
Mansion utama keluarga Stephard
Ruang kumpul keluarga.
"Sudah dengar berita nya, Daddy, mommy?"
Seorang perempuan bertanya dengan nada antusias, bicara kearah ke Nyonya dan tuan Stephard, mereka tengah bersantai, duduk di ruang keluarga dengan kegiatan masing-masing. Dimana tuan Stephard sibuk dengan koran di tangan nya, sedangkan nyonya Stephard sibuk menikmati teh hangat nya, seorang laki-laki tampan yang cukup dewasa berusia hampir sama dengan Luck Stephard terlihat duduk bersandar di kursi sofa tersebut, dia menikmati kopi yang ada dihadapan nya sembari sesekali memainkan jemarinya di sekitar cangkir keramik di tangan nya tersebut.
Itu adalah Mina, adik bungsu Luck Stephard.
"Ada apa?"
Mommy Luck bertanya sambil menurunkan cangkir teh nya, dia menatap putrinya untuk beberapa waktu, cukup penasaran melihat ekspresi putrinya tersebut.
Melihat ekspresi mommy nya, Mina terlihat mengulum senyuman nya.
"Kak Luck Stephard baru saja memberikan kabar jika mereka mendapatkan kabar bahagia kemarin"
Perempuan itu bicara sambil mengembang kan senyuman nya.
"Soal apa? Come sayang jangan membuat mommy mati penasaran"
Mommy nya terlihat tidak sabaran.
"Sepertinya impian Grandma benar-benar akan terwujud, mereka mendapatkan kabar baik"
Ucap mina cepat, dengan tatapan penuh bahagia.
Mendengar ucapan putrinya seketika membuat dunia Steven langsung meraihkan ujung amnesia dia mencoba untuk menerka-nerka.
"Lea hamil?"
Tanya nya cepat.
Mina mengangguk kan kepalanya dengan penuh semangat.
"Oh my god"
Bayangkan bagaimana perasaan wanita tua itu sekarang.
"Sayang kau dengar itu?"
Daddy Luck yang masih fokus dengan majalah nya seketika langsung menghentikan bacaan nya, dia menatap kearah Mina.
"Benarkah?"
Tanya aja cepat sembari menurunkan majalahnya.
"Seperti yang kalian harapkan, dad"
"Itu bener-bener berita yang mengejutkan, cepat hubungi bocah itu dengan segera, bagaimana bisa dia memberitahukan semuanya padamu lebih dulu tapi tidak memberitahukannya kepada kami para orang tua?"
Tuan Stephard mengoceh dengan cepat meskipun begitu kebahagiaan jelas terlintas di wajah tua tersebut.
Seolah-olah berita yang disampaikan oleh Mina merupakan suatu berita besar yang memang telah ditunggu oleh seluruh keluarga besar.
"Tentu saja dengan senang hati dad"
Jawab Mina dengan cepat.
Perempuan itu langsung menyambar handphonenya sembari mencoba untuk menghubungi kakak laki-laki nya tersebut.
Laki-laki yang ada di sampingnya tampak mengulum senyumannya, dia melirik ke arah mana kemudian kembali fokus menikmati kopi miliknya.
Sembari mencoba menghubungi Luck Stephard, Mina melirik kearah laki-laki tersebut untuk beberapa waktu, seulas senyuman mengembang di balik bibir Mina.
Saatnya baru saja menghubungi laki-laki tersebut tiba-tiba terdengar nada dering sebuah handphone dengan jelas dari arah depan sana, hal itu sontak membuat semua orang langsung Menoleh ke arah depan.
Bisa mereka lihat Luck Stephard berjalan mendekati mereka bersama dengan Lea di sampingnya.
"Mom, dad"
Luck menyapa cepat.
"Oh god kalian datang tanpa memberikan kabar sayang?"
Mommy Luck seketika langsung berdiri dari posisi duduknya cukup terkejut melihat kehadiran putranya dan juga menantunya.
Tanpa berpikir dua tiga kali wanita tersebut jelas saja langsung berhamburan memeluk Luck Stephard dan Lea secara bergantian.
Bayangkan bagaimana perasaannya saat ini jelas bercampur adik menjadi satu ternyata ada kebahagiaan yang melebihi kebahagiaan saat ini.
"Kamu sengaja datang membuat kejutan karena itu tidak memberitahukan kalian lebih dulu, mom"
Jawab Luck cepat.
"Dia kini sudah pandai membuat sebuah kejutan"
Ucapnya lantas langsung menggenggam telapak tangannya Lea.
"Katakan pada mommy, mereka bilang ada kabar bahagia yang belum sampai ke kediaman Luck Stephard?"
Wanita itu buru-buru bertanya dengan tidak sabaran hal tersebut sontak membuat Lea langsung tersipu-sipu malu.
"Ternyata ramuan yang diberikan oleh Grandma sangat mujarab"
Tiba-tiba wanita itu ingat soal ramuan yang diberikan oleh ibu mertua nya, jelas saja dia bahagia saat tahu Lea telah mendapat kan apa yang semua keluarga impikan.
Mereka belum juga menimang satu cucu pun saat ini, jadi wajar saja begitu mendapatkan kabar soal Lea membuat mommy Luck bersemangat.
"Grandma"
Lea terlihat malu-malu, dia menahan wajah nya yang memerah karena ramuan tempo hari.
Padahal sebenarnya bukan berawal dari ramuan tersebut, tapi dia pikir bukan masalah saat semua orang berpikir itu terjadi karena ramuan nya.
Nyonya Stephard buru-buru membawa Lea agar duduk di kursi sofa, Mina menyambut perempuan tersebut dengan bahagia.
Di SMA mereka adalah sahabat dekat bahkan dikategorikan sangat dekat, mereka selalu berbagi kisah bahkan berbagi cerita antara satu dengan yang lainnya.
Namun tidak pernah terbesit dan terpikir oleh Mina, kakak laki-laki nya akan menikahi sahabat baiknya tersebut.
Bahkan dia tidak tahu jika Luck menikah dengan Lea hingga dia datang ke rumah sakit dimana kasus mencuat penyerangan Liliana dan Ramira yang diketahui belakangan terkena dampak penculikan yang dilakukan oleh alestor dan Brenda.
Bayangkan bagaimana terkejutnya Mina waktu itu, saking terkejutnya dia bahkan kehilangan kata-kata.
"Aku cukup terkejut kamu adalah kakak ipar ku"
Hari itu dia bicara dengan perasaan galau, menatap sahabat baiknya tersebut yang tiba-tiba menghilang setelah kasus daddy dan kakak laki-laki nya mencuat.
"Apakah itu benar? Tidak bohong bukan?"
Dia bertanya dengan perasaan bingung, takut salah mendengar berita atau salah mendengar penjelasan.
Bisa dia lihat Lea merasa cukup malu bahkan kehilangan kata-katanya, perempuan itu mencoba untuk menghindari tatapan matanya.
Mina sama sekali tidak membencinya bahkan tidak pernah berpikir untuk menghalangi pernikahan Lea dan kakak laki-lakinya, mungkin Lea berpikir Mina tidak suka pada hubungan kedua orang tersebut.
"Maafkan aku"
Lea menundukkan kepalanya, merasa sangat bersalah karena menikah dengan kakak sahabat baiknya.
"Aku sama sekali tidak tahu jika Luck adalah kakak laki-laki mu"
Ucap nya pelan.
Mina jelas saja langsung mengembangkan senyumannya, alih-alih marah dia buru-buru langsung memeluk perempuan tersebut untuk beberapa waktu.
"Kenapa menunduk dan tidak ingin menatap mataku Lea? Aku tidak berpikir untuk menghalangi hubungan kalian, aku malah bahagia kau adalah kakak iparku, dibandingkan kakak ku bersama Liliana, aku jelas lebih suka Luck bersama dirimu."
Ucap nya kemudian melepaskan pelukannya.
Lea langsung terkejut Mina memeluk dirinya, dia cukup terkejut mendengar ucapan Mina, hal tersebut sontak membuat Lea langsung mendongakkan kepalanya, dia menatap dalam bola mata gadis yang ada di hadapan yaitu sembari mengembangkan senyumannya.
"Aku pikir kau akan membenciku"
Ucap Lea dengan bola mata berkaca-kaca.
"Tentu saja tidak, memangnya siapa yang mengatur jodoh? jika kalian memang berjodoh aku bisa apa?"
"Akan ada baby junior dirumah kita, itu jelas akan membuat Grandma melompat kegirangan"
Ucap mina cepat.
"Kita harus membayangkan bagaimana kebahagiaan Grandma nanti saat tahu dia akan menimang seorang Cicit"
Mommy Luck bicara dengan bola mata berbinar-binar.
"Aku hanya bisa menyampaikan selamat lebih dulu, Kado ucapan selamat nya akan menyusul dari ku dan Mina"
Laki-laki yang sejak tadi duduk di atas kursi sofa tersebut yang baru saja selesai menikmati kopinya terlihat bicara dengan cepat ke arah Luck.
"Terima kasih banyak ipar"
Luck bicara sambil mengembang kan nya.
Berbayangkan bagaimana suasana rumah keluarga Stephard hari ini, kebahagiaan jelas tercetak dari wajah semua orang, pada akhirnya kau berjalan demi obrolan dan cerita demi cerita terdengar di setiap sudut ruangan.