Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Perjalanan kehidupan yang telah di atur oleh tuhan



Beberapa waktu sebelum Opera Liliana selesai


sebelum Mina datang


Aishe tampak duduk di ruang tunggu rumah sakit sambil mengayun-ayunkan kakinya yang di rasa mulai pegal dan membengkak, dia ingin sekali berbaring sejak tadi namun cukup merasa bingung sebab tidak tahu harus mengambil posisi seperti seperti apa mengingat disana hanya ada barisan kursi bukan kasur.


Murat pergi keluar sejenak mencari minuman dingin untuk semua orang.


Sejak sebelum matahari terbit tadi mereka semua melesat kerumah sakit untuk melihat keadaan untie Ramira dan Liliana, mereka berkata adik kandung untie Ramira telah ditemukan Dan mendapatkan masa kritisnya didalam ruangan operasi karena terkena tembakan di punggung nya.


Murat jelaa cukup keberatan melihat Aishe ikut bersama Semua orang kerumah sakit, sebab dia khawatir jika Aishe merasa tidak nyaman dengan keadaan dirumah sakit saat ini.


Sepersekian detik kemudian sang suami muncul dari arah depan sambil mengembangkan senyuman nya, laki-laki itu tampak memberikan beberapa minuman dan makana ke arah kak Aland nya, vio dan Edo.


kak Aland nya sejak tadi terkantuk-kantuk di atas kursi sambil mencuri-curi tidur untuk beberapa waktu, Vio dan dokter Edo saling menyandarkan kepala mereka dan mulai memejamkan bola mata mereka.


"Lelah?"


Murat bertanya sambil memberikan 1 botol air mineral dan roti kepada dirinya.


"Hmm"


Aishe menganggukkan kepalanya.


Murat mulai duduk disampingnya, membiarkan Aishe membaringkan tubuhnya.


"Agak sulit tiduran di sini"


Ucap Aishe pelan.


Dia sadar tubuh nya sudah terlihat berisi sekarang,semua lingkaran tubuhnya bukan lagi seperti saat dia belum hamil dulu, bahkan perut nya jangan ditanya saat ini, begitu membuncit dengan sempurna.


"Aku menahannya disini hmm"


Ucap Murat.


Laki-laki itu membantu aishe berbaring, meletakkan kepala gadis itu ke pahanya dan mencoba membuat sang istri tertidur dengan senyaman mungkin.


"Apa Semua nya akan baik-baik saja?"


Tanya Aishe dengan tatapan khawatir.


"Semua akan baik-baik saja, jangan khawatir hmm"


Ucap Murat sambil mulai membelai rambut Aishe.


"Aku baru tahu jika hubungan semua orang terlihat begitu rumit bahkan perjalanan semua orang juga begitu sulit"


Ucap Aishe pelan.


"Dari sana kita di ajarkan untuk bersabar dan terus berpegang teguh pada Tuhan, jangan sampai kehilangan arah atau bahkan berfikir untuk mengakhiri hidup"


"Jika kita menyerah di tengah jalan Dan memilih mengakhiri hidup, maka satu pintu neraka akan terbuka untuk kita, tapi jika kita memilih bertahan dan percaya pada Tuhan, maka satu pintu surga akan terbuka untuk kita"


"Sebab realita nya kebahagiaan baru akan didapatkan setelah kita melewati banyak sekali ujian"


"Sisanya akan menjadi bonus luar biasa yang akan diberikan Tuhan pada kita dengan cara yang tidak disangka-sangka"


"Sebab hidup di dunia yang Tuhan ciptakan tidak lah mudah, tinggal kita yang akan menanggapi nya seperti apa dan akan menjalankan nya seperti apa, selama kita tidak kehilangan pegangan, bonus yang diberikan Tuhan besok menjadi begitu Luar biasa dibandingkan apa yang telah kita perjuangkan kemarin"


"Tiket ke syurga itu tidak gratis sayang, tapi tiket ke neraka diberikan Tuhan dengan cara cuma-cuma"


Ucap Murat sambil terus mengelus lembut kepala Aishe.


Sang istri tampak mengulas senyuman nya.


Dia fikir apa yang suami nya ucapkan memang benar, semua perjalanan dalam kehidupan kita sudah di atur oleh tuhan, nikmati saja dan terus lewati proses nya, satu hari semua akan berhenti, sebab langit tidak selalu gelap dan bintang tidak selalu menghilang dikala langit menjadi mendung.


"Aku fikir sebaiknya kamu ke kamar Ramira bersama Vio, disana kalian bisa tiduran disana, vio seperti nya juga butuh istirahat saat ini, dia bilang kalian tidak mendapatkan tidur yang banyak semalam"


Ucap Murat sambil setengah berbisik.


Aishe tampak mengembangkan senyuman nya.


"Bisa dibayangkan bagaimana ketika 3 teman sejoli berkumpul sayang?"


Tanya Aishe ke arah Murat.


"Ailee, vio dan Lea ketika disatukan kamar yang kami tempati langsung persis menjadi pasar loak dengan puluhan pedagang dan ratusan pembeli, ditambah Belle yang ceria dan mungkin aku yang sedikit cerewet dan untie selena yang bisa dibilang memiliki banyak kisah"


Ucap Aishe sambil sedikit terkekeh.


Murat tahu-tahu ikut terkekeh.


"Oke jadi suasana nya benar-benar menjadi ramai seperti itu?"


"Sangatttt ramai sekali"


Aishe menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"Oh god, tidak bisa aku bayangkan bagaimana ketika semua orang bergabung didalam satu kamar dan mulai bercerita soal banyak hal didalam nya"


Ucap laki-laki itu sambil membayangkan apa yang akan terjadi jika semua orang telah berkumpul bersama.