Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Mengejar waktu



Mall xxxxxxx


Galeri pengantin xxxxxxx


Swiss


Luck buru-buru bergerak dengan cepat masuk ke dalam sebuah mall yang ada di hadapannya, seperti informasi yang diberikan oleh Bern, Arsen kini tengah berada di sana bersama calon istrinya.


Laki-laki itu bilang Arsen dan calon istrinya akan melakukan fitting pakaian di sana untuk pernikahan mereka, karena itu dia pikir ini adalah kesempatan untuk dirinya menemui laki-laki tersebut.


Dia harus segera mengejar waktu agar bisa mendapatkan Arsen, bertemu dengan laki-laki itu dan mencoba untuk bicara empat mata.


Kengeriannya saat ini adalah karena bilang ada seseorang yang lain mencoba untuk mencari keberadaan arsen namun dia belum mendapatkan identitasnya.


Dia cukup takut jika orang-orang tersebut adalah orang-orang suruhan alestor dan Brenda karena itu dia harus buru-buru mengejar langkah dan bergerak jauh lebih dulu mendapatkan Arsen.


Meskipun sebenarnya Bern telah berkata bahwa sepertinya yang mencari alasan saat ini bukanlah orang-orang suruhan Brenda atau Alestor sebelum kedua orang tersebut dibinasakan.


Luck bergerak dengan terburu-buru masuk ke dalam mall, bergerak menuju ke arah pintu elevator dan melesat ke lantai atas, bola matanya terus menelusuri tempat tersebut di mana dia tengah berdiri di sebuah elevator kaca, dia mencari di mana galeri yang dimaksud oleh Bern.


Cukup lama laki-laki tersebut mencari hingga pada akhirnya bola matanya tertuju pada satu tempat yang ada di sisi kanannya, tanpa berpikir dua tiga kali menghilangkan kesempatan dengan gerakan terburu-buru luck langsung masuk ke galeri tersebut di mana seorang perempuan menyambut dirinya sembari mengembangkan senyumannya.


"Selamat datang di galeri kami,ada yang bisa kami bantu tuan?"


Perempuan tersebut bertanya ramah kepada Luck, dia terus mengembangkan senyumannya dan menunggu jawaban laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.


Alih-alih menjawab bola mata laki-laki tersebut menelusuri ruangan yang ada di sekitarnya itu mencoba mencari sosok arsen yang ada di antara beberapa orang yang tengah berada di dalam galeri tersebut.


Dia mencari sosok itu untuk beberapa waktu kemudian luck berkata.


"Katakan padaku apakah laki-laki ini ada di sini?"


Dia bertanya sembari menyerahkan sebuah foto ke arah perempuan yang ada di hadapannya itu, begitu laki-laki yang ada di hadapannya menyerahkan sebuah foto ke tangannya seketika membuat perempuan itu mengharapkan keningnya, dia menerima foto tersebut secara perlahan kemudian memperhatikan dengan baik foto yang kini telah berpindah ke tangannya.


Sejenak perempuan itu dia kemudian dia mencoba untuk menjawab apa yang ditanyakan oleh Luck.


"Maafkan aku tuan ini sedikit akan mengganggu privasi dari pelanggan VVIP kami"


Perempuan tersebut bicara sambil menundukkan kepalanya seolah-olah berkata maaf dia tidak bisa memberikan informasi yang diharapkan oleh laki-laki tersebut.


"Kami tidak bisa membantu Anda untuk mencari laki-laki tersebut"


Lanjut perempuan itu lagi.


Mereka tidak pernah membocorkan identitas soal pelanggan mereka kepada orang lain apalagi keberadaan pelanggan mereka karena terkadang akan terjadi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.


Karena itu secara perlahan dia memberikan kembali lembar foto tersebut lantas menundukkan kepalanya dengan cara yang sangat sopan.


Mendapatkan jawaban seperti itu membuat Luck diam untuk beberapa waktu, meskipun jawaban perempuan yang ada di hadapannya sangat tidak puas namun Luck terlihat diam dan tidak melanjutkan pertanyaannya.


Pada akhirnya laki-laki itu menunjukkan kepalanya secara perlahan dan beranisiatif untuk menunggu di depan tempat tersebut.


Karena mainan galeri-galeri tidak akan membiarkan seseorang mencari orang lain di sana ditambah lagi seseorang yang datang ke sana biasanya langsung untuk melepas pakaian bertanya tentang beberapa hal gaun pengantin dan lain sebagainya.


Dari beberapa bagian sudut kamera CCTV yang bisa dia hacker melalui orang-orangnya.


******


Di sisi lain.


Sesekali laki-laki tersebut mencoba untuk memindahkan tatapannya ke beberapa bagian layar monitor yang ada di sisi kiri dan kanannya.


"Perbesar di bagian ini"


Bern memberikan perintah pada laki-laki yang ada di hadapannya, di mana laki-laki muda itu tampan terus menggeser kursor yang ada di tangannya.


Bisa mereka lihat beberapa orang dengan berpakaian serba hitam tampak berjalan tergesa-gesa menuju ke arah lantai atas, Bern terlihat mengerutkan keningnya karena sepertinya dia mengenal orang-orang tersebut.


"Apa yang dia lakukan disini?"


Bern bicara pelan sembari terus mengerutkan keningnya.


******


Disisi lain.


Masih di mall xxxxxxx.


Beberapa lagi lelaki berpakaian hitam terlihat memecah arah, mereka bergerak main ke arah pintu elevator dan ada yang juga yang naik melewati tangga di mana sosok-sosok tersebut tanpa mencoba untuk bergerak menuju ke lantai atas.


"Kami mendapatkannya tuan"


Salah satu dari laki-laki berpakaian hitam tersebut bicara melalui headset bluetooth nya, dia memberikan laporan kepada Tuhannya jika orang yang mereka cari ada di sebuah galeri penikahan di mall xxxxxxx tersebut.


"Kami akan bergerak menuju ke atas untuk mendapatkannya tuan"


Ucap laki-laki itu lagi dengan cepat sembari terus berjalan menaiki satu persatu anak tangga menuju ke lantai atas.


Beberapa pengunjung tampak melirik kearah orang-orang tersebut sambil mengurutkan keningnya, 08 lebih lama Solo yang terjadi pada para laki-laki itu membuat orang-orang pengunjung di sana sedikit merasa aneh.


Mereka pikir seolah-olah orang-orang itu akan menjemput orang penting yang berada di atas sana.


*****


Disisi lain.


mobil Porsche hitam.


Laki-laki tersebut mengembangkan senyumannya ketika dia mendengar suara di seberang sana yang berkata gadis impiannya ada di mall xxxxxxx yang ada di hadapannya itu.


Seketika laki-laki tersebut memerintahkan orang yang untuk membuka pintu mobil di mana dia duduk saat ini, laki-laki itu secepat kita turun dari sana dengan gerakan angkuh dan juga dingin, bola matanya menatap ke arah gedung depan yang ada di hadapannya.


Secara perlahan dia turun dari mobil tersebut kemudian membenahi jas nya dengan baik, laki-laki itu meraih rokok yang ada di kantong celananya sembari meraih pamatik miliknya, dia mulai menyalakan api rokok dari pak mati miliknya tersebut dengan gerakan yang begitu santai.


Setelah rokoknya menyala dengan gerakan perlahan laki-laki itu mulai menyesap candu yang ada di tangannya, tanpa banyak bicara laki-laki tersebut berjalan memasuki Mall xxxxxxx itu diiringi oleh satu laki-laki di sisi kanannya.


Satu seringnya tipis dan kejam tampil di balik wajah laki-laki itu, kemudian dia mengeluarkan suara baritonnya.


"Pastikan semua orang berjaga di beberapa sisi"


Ucapnya dengan suara yang begitu datar dan dingin.


Kali ini aku mendapat kan mu, baby.


Batin laki-laki itu sambil mengembangkan senyuman mengerikannya.