Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
1 rahasia besar yang menghubungkan Semua nya



Dimasa luck dan Lea


Diantara pekat nya langit malam dan gerimis yang melanda Manhattan serta dingin nya udara yang menerjang, Ramira secepat kilat melajukan mobilnya menuju ke satu tempat yang dia dapatkan dari Bern kemarin, petunjuk nya berkata ke arah sana lah dia harus melangkah saat ini.


"Kau tidak akan percaya dengan apa yang sebenarnya terjadi, Daddy mu adalah putra dari keluarga mereka, yang dijebak oleh laki-laki itu karena sebuah keserakahan,dia tahu Brenda mencintai Daddy mu hingga laki-laki itu menjebak Brenda dalam permainan nya, dan Brenda mengguna kan Karl untuk menyingkir kan Mommy mu atas dasar rasa cemburunya, tapi Karl memanfaatkan keadaan hingga memperkosa Mommy mu malam itu"


"Bisa kau bayangkan bagaimana keuntungan besar yang laki-laki itu dapat kan dengan menggunakan bidak catur nya dalam satu permainan? dia mendapat semuanya dalam 1 kali tebasan"


"Dan dia telah menggantikan posisi Daddy mu sejak 25 tahun yang silam hingga hari ini di sana tanpa diketahui Semua orang"


"Dia menggantikan seluruh identitas nya bahkan wajahnya juga sidik jarinya menjadi Daddy mu untuk naik menjadi pewaris sah"


Seketika Ramira menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya.


"Apa?"


Saat itu Bern berkata dengan nada yang begitu serius, laki-laki itu menyerahkan sebuah foto keluarga yang benar-benar asing untuk nya, tapi Ramira tahu betul siapa salah satu laki-laki disana, itu adalah foto lawas milik Daddy nya.


"Kamu bisa kembali mengambil hak mu disana dengan utuh sebagai putri sah Daddy mu dan menyingkirkan dirinya"


"Satu-satunya yang tahu rahasia masa lalu hanya wanita itu, kamu bisa menemuinya disini dan meminta dirinya untuk membawa mu masuk ke keluarga Daddy mu"


"Aku dan semua orang akan membantu mu dalam menghancur kan mereka, dengan syarat kamu harus bisa membawa laki-laki itu keluar dari tempat persembunyian nya bersama para orang-orang nya"


"Ini kami lakukan sebagai balas Budi karena kamu telah membantu keluarga kami memecah kan permusuhan diantara 3 keluarga dimasa kemarin, setelah kami memusnahkan laki-laki itu beserta antek-antek nya, itu artinya kita sama-sama tidak lagi memiliki hutang Budi"


"Aku akan meminta Winda juga para bawahan ku untuk mengawasi mu dari belakang, aku jamin keselamatan mu akan tetap terjaga dibawah naungan ku"


Bola mata Ramira menatap satu bangunan rumah lama bergaya Eropa tersebut dari kejauhan, cahaya lampu yang menyala di beberapa titik menandakan benar disana ada penghuni nya, secepat kilat perempuan itu membelokkan mobilnya dan mencoba masuk kedalam pekarangan rumah tersebut.


Tapi belum juga Ramira masuk tiba-tiba sebuah mobil telah masuk mendahului dirinya, Perempuan itu mengerutkan keningnya, mencoba kembali memutar dan memarkirkan mobilnya dari kejauhan.


Seseorang tiba-tiba turun dari mobil mendominasi berwarna putih tersebut, Ramira secepat kilat mengambil alat teropong milik nya, mengintip dari sana sambil berusaha menetralisir perasaan nya.


Seketika bola mata Ramira membulat saat dia tahu siapa yang baru saja keluar dari sana, wanita yang begitu dia kenal yang tahu-tahu menyeret kasar seseorang dari dalam mobil itu sambil terus memaki dan membentak nya.


Saat sejuta pemikiran menghantam dirinya, tiba-tiba handphone Ramira berdering keras, dia menoleh ke arah handphone nya,melihat siapa yang baru saja menghubungi nya.


Bernard De Lucas/Al Jaber.


Dengan tangan gemetaran dia mencoba mengangkat panggilan nya.


"Halo Bern"


"Kau sudah melihat nya, Ramira?"


Tiba-tiba Bern bertanya dari arah seberang sana.


"Ya?"


Ramira mengerut kan dahinya.


"Coba tebak siapa perempuan muda yang diseret wanita itu?"


Sejenak Ramira menelan salivanya.


"Bukankah dia putri nya?"


"Kau tidak akan percaya ini Ramira,tapi hasil tes DNA nya sudah keluar, luck membantu ku untuk mendapatkan nya, perempuan itu adalah adik bungsu mu yang kalian Anggap telah mati didalam kecelakaan mobil bersama Mommy dan Daddy mu 20 tahun lebih yang lalu".


Hah.....?!


Seketika Ramira menutup mulutnya, dia menjatuhkan handphone nya dengan keras kearah bawah.


Brakkkkkk


"Apa?"