaan yang tidak bisa aku lepaskan"
mommy Vio tampak menganggukkan kepalanya.