
Saat kea berbalik dan menangis didalam pelukan Luck, seketika semua orang berteriak senang.
"Kejutannnnn"
Semua berteriak serentak, langsung menyemprot kan Lea snow spray.
"Happy birthday......."
Lagi-lagi semuanya berteriak bahagia ke arah Lea.
"Dia menangis"
Ucap sang Mommy Lea sambil bicara dengan bola mata berkaca-kaca, wanita paruh baya itu masih berdiri di samping sebuah meja dimana terdapat sebuah cake ulang tahun raksasa.
Ini kejutan pertama untuk nya selain dari teman-teman nya di masa SMA.
Dulu hanya teman-teman 4 sekawan termasuk dia, vio, Ailee dan Mina yang saling mengingatkan hari kelahiran, dan satu-satunya orang asing yang juga ingat hari ulang tahun nya kak Ramira nya.
Berapa tahun dia hidup? 18 tahun lebih hampir 19 tahun dia belum pernah diberikan kejutan oleh orang yang begitu dia cintai. Daddy dan kak Aries nya benar-benar melupakan dirinya, sedangkan Mommy nya berjuang dalam keterpurukan, mencoba bertahan dengan keadaan kemudian dinyatakan meninggal dunia dan dia benar-benar kehilangan pegangan.
Dia melewati masa-masa sulit dalam waktu yang begitu lama, terpuruk bahkan terjatuh begitu dalam, tidak punya siapa-siapa, bahkan tidak ada tempat untuk dirinya bersandar dengan baik.
Setiap hari pemandangan yang dia lihat hanya ambisi sang Daddy, wanita penggoda yang hilir mudik menghasut Daddy nya dan kakak laki-laki nya yang sifatnya begitu mengerikan.
Sejujurnya mungkin jika dia tidak menyakinkan diri semua baik-baik saja, tidak ada kak Ramira di belakang nya atau kak selena yang sering mengunjungi nya, bisa jadi dirinya telah hancur dalam pergaulan, bisa jadi saat ini dia tengah bersama sembarangan laki-laki, keluar masuk diskotik bahkan bisa jadi mengambil kamar di hotel manapun yang dia mau.
Tapi ada satu nasehat yang selalu terngiang ditelinga dalam tiap hari nya oleh kak Ramira pada dirinya di kala dia jatuh terpuruk.
"Kehidupan selalu berputar bagai sebuah roda, kadang di samping, di atas, bahkan juga di bawah. Ketika roda kehidupan berada di bawah terkadang membuat seseorang merasa hancur dan frustasi. Itu sebabnya kita tak mau menerima keadaan. Tapi untuk ukuran orang pintar, mereka bisa memaknai kejadian yang tengah dialaminya dimana di balik apa pun yang terjadi di kehidupan selalu ada hikmah yang bisa kamu petik"
"Hidup itu bukan tentang menyesali apa yang telah pergi, tapi tentang menghargai apa yang kamu miliki dan sabar menanti apa yang akan menghampiri."
"Jika Tuhan menciptakan malam untuk menggantikan siang. Tuhan menciptakan kebahagian untuk menggantikan kesedihan"
Karena itu Lea selalu berusaha menekan akal warasnya ketika dia jatuh terpuruk hingga terbenam ke dasar paling bawah sekalipun.
"Sayang"
Luck bicara pelan sambil memeluk erat tubuh Lea yang mulai menangis terisak.
Perempuan itu jelas bahagia, dia Fikir pernikahan seperti apa yang akan dia lewati bersama Luck, sandiwara seperti apa yang harus dia lakoni, dia tidak pernah berfikir Luck akan memperlakukan dirinya seperti ini, dia selalu berkata dalam hati semua akan baik-baik saja, lewati saja selama dia bisa mendapatkan kembali hak nya dari tangan brenda.
Tapi bukankah Tuhan itu begitu adil? setelah hampir 19 tahun berkutat dalam kesedihan dan kesendirian akhirnya Tuhan benar-benar memberikan dirinya hadiah luar biasa yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.
"Berbalik lah dan mari berbahagia hmmm"
Ucap luck begitu lembut.
"Semua orang menunggu kamu sayang hmmm, setelah itu mari tiup lilin nya dan mintalah sebuah permohonan untuk kita"
Setelah berkata begitu Luck mencium lembut puncak kepala Lea.
Bisa dia rasakan betapa bergetar nya kedua bahu dan juga tubuh kecil itu, Lea Terus menangis terisak didalam pelukan nya untuk waktu yang begitu lama.