
Ditengah perasaan bingung Lea, bola mata perempuan tersebut terus berapa bola mata Luck.
"Laki-laki itu menyebut nama ku, Lea. Kau tahu aku seperti melihat kakakku di dalam bola matanya"
Lanjut perempuan itu lagi kemudian.
Seolah-olah sadar apa yang diucapkan oleh istrinya, seketika Luck Stephard membulatkan bola matanya, dia kemudian dengan cepat bertanya.
"Siapa?"
"Laki-laki yang barusan pingsan dan dibawa oleh semua orang"
"Dimana dia sekarang?"
Luck bertanya dengan tidak sabaran.
"Pergi menuju ke mobil ambulans"
Begitulah berkata seperti itu langsung menggenggam telapak tangan gaya dengan cepat.
"Ada apa?"
Sang istri nya jelas bertanya bingung.
"Tidakkah kau menyadarinya sayang? bisa jadi dia adalah Aries"
Saat Luck berkata seperti itu, seketika Lia membulatkan bola matanya, ekspresi wajahnya langsung berubah kemudian tiba-tiba dia mengingat soal sesuatu ya bisa jadi kakak laki-lakinya di mana mereka telah mengubah wajahnya.
Dua orang tersebut yang dilanda kepanikan seketika langsung bergerak dengan cepat keluar dari tempat itu dan mengejar langkah.
Tidak peduli bagaimana sang pemilik toko yang baru saja selesai mempacking kalung yang diinginkan Lea, perempuan tersebut 5 tahun sepasang anak manusia itu dengan tatapan bingung.
Lea dan Luck berlarian menuju ke arah depan di mana mereka bergerak menuju ke arah pintu elevator untuk bergerak pergi, namun pada akhirnya karena takut cukup lamban mereka harus menggunakan tangga agar bisa bergerak lebih cepat dan leluasa.
Mereka mencoba mengejar melewati anak sebelum orang-orang itu menghilang dan membawa laki-laki tersebut entah ke mana, jangan ditanya bagaimana perasaanmu yang saat ini kebingungan jelas menyergap dirinya.
Ada jutaan perasaannya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata semuanya terasa begitu sulit dan juga membuat sesak perasaannya, dia pikir apa mungkin laki-laki tadi itu kakaknya seperti kata semua orang, juga laki-laki itu adalah artinya laki-laki itu benar-benar tidak lagi mengenal dirinya tapi kenapa laki-laki itu menyapanya seperti orang asing ini baru kali pertama bertemu namun menatapnya seolah-olah mereka pengalaman saling mengenal antara satu dengan yang lainnya.
Mereka terus melarian menuruni satu persatu anak tangga tanpa mempedulikan tatapan mata semua orang, yang mereka pedulikan adalah mereka harus mendapat sosok laki-laki tersebut dan keluarga nya secepat nya.
Namun sayangnya ketika mereka telah tiba masih membawa bisa mereka lihat mobil ambulans telah pergi begitu jauh dan hanya menyisakan suara dominannya yang terdengar sama-sama entahlah namanya.
Luck secepat kilat bertanya ke sekitarnya itu mobil ambulans ke rumah sakit yang mana, ada beberapa rumah sakit yang ada di pusat kota, sayangnya jawaban semua orang menjadi berbeda-beda.
Bisa dia lihat bagaimana ekspresi istrinya saat ini, Lea menangis dalam diam, wajah cantik tersebut diliputi kekhawatiran besar, Luck buru-buru menyentuh wajah Lea Kemudian berkata.
"Jangan khawatir soal apapun, aku akan menyelidiki semuanya Dan aku berjanji akan mendapatkan Aries secepatnya Hmmm"
Ucap laki-laki tersebut cepat lantas memasukkan Lea ke dalam pelukannya.
*****
Disisi lain
"Apa kita akan membawa nya ke rumah sakit, nona muda Vivian Peterson?"
Salah satu perawat bertanya cepat, seolah mereka sejak awal ini sudah saling mengenal sehingga lebih baik bertanya ke mana mereka harus membawa laki-laki tersebut saat ini.
Orang-orang jelas saja mengenal keluarga Petlers Peterson dengan baik, tidak ada yang tidak tahu siapa keluarga itu, mereka keluarga yang paling berkuasa di Swiss dan cukup disegani oleh semua orang, dan mereka memiliki rumah sakit khusus serta para tim dokter ahli yang telah dibayar untuk mengurusi seluruh anggota keluarga Peterson setiap kali mendapatkan insiden, kecelakaan atau sakit dan lain sebagainya.
Tidak ada yang tahu soal rumah sakit khusus mereka kecuali beberapa perawat dan dokter kompeten ini memang dipilih khusus oleh keluarga tersebut.
Vivian menjawab dengan cepat.
Mendengar perintahnya dari perempuan tersebut semua orang langsung mengangguk kan kepala mereka dan sepersekian detik kemudian mobil tersebut mulai berbalik arah dan berjalan memutar menuju ke tempat berbeda dari tujuan awal.
*****
Rumah sakit utama Petlers Peterson
Setelah memenangkan ibu nya, Vivian Bergerak dengan tergesa-gesa menuju ke ruangan utama sang dokter khusus keluarga mereka, perempuan tersebut menampilkan ekspresi wajah penuh kekhawatiran yang mendalam, dia bergerak dengan cepat menuju ke salah satu ruangan yang ada di depan sana.
Begitu tiba di depan ruangan tersebut, Vivian langsung masuk ke dalam ruangan itu tanpa berpikir dua tiga kali.
Seorang dokter laki-laki terlihat menunggu kehadirannya sejak awal, melihat Vivian secepat Kilat laki-laki tersebut langsung mempersilahkan perempuan itu untuk duduk dan dia mulai mencoba menjelaskan apa yang terjadi.
"Ada apa dengan Arsen?"
Perempuan tersebut bertanya dengan tidak sabaran, menatap wajah laki-laki yang ada di hadapannya itu dengan cara yang sangat serius.
"Aku pikir ini cukup tidak baik-baik saja Nona"
Dokter berusia hampir setengah abad tersebut bicara dengan cepat, dia kemudian mengeluarkan sebuah kaca film seperti film foto gambar zaman dulu yang berukuran cukup besar lebih besar dari kertas HVS.
Laki-laki tersebut menyerahkannya kepada Vivian, hingga membuat Vivian langsung menata kaca film itu dengan cepat.
"Sepertinya dia mulai mengingat sedikit demi sedikit soal masa lalunya"
Ucap dokter tersebut cepat.
Mendengar ucapan dokter yang ada di hadapan nya itu, Vivian jelas langsung terkejut dan menaikkan ujung alisnya.
"Apa?"
"Dalam beberapa waktu ini aku rasa Arsen samar-samar mencoba untuk mengingat sesuatu, meskipun terlihat sangat sulit namun kemungkinan besar dia bisa mengingat soal masa lalunya tersebut secara perlahan"
Lanjut laki-laki itu lagi.
"Aku pikir jika kita akan kembali menekan nya, itu akan berdampak cukup tidak baik terhadap fungsi otaknya, ada resiko besar yang akan kita alami jika melakukan operasinya kembali"
Mendengar ucapan laki-laki yang ada di hadapannya itu membuat Vivian mencoba untuk menggenggam telapak tangannya dengan erat.
"Katakan padaku apa Ada cara lain untuk membuat dia menekan ingatannya dan tidak kembali ke masa lalu?"
Perempuan itu bertanya juga tidak sabaran, iya tahu cepat atau lambat Arsen akan melihat semuanya dan itu jelas menjadi ancaman besar untuk mereka.
Dia telah bersusah payah untuk membuat semua kembali seperti semula, mommy mereka benar-benar melewati trauma mendalam dimana putra mereka pergi dengan keadaan mengerikan dimasa lalu, demi untuk membuat mommy mereka baik-baik saja dimana kala itu wanita itu mengalami koma panjang saat kematian arsen yang di masa lalu, maka Vivian melakukan hal yang dianggap tidak masuk akal dimasa lalu, dimana dia memanfaatkan seorang laki-laki untuk bisa menggantikan posisi Arsen dimana sang mommy mereka terlihat begitu shok atas kematian Arsen dan nyaris meninggal dunia karena trauma.
Dia benar-benar kehilangan akal saat itu dan dia ingin membuat keadaan menjadi seperti semula, hingga akhirnya satu keberuntungan didapatkan oleh dirinya, dia menemukan laki-laki itu dalam keadaan sekarat dan membutuhkan bantuan besar.
Dia tahu laki-laki itu bukan orang yang jahat dan karena dia tahu laki-laki itu membutuhkan sebuah bantuan pada akhirnya tercetus ide di kepalanya untuk membuat adiknya arsen kembali lagi di antara mereka.
"Aku meragukan kinerja obat, cari cara lain untuk bisa menekan ingatannya, seandainya cara lain tidak bisa didapatkan maka lakukan operasinya"
Perintah Vivian kemudian pada dokter laki-laki yang ada di depannya tersebut.
"Apa nona yakin dengan keputusan besar ini?"
"Yah, aku yakin sekali"