
Luck berusaha untuk melepaskan dirinya tapi tidak dia pungkiri dia juga mulai merasa pusing dengan keadaan.
Laki-laki itu ingin sekali mengumpat atas kejahatan sang Grandma, bagi luck ini benar-benar sudah keterlaluan, ini seperti sebuah pemaksaan untuk mereka saat ini.
Luck mungkin berfikir dia tidak dirugikan, tapi Lea yang meskipun dia sering mendengar nya sering tidur bersama seorang laki-laki tapi tetap saja dia seorang perempuan yang memiliki harga diri, bagi nya hubungan seperti ini bagaimana bisa di kendalikan melalui sebuah obat.
Luck ingin hubungan seperti ini dilakukan atas hubungan suka sama suka bukan dengan cara seperti ini.
"Lea... ini akan merugikan kamu, sadar lah"
Laki-laki itu bicara mencoba melepaskan tautan bibir mereka, Luck berusaha untuk memeluk erat tubuh Lea.

"Uncle, ini begitu menyiksa"
Rengek Lea sambil berusaha memeluk erat tubuh luck.
"Sebentar saja, bertahan lah ini tidak lama hmm"
Bisik luck pelan.
Yah Lea berusaha untuk menahan diri sejak tadi tapi semakin dia memeluk erat tubuh luck, semakin dia menginginkan nya.
Pada akhirnya gadis itu mendongak, meraih kembali leher Luck dan menuntut sesuatu yang benar-benar dia inginkan.
"Lea"
Alih-alih peduli dengan luck, Lea semakin erat memeluk leher laki-laki itu dan memaksa menautkan bibir mereka, bahkan gadis itu semakin bergerak lincah didalam sana.
"Oh god, Lea"
Luck berusaha untuk Bertahan sejak tadi dari pancingan-pancingan yang di berikan Lea, Luck ingin mereka sama-sama menekan kesadaran mereka, bahkan dia ingin agar dirinya terus sadar dalam keadaan, tapi gerakan Lea jelas membunuh semua pertahanan nya Seketika.
Mungkin dia sudah gila, tapi luck hanya laki-laki biasa yang sangat normal sekali, dia bahkan bisa tergoda jika dipancing terus menerus
"Lea..aku bisa bertindak diluar batasan"
Ucap luck lagi.
"Bukankah kita suami istri"
Lea benar-benar kehilangan akal warasnya, gadis itu bicara sambil mencoba membuka paksa pakaian luck, kabut gai..rah jelas memenuhi dirinya.
Yah bukan kah kami suami istri? sah? apalagi ini bukan yang pertama untuk seorang Lea.
Batin luck.
Laki-laki itu mulai ikut kehilangan akal warasnya sama seperti Lea di saat tangan Lea terus bergerak ke arah dadanya, bahkan gadis itu terus mencoba bergerak kesana-kemari hingga membuat luck ikut menggila.
"Bukan begini cara mainnya"
Bisik Luck ke telinga Lea.
Dia fikir Lea sering melakukannya nya, tapi gadis kecil itu bergerak dengan begitu amatir.
Luck secepat kilat meraih tubuh Lea, melepaskan kaos kebesaran yang digunakan Lea itu, bahkan dengan cepat juga luck melepaskan celana milik nya yang digunakan Lea, dia juga dengan gerakan cepat melepas kan pakaian nya yang mulai basah karena terkena air shower tadi.
Come may be I'm crazy, tapi kami jelas suami dan istri.
Luck mulai membàwa Lea masuk ke dalam pelukan nya, dalam posisi kaki Lea naik ke pinggang kiri dan kanan nya, mereka saling menautkan bibir dengan sempurna sambil luck membawa gadis itu Menuju kearah kasur mereka.
Secepat kilat laki-laki itu menghempaskan tubuh kea ke atas kasur, dengan penuh perasaan menggebu-gebu luck mulai naik ke atas tubuh gadis itu, terus menautkan bibir mereka bahkan kemudian secara perlahan luck mulai mengabsen tiap Titik rongga Lea.
"Open your mouth sayang"
Bisik Luck cepat.
Seolah-olah terhipnotis ucapan luck, Lea menurut.
Luck sejenak mengerutkan keningnya, dia fikir kenapa gadis ini benar-benar seperti seorang amatiran, bahkan cara berciuman dan membelit lidah nya pun terlihat begitu lucu dan aneh.
Shi..t.
Umpat luck.
Ketika suara itu keluar seketika adrenalin laki-laki itu meningkat pesat, keinginan nya untuk menyentuh dan memiliki Lea jelas mendominasi, seketika akal waras luck benar-benar menghilang berganti perasaan menggebu-gebu yang tidak bisa dia hindari.
Laki-laki itu secepat kilat meraup dada sang istri sambil bibirnya mulai melepaskan pangutan mereka, luck mulai menyapu dahu, leher hingga ke telinga kiri Lea.
Lalu sapuan itu mulai turun hingga ke bukit kembar nan indah milik Lea, perpaduan berisi, padat, ranum dan penuh itu seketika membuat otot bawah sana mulai naik dan mengejang.
Luck mulai menyapu ariola Lea bahkan dia menyesap niple berwarna pink itu secara bergantian disisi kiri dan kanannya sembari tangan luck mulai bergerak melepaskan penutup milik mereka di bawah sana dibantu oleh kaki nya agar penutup milik Lea menghilang segera.
Lea jelas terus me..nge..rang dan mengeluar kan desahannya, gadis itu mulai menggila atas semua perlakuan luck padanya, bahkan ketika Luck menyapu ariola dan menyesap niple nya, Lea dengan gerakan cepat meremas kepala luck hingga terbenam sempurna di balik kedua belah dadanya.
Bahkan ketika Luck mulai menyapu seluruh lapisan kulit Lea, gadis itu semakin menggila hingga akhirnya sapuan itu turun hingga ke bawah sana, kebagian paling intim Lea.
Seketika gadis itu menjerit saat lidah Luck tahu-tahu telah sampai kebawah sana dan mulai bermain-main dengan lincahnya.
Lea langsung meremas spray di sisi kiri dan kanan nya, gadis itu benar-benar kehilangan pemikiran nya, rasa nikmat yang belum pernah dia dapatkan jelas mendominasi dan menyerang diri nya bertubi-tubi bahkan rasanya ada sesuatu yang menyambar naik dari bawah sana hingga ke ujung kepalanya.
Luck terus bergerak memainkan lidah nya dibawa sana tanpa jeda, bahkan selain bergerak maju mundur dia menghisap kuat-kuat milik Lea tanpa jeda hingga akhirnya gadis itu merasa sesuatu akan tumpah.
"Akhhh no...apa itu uncle, aku mau pipis"
Pekik Lea sambil terus berteriak dengan nada kacau balau, sepersekian detik kemudian tiba-tiba sesuatu benar-benar tumpah dari bawah sana.
Saat Lea mengatakan hal tersebut, seketika luck menaikkan alisnya, kalimat Lea jelas terdengar klise, luck langsung naik ke atas, dia menyentuh kedua belah wajah Lea dengan kedua tangan nya.
"Look me"
Ucap luck cepat.
"Kamu belum pernah melakukan ini sebelum nya?"
Luck bertanya dengan dada bergemuruh, Seketika hasratnya turun begitu saja, luck kehilangan keinginan nya saat Lea berkata
Apa itu uncle?
Kalimat itu jelas diucapkan oleh gadis yang belum pernah melakukan hal seperti itu.
Lea berusaha menggenggam erat lengan luck, gadis itu berusaha menekan kesadaran nya, dia menggelengkan pelan kepalanya.
"Belum"
Jawab Lea pelan.
"Oh shi..t"
Umpat luck.
Dia Fikir dia hampir saja merusak gadis itu.
Lalu bagaimana mungkin Gadis itu masih perawan? bukankah gosip-gosip yang merebak jelas begitu mengerikan? lalu bagaimana bisa fikirnya.
Luck secepat kilat mengangkat tubuh Lea menuju kekamar mandi, dia fikir gadis itu sudah mendapatkan pelepasan nya, itu artinya efek obatnya mulai menurun dengan cepat, gadis itu harus berendam air dingin untuk menetralisir kan efek obat itu hingga hilang dengan cepat.
Luck jelas tidak bisa mengambil keuntungan dalam keadaan seperti ini, jika ini memang yang pertama kalinya, luck akan jadi laki-laki paling brengsek di mata Lea, gadis dan perempuan manapun paling menantikan hal ini, merek melakukan nya karena suka dan cinta, menunggu dengan perasaan berdebar-debar bahkan penuh rasa penasaran.
Tapi jika luck mengambil nya secara paksa, itu sama artinya luck merenggut sesuatu yang belum tentu ingin gadis itu berikan kepada nya.
Dia jelas tidak sebajingan itu meskipun mereka adalah suami istri yang sah.
Luck ingin hubungan ini didasari atas kata suka sama suka.
Luck mencoba mengisi air bath tub itu sepenuh mungkin, mencoba menyadarkan Lea secepat nya dari keadaan, Setelah itu dia harus membantu diri nya sendiri dengan tangan dan sabun untuk menghilangkan hasrat nya yang bisa jadi naik kembali nanti.
Breng..sek.
Umpat luck sambil memasukkan Lea kedalam bath tub.