Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Mulai bergerak untuk menghancurkan mereka



Catatan \=


ingat yah Mak persiapan pesta pernikahan Belle dan Belle di Indonesia, bukan akad nikah yaaaa sebab ada beberapa pembaca yang Bingung.


Akad nikah sudah di laksanakan di Uni emirat Arab di rumah keluarga besar Al Fattah di novel putri perawan milik Daddy season 2, dan disini di novel ini akan di adakan pesta pernikahan nya yah maaakkk jadi siap-siap dapat undangan nanti🤭🤭🤭


**********


Kembali ke masa Lea & luck.


Setelah Ramira tahu Liliana adik kandung nya.


Sejenak Ramira menatap ke arah Bern, dia menatap tidak percaya ke arah laki-laki di hadapannya itu, bola matanya berkaca-kaca dengan tangan gemetaran dia berkata.


"Dia adik ku, dia si cengeng milik kami... bagaimana mungkin Brenda mengambil nya dari kami"


Seketika air mata Ramira tumpah, dia menangis menghadap Bern, dengan sejuta kebingungan dia mencoba untuk melangkah kedepan mencari sesuatu didalam nakas


"Kita harus melakukan sesuatu"


Ucap Ramira lagi sambil merogoh sesuatu didalam sana.


"Sayang..tidak...ini bukan saat nya"


Farhan secepat kilat menghentikan tangan Ramira yang tengah mencari sebuah senjata api disana.


"Kamu bisa terluka"


"Lalu bagaimana dengan adik ku?"


Teriak nya histeris.


"Kami sudah cukup lama menderita, kau bisa menghitung nya? bisa menghitung nya Farhan? dimulai dari Mommy dan Daddy meninggal, Karl, bahkan Brenda, hitung berapa lama aku bertahan dan hitung juga bagaimana adik ku bertahan?"


Tanya Ramira sambil berteriak histeris.


Mendengar ucapan Ramira, Farhan tampak menelan salivanya.


"Aku mengesampingkan semua perasaan ku demi untuk tahu soal kebenaran nya, lalu sekarang apa aku harus menunggu lagi? bagaimana jika terjadi sesuatu pada adik ku? aku bagaimana lagi cara nya bertahan? aku bahkan seringkali berfikir untuk mengakhiri diri ku, aku sudah tidak mampu lagi bertahan lebih lama untuk merelakan apapun yang harus nya menjadi milik ku malah direbut oleh orang lain"


Tangis Ramira benar-benar pecah, perempuan itu menangis histeris sambil membuang dirinya ke lantai.


"Kau paling tahu bagaimana cara aku bertahan sejak dulu..."


Lanjut Ramira sambil berpegangan pada tangan Farhan, dia terus menangis tanpa henti.


Luck hanya menarik pelan nafasnya, rasa sedih jelas bergelayut didalam hatinya, laki-laki itu ikut duduk di hadapan Ramira, dia meraih tubuh ringkih itu Lantas memeluk nya dengan erat.


Dia tahu bagaimana perasaan perempuan ini, Mereka bilang saat kejadian kecelakaan orang tua nya Terjadi, usia Ramira belum menginjak usia 10 tahun, kemudian dia harus menghadapi peristiwa Kematian valentine bersama Farhan yang saat itu usia nya masih sangat muda, Valentine dan Ramira, 2 nama itu dimana Mereka berteman baik karena Ramira dijodohkan dengan Murat sejak Ramira sekolah SMP dan sering mondar-mandir ke kediaman Al Jaber bersama Daddy sambung nya.


Luck bisa membayangkan bagaimana perasaan anak gadis seusia Ramira kala itu harus menghadapi banyak keadaan bahkan kematian.


"Tunggu lah sebentar lagi, Mereka tengah memastikan lokasi orang-orang Brenda dan laki-laki itu, kami akan menghancurkan siapa pun yang pernah membuat kalian menderita tanpa ampun"


Bisik luck pelan sambil terus mengelus rambut Ramira.


Farhan hanya bisa menghela pelan nafasnya, dia buru-buru meraih handphone nya dan berusaha untuk menghubungi seseorang.


"Ini aku"


Ucap Farhan cepat.


Dia Fikir mereka sudah tidak mungkin mengulur waktu lagi, mereka harus bergerak dalam 1-2 hari ini untuk menghancurkan Brenda dan laki-laki dibalik semua ini hingga ke akar-akarnya.


"Persiapkan semua nya, semua orang akan menuju ke titik markas"


Setelah berkata begitu Farhan langsung mematikan panggilan nya.