
Edo mencium tengkuk Vio dengan gerakan begitu lembut, lantas Secara perlahan bibirnya menyapu Tengkuk itu dengan lidahnya sembari tangan Edo terus menjelajah ke atas dada via.
"Nggg..."
Vio menggeliat pelan saat merasakan sesuatu yang geli terasa di tengkuk dan dadanya, perempuan kecil itu berbalik perlahan.
"Uncle?"
Ucap Vio saat sadar siapa yang ada di hadapannya, matanya masih sangat mengantuk, bahkan ingin membuka matanya pun rasanya berat.
"Tidurlah, biar uncle yang bekerja"
Bisik Edo dengan suara penuh gairah, laki-laki itu menyentuh lembut cuping telinga vio,secara perlahan bibirnya bertaut sempurna dengan bibir Vio, laki-laki itu mulai menyesap nya dengan gerakan yang begitu lembut dan penuh cinta.
Vio yang awal nya masih ingin tidur jelas tidak bisa kembali tidur , seketika bola matanya terbuka secara perlahan.
"Ngg... Uncle"
Rengek Vio.
"Sstttttttttt"
Bisik Edo pelan lantas laki-laki itu mulai naik keatas tubuh Vio, kedua tangannya menyentuh lembut wajah Vio.
"I love you"
Ucap Edo sambil memperhatikan manik mata Vio.
Tidak tahu kenapa, tapi Edo benar-benar merasakan sebuah debaran Indah setiap kali menata bola mata itu.
Vio tampak mengembangkan senyuman nya, Seketika pipinya merona.
"I love you too"
Balas Vio pelan.
Kemudian Edo kembali menautkan bibir mereka.
"Uncle..."
Vio berusaha mendorong tubuh Edo.
"Hmm?"
"Pintu nya sudah terkunci?"
Pertanyaan was-was itu jelas menghantam Vio, dia Fikir bagaimana jika Mommy atau daddy nya masuk kekamar tiba-tiba.
"Sudah"
Ucap Edo lantas kembali menautkan bibir mereka Secara Sempurna, tangan kiri dan kanan Edo terus menyentuh cuping telinga vio, Saat jempol Edo mulai masuk menggesek telinga vio, 4 jari lainnya terus menggesek di bagian Tengkuk nya hingga membuat tubuh Vio seketika meremang.
Bibir mereka terus saling bertaut, bahkan Edo dengan gerakan begitu lincah menyesap bibir indah nya, lalu secara perlahan lidah nya mencoba menyeruak masuk kedalam rongga mulut Vio, mulai mengabsen isinya dengan sempurna, saling membelit lidah didalam sana.
Vio memejamkan pelan bola matanya, membiarkan ciuman lembut itu lama-lama menjadi begitu intens lantas berubah menjadi begitu meng..gairahkan dan mendominasi.
Ciuman itu terlepas secara perlahan, kemudian turun menuju ke dagu Vio, Edo mulai menyusuri dagu bahkan hingga ke leher jenjang nan putih itu, menyapunya secara perlahan dan penuh cinta, seketika Vio mendongak sehingga membuat Edo semakin mudah menyapu dan menyesap kulit indah itu dengan penuh cinta.
Bahkan sapuan dan sesapan itu mulai perlahan pindah ke leher bagian kiri Vio, laki-laki itu awalnya ingin membuat tanda merah disana tapi Edo menghentikan nya karena takut kakak dan kakak ipar nya tahu soal itu dan malah menciptakan kecurigaan yang kuat biasa.
Edo lebih memilih mulai menyapu kulit leher Vio menuju ke arah dadanya sembari tangan nya melepas kan pakaian tidur yang digunakan Vio satu persatu dengan cara tergesa-gesa disusul dengan dia melepaskan kaos serta celana nya hingga tidak menyisakan apapun dibalik tubuh mereka.
Kali ini laki-laki itu mulai bermain di dada sang istri kecil nya itu, menyapu lembut ariola nya bahkan Edo mulai bermain nakal di niple nya untuk waktu yang cukup lama baik dari sisi kiri bahkan kanan dada Vio sembari tangan kiri Edo mulai bergerak lincah menuju ke bawah sana.
"Akhhhh"
Seketika Vio menjerit kecil saat sadar sesuatu masuk dalam milik nya di bawah sana, Vio langsung menggenggam erat lengan Edo.
"Uncle.. akhhh"
Vio merengek kecil tapi dengan gerakan cepat Edo membungkam mulut Vio dengan bibinya, ciuman itu kembali memanas diiringi 1 jari Edo yang terus bermain lincah di bawah sana, mulai bergerak nakal naik dan turun sesuka hati nya.
Vio semakin menggila seolah-olah jutaan kupu-kupu mengocok-kocok seluruh isi perutnya, tangan perempuan kecil itu terus menggenggam erat lengan Edo
Edo seolah-olah tidak memberikan Vio waktu untuk berfikir, laki-laki itu secepat kilat Turun ke bawah dan menatap dalam milik vio yang mulai basah itu, secepat kilat laki-laki itu mengangguk kedua kaki Vio lantas laki-laki itu langsung bermain dibawah sana dengan lidah nya.
"Akhhh Uncle"
Rengek Vio.
"Uncle...no... please"
Pekik Vio tertahan, dia mencoba untuk tidak terlalu berisik, dia takut Mommy dan daddy nya mendengar apa yang mereka lakukan.
Edo terus bermain-main di bawah sana, lidah nya terus bergerak nakal dan Edo seolah-olah membiarkan Vio agar Merasa tidak karuanan.
Bahkan saat lidah nya terlepas, Edo langsung menyesap milik vio tanpa aba-aba.
Mendapatkan hisapan mendadak itu seketika bola mata Vio membulat, perempuan itu mengerang..Mende.. sah dan terus memekik tertahan atas apa yang dilakukan Edo.
Jemari Vio langsung menarik sprei kasur dari sisi kiri dan kanan nya, bisa dia rasakan seolah-olah ada gelombang dahsyat yang akan datang dan tumpah.
"Uncle... akhhh... mau keluar"
Rengek Vio sambil mencoba terus menarik Sprei kasur tersebut.
Alih-alih berhenti, Edo malah semakin menjadi, dia sengaja melakukan itu agar Vio masuk ke pelepasan nya, dan benar saja sepersekian detik kemudian ledakan dahsyat terjadi disana.
Saat memastikan ledakan dahsyat itu sudah pecah, Edo secepat kilat baik ke atas tubuh Vio, laki-laki itu kembali menyambar bibir sang istri sambil dibawah sana mulai menggesek dengan sempurna, hingga akhirnya secara perlahan tangan Edo mengarahkan milik nya menuju ke arah milik vio.
Awalnya dengan gerakan lembut agar Melesat masuk ke bawah sana, tapi sepersekian detik kemudian Edo dalam sekali hentakan langsung membiarkan miliknya yang mengeras itu masuk tanpa basa-basi.
"Hmmm.. akhhhhh"
Vio memaksa melepas kan ciuman Edo, teriakan kecil menggema dari balik bibir nya.
"Uncle...akhhhhhh"
Vio secepat kilat memeluk erat punggung Edo, dia menggigit pelan bahu Edo, rasa sakit masih mendominasi meskipun ini bukan yang pertama kali nya untuk Vio, meskipun Mereka sudah pernah melakukan nya tempo hari, tapi rasa sakit itu masih ada.
Edo tampak diam sejenak, dia tahu apa yang dirasakan Vio, laki-laki itu membiarkan Vio terbiasa lebih dulu, dia mencoba bergerak pelan agar tidak menimbulkan rasa sakit dalam milik vio.
"Akhhhh uncle.."
Saat ringisan itu telah berubah menjadi rengekan manja penuh kenikmatan, Edo mulai menggerakkan tubuhnya dalam menghujani milik vio dengan gerakan sempurna.
Renge..kan Deni Renge..kan terus terdengar dari bibir sang istri, bahkan de. sahan manja serta deru nafas membara di antara mereka terus memenuhi ruangan kamar kedap suara tersebut.
Edo terus memompa milik nya agar terus keluar masuk dengan semoga di dalam sana, sesekali Edo menautkan bibir mereka bahkan menyesap juga membelit lidah mereka dengan penuh gelora yang membara.
Berkali-kali Edo memompa berkali-kali pula jeritan dan rengekan manja itu keluar dari bibir indah Vio, dia terus mendayung mengajak Vio melintasi cakrawala, membawa perempuan itu bersampan di lautan luas mengarungi indahnya peluh bak air laut diiringi desa..Han indah yang terus keluar dari bibir mereka berdua bak ombak dan gelombang laut yang saling menyahut.
Hingga akhirnya Vio kembali masuk kedalam pelepasan nya.
"Uncle...akhhh"
Vio menggenggam erat lengan laki-laki itu, memberi tanda dia ingin tumpah, Edo secepat kilat meraih tangan Vio, laki-laki itu menaikkan tangan Vio ke atas dan dia berbisik pelan.
"Bersama"
Edo masih terus memompa hingga akhirnya Vio masuk pada pelepasan nya disusul oleh Edo dalam beberapa waktu kemudian.
"OH....Sayang"
Bisik Edo sambil menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Vio, laki-laki itu menatap dalam bola mata Vio, lantas dia mencium lembut bibir dan kening vio.
"Terima kasih sayang"
Bisik nya lembut, lantas secepat perlahan Edo memeluk erat tubuh Vio kemudian dia membiarkan tubuh mereka saling memeluk antara satu dengan yang lainnya.
******
Maafkan lah telat up,dari semalam agak susah up nya nggak tau kenapa.
Dan maafkan juga outhor kasih bonus hareudang pagi-pagi untuk versi Edo & Vio yaaa untuk menggantikan atas rasa kecewa hareudang yang tertunda luck & Lea π€π₯°β€οΈβ₯οΈ
Yang sendirian Maafkan π€ππ»π
yang berdua happy weekend π₯°π₯°π₯°πππβ€οΈβ€οΈβ₯οΈβ₯οΈππππππππ