
Luck menurun kan perlahan tubuh Lea di dalam kamar mandi, lantas tangan kanan nya secara perlahan menyentuh lembut wajah Lea.
"Uncle"
Baru kali ini luck melihat wajah perempuan itu merona dan memerah, terlihat begitu menggoda dan cantik di mata Luck.
Sang istri jauh lebih tenang di banding kan saat mereka melakukan nya pertama kali kemarin.
"Hmmmm?"
"Ini di kamar man..di"
Saat Lea ingin protes berkata ini di kamar mandi, laki-laki itu secara perlahan memutar air shower nya, membiarkan tetesan air nya mulai membasahi tubuh sang istri.
"Melakukan nya dengan gaya begini jauh lebih indah"
Bisik Luck lantas mulai menggesek-gesekkan lembut pipi mereka.
Dia benar-benar pandai merayu.
Batin Lea dalam hati.
Ingin sekali dia menolak nya, tapi laki-laki itu begitu ahli membuat dirinya terbuai, entah dari mana laki-laki itu pandai merayu tapi luck memang pandai menggiring diri nya fikir Lea.
"Kita akan mengatur tempo air nya dan suhu air nya"
Luck kembali bicara, menekan tombol air nya serta mengontrol suhu air didalam sana, memastikan Lea agar tidak kedinginan dan membuat sang istri nyaman terlebih dahulu.
"Ini dikamar mandi, bukan kah aneh?"
Lea mencoba untuk protes pada sang suami.
"Berdiri akan terasa lebih menyenangkan"
bisik Luck dibalik telinga nya.
"Ya Ngggg Uncle"
Lea membulatkan bola matanya, ingin protes tapi bibir luck tahu-tahu menyesap lembut telinga nya sambil tangan kiri nya mulai masuk kedalam perut nya yang masih ditutupi handuk tersebut.
Seketika satu sensasi dahsyat menjalar di sekujur tubuh Lea.
"Uncle aku..."
"Sttttttt mari menikmati waktu bersama"
Ucap Luck lantas tiba-tiba menautkan bibir mereka dengan gerakan yang begitu lembut, dimana mereka berada dalam posisi berdiri
Lea jelas mengencangkan genggaman nya di lengan Luck, Rasanya begitu hangat dan dalam, memberikan satu keindahan dan rasa manis yang begitu luar biasa.
Laki-laki itu bergerak secara perlahan, menyesap lembut bibirnya sambil bergerak mencoba mengabsen tiap rongga mulut Lea.
Tangan kiri luck secara perlahan membuka handuk Lea, Sedangkan tangan kanannya menekan lembut Tengkuk Lea hingga membuat ciuman mereka menjadi semakin dalam.
Laki-laki itu cukup merasa senang, sang istri kini bisa bersikap lebih tenang dibandingkan hari kemarin, bahkan Lea mulai bisa membalas tautan bibir mereka dan mencoba ikut membelit lidah didalam sana.
Sejenak Luck melepaskan tautan bibir mereka, laki-laki itu mulai turun menyapu dagu hingga leher sang istri, mengabsen seluruh kulit lembut itu satu per satu sembari tangan luck tetap dengan gerakan lincah naik ke atas dada Lea, meraup nya dengan lembut bahkan jemari nya bermain di atas niple nya hingga membuat perempuan itu menggeliat manja.
"Ngggg Uncle"
Lea jelas mengeluarkan suara manja nya, dia semakin menggenggam erat pegangan nya di pergelangan tangan Luck.
"Panggil nama ku sayang, itu akan terdengar lebih seksi"
Bisik Luck lembut sambil menatap dalam bola mata sang istri.
Dengan jutaan gai..rah yang mulai membuncah, bola mata Lea menatap sang suami dengan jutaan kepasrahan.
"Lu..ck"
Ucap nya pelan dengan tatapan pasrah.
Laki-laki itu menaikkan ujung bibirnya Kemudian secepat kilat Luck kembali menyapu bibir indah itu kembali dengan perasaan menggebu.
Sepersekian detik kemudian Lidah Luck secara perlahan mulai turun ke dada Lea secara bergantian laki-laki mulai menyapu ariola Lea dengan gerakan lincah, sesekali luck menggigit pinggiran dada nya bahkan saat bibir Luck mendapatkan tonjolan kecil di atas dada sang istri, dia tidak enggan menyesap dan memainkan niple itu sembari luck juga menggigit beberapa kali hingga membuat sang istri terkadang mengeluarkan desa..Han manja nya, kadang berteriak kecil ke karena berbagai macam rasa yang sulit Lea jelaskan dengan kata-kata hingga membuat perempuan itu menggenggam erat kepala luck agar masuk dan terbenam di dalam dada nya.
Semakin gencar luck menyesap dan memainkan niple nya, Lea semakin erat membenamkan wajah itu kedalam dirinya.
"Luck.."
Lea merengek dan mulai menggila dengan jutaan sentuhan serta buaian luck, apalagi saat jemari kirinya dengan lincah mulai turun ke bawah sana dan melesat masuk tanpa aba-aba.
"Akhhhh Luck..."
Lea langsung meraih punggung luck, dia langsung menggenggam erat punggung laki-laki itu.
Tiba-tiba luck membawa tubuh Lea menuju ke atas wastafel mendudukkan Lea di sana, laki-laki itu mulai menjongkok tubuh nya, dengan gerakan lembut kedua tangan itu mulai membuka perlahan kedua paha Lea.
Lea jelas terkejut karena tiba-tiba lidah Luck melesat masuk kedalam milik nya.
"Akhhhh"
Lea berteriak kecil diiringi suara desa..Han manja nya saling bersahutan hingga membuat Luck semakin bersemangat menjelajah milik Lea dibawah sana.
Lidahnya terus bergerak lincah keluar masuk dan Terus mengobrak-abrik dibawah sana, Lea jelas semakin menggila, beberapa kali dia menggelengkan kepalanya karena merasa tidak tahan, sesuatu terasa akan keluar dari bawah sana.
"Luck.... keluar"
Lea merengek tidak tahan, rasanya dia akan tiba pada pelepasan nya.
"Tumpahkan sayang, aku menunggu nya hmm"
Ucap luck sejenak mantas kembali semakin mempercepat gerakan lidahnya.
Dan benar saja sesuatu dibawah sana tumpah tanpa aba-aba.
Lea Fikir ini sudah, tapi rupanya luck tahu-tahu langsung kembali menautkan bibir mereka sambil menurunkan tubuh Lea kebawah, dia Manarik sang istri kembali ke bawah air shower, tiba-tiba secara perlahan luck mulai membawa milik nya menuju ke arah milik Lea.
"Sudah siap hmm?"
Tanya luck lembut sambil menatap dalam bola mata Lea.
"Hmmm"
Lea mengangguk pelan.
Dan sepersekian detik kemudian secara perlahan Luck mulai memasukkan miliknya di bawah sana.
"Akhhh luck.."
Lea Men..desah sejenak, memeluk laki-laki itu dengan erat.
"Oh sayang"
Luck ikut men..desah, menikmati keadaan ketika dia membenamkan dirinya didalam sana, seketika milik Lea meremas milik nya dengan begitu kencang, sejenak dia berhenti membiarkan milik Lea terus meremas miliknya.
Hingga akhirnya secara perlahan luck mulai menggerakkan miliknya dengan gerakan lembut penuh cinta.
Diiringi deru suara air yang terus mengalun indah, luck terus memompa Lea dan mulai membawa perempuan itu mengarungi ke nikmatan tiada Tara, suara de..sahan serta Rengekan manja itu terus saling bersahutan didalam kamar mandi tersebut.
Tubuh dua orang tersebut terus saling bergesekan, tangan mereka saling menggenggam dan memeluk tubuh antara satu dengan yang lainnya, terkadang bibir dan lidah luck menyapu dan menyesap leher Lea.
Semakin kencang suara desa..han dan rengekan manja sang istri, semakin kencang pula luck memompa dibawah sana, membawa sang istri menuju indah nya langit cakrawala.
Luck kembali menautkan bibir mereka untuk beberapa waktu hingga akhirnya Lea berkata
"Luck akhhh"
Perempuan itu akan tiba pada pelepasan nya.
"Come, bersama sayang"
Bisik luck kemudian semakin mempercepat pompahan nya sambil bibir nya kembali saling bertaut sempurna.
Sepersekian detik kemudian Lea mengencangkan pegangan tangan nya, dia benar-benar masuk pada pelepasan nya di ikuti oleh luck yang juga mendapatkan pelepasan nya.
"Oh sayang"
Bisik laki-laki itu sambil mengencangkan pelukan nya.
Secara perlahan laki-laki itu mencium kening Lea sambil berbisik dengan lembut dibalik telinga nya.
"I love you hmmm"
Sejenak wajah perempuan kecil itu merona, dia membenamkan wajahnya didalam dada bidang itu dengan jutaan rasa lelah yang menghantam.
"Come aku akan memandikan kamu, kemudian mari mendapatkan istirahat"
Ucap Luck lantas menggendong pelan tubuh kecil itu menuju ke arah bath tub mandi.
******
Maafkan lah atas Pagi hareudang nya π€π€π€π€ππππππ€£π€£
yang sendiri maafkan lah
yang berdua happy hareudang ππππππ