Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Grandma oh grandma



Saat grandma nya mulai menceramahi dirinya dalam keadaan yang tidak jelas, luck fikir bisa-bisa nya Mommy nya membawa Lea masuk kedalam bersama Daddy nya.


What?siapa yang anak dan siapa yang menantu disini?.


Tanya luck dalam hati dengan tatapan tidak percaya, Mommy nya mengabaikan dirinya.


"Grandma, ini tidak seperti yang kalian bayangkan"


Ucap luck sambil berusaha memeluk wanita tua itu, luck mencium hangat kedua belah pipi sang nenek tua stephard itu.


"Kamu menikah tidak memberitahukan kami lebih dulu dan sekarang ini mencoba untuk membujuk diri ku"


Grandma nya bicara sambil melepaskan pelukan luck dari dirinya.


"Jangan mencoba-coba untuk merayu grandma mu yang sudah tua ini"


Setelah berkata begitu, sang Grandma secepat kilat membalikkan tubuhnya dan langsung melesat masuk ke dalam rumah.


"Grandma"


Luck bicara sambil menarik kasar nafasnya.


Dia Fikir kenapa belakangan kehidupan nya jadi se ruwet ini.


Sang nenek langsung menatap ke arah Lea, bisa dilihat Mommy luck tampak bicara dengan gaya yang begitu kalem dan nada yang begitu lembut seperti biasanya.


Itulah karakter Mommy nya, wanita lemah lembut yang tidak punya banyak aturan apalagi persyaratan untuk orang-orang disekitar nya.


"Kemari, kemari"


Grandma luck bicara sambil memainkan jari-jarinya nya agar gadis kecil itu mendekati dirinya.


Grandma nya luck jelas merupakan type wanita yang begitu garang, suka bicara pedas dan sesuka hati nya dalam mengatur.


Luck tahu Grandma nya tidak akan mudah dalam menerima seseorang di antara mereka begitu mudahnya, wanita itu pasti akan menyusahkan Lea.


Secara Perlahan Lea ingin beranjak dari posisi nya, namun Daddy luck secepat kilat menghalangi nya.


"Mommy jangan membuat nya takut, dia masih begitu muda"


Ucap Daddy luck cepat, seolah-olah tahu bagaimana type Mommy kandung nya itu.


"Mommy mu ini tentu saja tidak sedang ingin membuat nya takut, biarkan Mommy bicara dan menanyakan beberapa pertanyaan pada dirinya.


Saat grandma berkata soal itu , daddy luck hanya bisa menarik pelan nafasnya, laki-laki itu mengangguk pelan ke arah Lea seolah-olah berkata suasana saat ini benar-benar nyata.


Gadis itu secara perlahan beranjak mendekati sang Grandma, duduk secara perlahan pula tepat disamping wanita tua itu.


"Katakan pada ku, kenapa begitu suka pada luck?"


Tanya wanita tua itu tiba-tiba.


"Ya?"


Lea tampak mengerutkan keningnya.


Nada bicara nyonya tua stephard jelas terdengar begitu datar dan dingin, Lea Fikir begitu berbanding terbalik pada Mommy luck dan Daddy nya.


"Apa karena uang nya jadi mau menikahi diri nya?"


Pertanyaan sang Grandma jelas membuat Lea mengerutkan keningnya Kembali.


"Mom itu pertanyaan paling tidak masuk akal yang harus Lea dengar"


Protes Daddy luck.


"Dia memang tidak punya keistimewaan"


Ucap Lea tiba-tiba.


"What?"


Seketika semua orang menoleh ke arah Lea, termasuk juga luck.


Sialan dia bilang aku tidak punya keistimewaan.


Umpat luck dalam hati.


"Aku tidak menyukai dirinya grandma, seperti nya cucu grandma yang begitu tergila-gila pada ku"


Lea bicara cepat, kali ini seolah-olah sengaja menjawab perkataan sang Grandma itu.


Yeah gila karena kehilangan akal warasnya saat menuduh ku yang tidak-tidak.


Rutuk Lea dalam hati.


"Dia mengajak aku menikah lebih dulu, berkata cinta bahkan berteriak pada dunia jika aku adalah istri nya"


Ucap Lea lagi panjang lebar.


"Ya?"


Grandma luck tampak terkejut mendengar ocehan Lea.


"Entahlah kenapa aku bisa-bisa nya mau menikahi laki-laki setua diri nya"


Tambah Lea lagi.


What? tua?


Luck langsung melotot ke arah Lea.


"Dan seperti nya benar, aku menikahi laki-laki ini karena kantong tebal dan uang nya, grandma"


Lea menekankan kata-kata terakhir nya dengan begitu jelas


Grandma luck menatap tidak percaya ke arah gadis dihadapan nya itu yang tiba-tiba tanpa rasa sungkan berkeluh kesah soal cucu Kesayangan nya itu.


Sedangkan luck, Mommy dan daddy nya Seketika kehilangan kata-kata.