Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Waktu nya memulai kembali dari awal



Ramira secara perlahan bangun dari tidurnya, dengan perasaan enggan dia mencoba duduk sejenak di tepian kasur, belakangan tidak tahu kenapa dia mulai merasa cukup tidak nyaman dengan seluruh kondisi tubuh nya, dia fikir mungkin karena bawaan hamil jadi seluruh aktifitas terasa serba salah.


Sejenak perempuan itu beranjak dari posisi nya semula, dia berjalan perlahan menuju kekamar mandi nya.


Perempuan itu tampak masih menguap, mencoba membuka seluruh pakaiannya dan mulai mengisi air didalam bathtub, setelah meyakini air penuh dia langsung masuk kedalam sana.


Sejenak Ramira mencoba untuk bersandar didalam bathtub tersebut, memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu, namun tiba-tiba suara pintu kamar mandi di buka oleh seseorang.


Eden tampak menyembul kan kepala nya, dengan langkah santai dia ikut melesat masuk ke dalam kamar mandi dan mendekati Ramira.


"Kak?"


Ramira tampak tercekat, dia mencoba untuk mencari handuknya.


Seketika Eden terkekeh, laki-laki itu langsung duduk dihadapan Ramira, menahan bahu perempuan itu untuk beberapa waktu.


"Oke aku tahu dia buka type perempuan yang agresif, lebih malu-malu dan wajahnya jelas. gampang memerah saat di goda"


Ucap Eden tiba-tiba sambil menatap dalam wajah Ramira, dia meletakkan tangan kanan nya di bawah dagunya.


"Tapi aku penasaran, hari terakhir kita bersama, ber..cinta di apartemen ku kenapa kala itu tiba-tiba berubah begitu agresif? minta hingga 3 ronde dan sangat menggoda?"


Eden bertanya sambil mencoba mengingatkan Ramira di masa itu dimana terakhir mereka melewati sesi panas berdua.


Mendengar pertanyaan Eden dan mengingat hari itu seketika membuat Ramira menelan salivanya, Seketika wajahnya memerah karena malu.



"Aku benar-benar ingat bagaimana lincahnya dia, bagaimana bersemangat nya, lalu setelah itu dia minta pada ku uang belanja, kemudian memutuskan untuk berpisah, kemudian membuat aku memilih Asha? katakan pada ku, saat itu kamu sengaja melakukan nya bukan?"


Tanya Eden lagi, kali ini dia mencoba masuk kedalam bathtub lantas duduk di hadapan perempuan itu, kemudian secara perlahan dia menyentuh lembut wajah Ramira.


Ramira Tampak mengikuti langkah laki-laki itu, dia terus menatap dalam bola mata Eden.


"Kenapa melakukan hal seperti itu? sengaja membuat aku marah agar aku membenci kamu hmmm?"


Tanya Eden lagi sambil terus menyentuh lembut wajah Ramira.


"Maafkan aku"


Ucap perempuan itu pelan dan berusaha menundukkan kepalanya.


Otaknya kala itu benar-benar kosong dan buntu, bahkan setelah sesi panas mereka Eden dengan Kejam nya berkata dia akan menikahi Asha.


Rasanya kejadian hari itu benar-benar membuat dirinya ingin sekali menenggelamkan tubuhnya ke dasar jurang atau bahkan lautan.


Entah bagaimana perasaan Ramira kala itu, ketika mereka melewati panas nya gai..rah lantas m Eden dengan teganya memandang Ramira sebelah mata, bicara soal berpisah dan memutuskan untuk menikahi Asha setelah nya


"Maafkan aku hmm"


Ucap Eden dengan penuh penyesalan, laki-laki itu meraih wajah Ramira lantas menatap dalam bola mata tersebut.


Sejenak Ramira menatap dalam wajah laki-laki itu, kemudian secara perlahan dia menyentuh wajah Eden untuk beberapa waktu.


"Mari memulai nya kembali dari awal, buang kisah masa lalu dan membuka lembaran baru bersama"


Ucap Eden lagi


Ramira tampak menganggukkan kepalanya.


Seulas senyum mengembang dari Balik bibir laki-laki itu, tiba-tiba secara perlahan Eden menautkan bibir mereka untuk beberapa waktu.



"Kak"


Ramira sedikit tercekat, mencoba menghentikan gerakan Eden.


"Hmmm?"


"Aku harus membersihkan diri"


"Mari membersihkan diri bersama"


"Tapi.. "


"Sstttttttttt"


"Eden"