
Selena dan Bahrat berjalan menuju ke arah kamar Ramira, mereka baru saja kembali membeli beberapa makanan untuk dijadikan sarapan, tapi belum juga tiba di kamar dimana Ramira dirawat tampak beberapa orang berkumpul menjadi satu di hadapan mereka.
Aland, Eden, Ramira, luck, Farhan dan...
"Mina?"
Ucap Selena cepat.
Mina adik farhan sang mantan nya juga teman baik Lea.
Buru-buru yang dipanggil menoleh ke belakang.
"Untie selena?"
Gadis itu jelas melonjak senang saat tahu siapa perempuan yang ada dihadapan nya saat ini, buru-buru Mina memeluk Selena dan mengabaikan dua beruang kutub nya dan semua orang yang ada.
"Ohhhh aku sangat merindukan untie"
Ucap mina dengan penuh kebahagiaan.
Disisi lain Farhan dan luck langsung menoleh kearah Emir, mereka berdua mengerutkan kening mereka saat sadar tas koper milik adik mereka ada di tangan laki-laki asing.
"Bukan kah kebetulan sekali? cucu zuu ada bersama Mina?"
Ucap Aland ke arah farhan dan luck.
"Cucu zuu?"
Luck menaikkan ujung alisnya.
Alih-alih menjawab pertanyaan luck, Aland Bertanya pada Emir.
"Aku dengar kamu dijodohkan dengan cucu keluarga Hurairah?"
Begitu mendengar Aland bicara soal perjodohan, luck dan Farhan saling menoleh.
Oh shi..t jadi laki-laki ini yang dijodohkan dengan Liliana?.
Umpat Farhan.
"Aku fikir mungkin, tapi aku sedang berfikir untuk menolaknya, aku dan liliana sudah berteman sejak kecil, agak aneh jika aku dan dia menikah"
Jawab Emir sambil melirik ke arah Mina.
Melihat Emir melirik ke arah Mina, membawa tas koper gadis itu, dan ..... entahlah tiba-tiba Aland mencurigai Emir seketika, dia fikir apa mungkin laki-laki itu tertarik pada Mina?.
Tidak mungkin!.
Batin nya.
Tapi Mina jelas berfikiran dewasa, di antara Ailee, Vio dan mina Aland tahu betul Mina jauh lebih dewasa di antara semua orang, dia paham betul bagaimana sifat Mina, sebab Ailee dan Mina di masa SMA nya begitu dekat.
Bahkan tidak dipungkiri saat dendam nya pada valentine dimasa lalu masih menggebu dan Ailee pernah beberapa kali pulang malam dalam kecurigaan, Mina yang selalu begitu pandai memberikan dia alasan dan membuat Aland percaya jika Ailee tidak mungkin keluar bersama laki-laki lain dan macam-macam.
Gadis itu selalu memiliki mulut yang begitu pandai membujuk orang lain dengan candaan manis nya.
Tapi bukankah aneh Emir menyukai seorang anak kecil?.
Aland Tampak menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Oh ayolah kenapa aku juga yang harus berfikir keras soal hati seseorang? oh come Aland, kau juga menyukai seorang bocah!!!.
Pekik Aland dalam hati.
"Liliana?"
Tiba-tiba suara Ramira mengejutkan pemikiran Aland.
Emir menoleh sejenak.
"Hmm aku dijodohkan dengan cucu bungsu Hurairah company, apa kamu kenal dengan nya?"
Tanya Emir sambil menatap bola mata Ramira.
Seketika Ramira terkejut, dia jelas mengenal nya itu adalah adik perempuan nya.
Jadi Brenda dan Alestor merencanakan Liliana untuk dijodohkan dengan Emir putra keluarga Azzura?
Fikir Ramira.
Buru-buru perempuan itu menoleh ke arah farhan.
Dia fikir hubungan ini akan menjadi begitu rumit, dia curiga setelah ini semua pasti menjadi kacau balau, bahkan dia tahu Keluarga Hurairah saat ini tengah di dalam perjalanan menuju kemari.
Sebab Kakek tua Ibra de Lucas dan Ghanem bin Narayan kemarin sudah menghubungi nya sebelum Alestor menculik dirinya dan hampir melukai dia dan Liliana.
Dua Laki-laki itu ingin menemui nya, dan mereka berkata dia adalah cucu tertua Hurairah dan akan menukar pernikahan liliana menjadi pernikahan nya.
Itu artinya bukan Liliana yang akan menikah dengan Emir, tapi dirinya lah yang akan dinikahkan dengan Emir dalam waktu dekat.
"Aku fikir kita harus bicara soal beberapa hal, Emir"
Ucap Ramira sambil menggenggam erat-erat lengan Emir.
"Ya?"
Emir tampak mengerutkan keningnya.