Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Sedikit lagi "Masih menegang"



Mobil mereka tampak berjalan melaju melewati beberapa mobil polisi yang kebingungan mencari mobil lawan, beberapa polisi terlihat keluar dari mobil mereka, mengusap kasar wajah dan rambut dengan perasaan kesal, berfikir kemana para baji..Ngan jalanan yang mereka kejar tadi menghilang.


"Yawwwww"


Luck berteriak sambil terkekeh senang diikuti Bern dan yang lainnya.


Murat dan Bahrat saling menoleh antara satu dengan yang lainnya.


"Aku fikir harus mengubah mobil ku agar memiliki fasilitas menipu seperti ini"


Ucap Murat sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Ini cukup tidak berlaku untuk laki-laki tukang selingkuh, sangat mengerikan"


Sahut Edo tiba-tiba dari headset bluetooth, laki-laki itu masih ternganga dan tidak berkedip dari layar screen monitor dihadapan nya dimana tadi menampilkan perubahan ekstrim tiap mobil yang di naiki semua orang.


Mendengar ocehan Edo seketika semua orang terkekeh.


"Kau dan Bern mengubah mobil kalian dengan sangat luar biasa"


Ucap Edo kepada Luck dan Bern.


"Akan aku rekomendasi kan sang juara modifikasi nya brother"


Ucap Luck sambil mempercepat laju mobilnya.


"Harga nya pasti fantastis"


"Sesuai kemauan mu"


Bern bicara sambil kembali mengangkat senjata nya.


"Aku mendekati kamu, baby"


Ucap Eden dari headset bluetooth nya ke arah Winda sambil terus memacu motor nya dengan kekuatan penuh.



"Oke"


Winda bicara lantas langsung membuka atap mobilnya.


Eden mulai mempercepat laju motor nya, mengejar posisi Winda lantas dalam hitungan waktu laki-laki sudah mendekati Winda, Eden secepat kilat berdiri dari posisi motornya lantas Eden secepat kilat berdiri dari motor nya kemudian dengan cara ekstrim melompat dari sana dan melesat masuk ke dalam mobil Winda.


Srrrtttttttttt


Tashhhhhh


Braakkkkk


Hantaman suara motor Eden terdengar memenuhi jalanan, terpelanting kepinggir menghantam dinding terowongan.


"Aku fikir kau tidak akan ikut dalam pertarungan ini"


Ucap Winda sambil menaikkan ujung alisnya.


Alih-alih menjawab, Eden hanya menaikkan ujung bibirnya, laki-laki itu menoleh ke arah bawah kakinya, mencari pistol yang bisa dia gunakan.


"Berikan aku senjata, aku pergi tanpa membawa persiapan apapun"


Ucap Eden kemudian.


"Oh shi..t"


Eden menyeringai ketika menoleh kebelakang.


Ada banyak pilihan yang bisa dia ambil disana.


"Dimana posisi mereka sekarang?"


Eden bertanya cepat ke arah aland dari headset bluetooth nya.


"Tidak begitu jauh, atur kecepatan mu Winda, kau sudah cukup dekat dengan Alestor, sebab kalian melewati jalan memintas"


"Okey, berikan aku titik pastinya"


Ucap Winda, menunggu aland menampilkan posisi mobil Alestor.


Sepersekian detik, kemudian setelah Aland memberikan lokasi terkini Alestor, gadis itu menoleh ke arah Eden.


"Bersiap menyelamatkan para perempuan? terutama Dewi mu ya dewa cinta?"


Tanya Winda sambil menaikkan ujung bibirnya.


Seketika terdengar kekehan Murat dan Bahrat di seberang sana.


"Oh shi.t, dewa dan Dewi cinta? kenapa hidupnya selalu dipenuhi kata perempuan?"


Umpat Bahrat.


"Mendengar umpatan Bahrat, Winda tampak terkekeh.


"Bisa kita lebih serius saat ini?"


Tanya Eden sambil meraih sebuah senjata api dan belati, lantas menyelipkan nya ke punggung nya.


"Kau punya rencana?"


Tanya winda sambil menatap ke arah Eden sejenak.


"Kita tidak bisa sembarang menyerang Alestor bukan? ada 2 perempuan didalam sana,Aku akan naik ke mobil nya dan melumpuhkan dia, tugas penting mu selamatkan perempuan nya, sisa nya biar aku yang mengurusnya bersama dengan yang lain nya"


Ucap Eden lantas mulai menatap ke arah depan, dimana sudah mulai terlihat mobil Alestor yang terus melaju kencang menuju ke arah Utara.


Winda mengedip kan sebelah bola matanya.


"Kau bisa menyerahkan para perempuan dengan ku, kawan"


Ucap Winda lantas menaikkan kecepatan nya secara penuh.


Bern, luck, Farhan, Murat dan bahrat tampak mulai bersiap-siap.


"Hati-hati kawan"


Ucap aland dari seberang sana.


"Kawanan Alestor juga kembali merapat"


Tidak terdengar sahutan dari arah semua orang, mereka tampak fokus melajukan mobil tanpa banyak bicara.