Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Memintanya berpikir kembali



Arsen terlihat menghela nafasnya untuk beberapa waktu, dia mencoba untuk memijat-mijat kepalanya.


"Jadi katakan padaku siapa namamu?"


Lagi-lagi tersebut berusaha untuk mengalihkan pertanyaan, dia pikir dia akan memikirkan kembali soal apa yang terjadi padanya kemarin dan saat ini lebih baik dia menanyakan sosok gadis yang ada di hadapannya itu.


"Florence, anda bisa memanggil ku Flow, tuan"


Jawab gadis itu pelan.


Arsen terlihat menganggukkan kepalanya.


"sebenarnya melibatkan kamu di dalam keluargaku sangat tidak terhormat, aku tidak tahu dari mana mommy ku bisa mendapatkan ide seperti itu dengan mengatakan kepada Daddy ku jika kamu adalah kekasih ku"


Pada akhirnya beban yang ada di hati Arsen lepas juga, setelah ucapannya dilontarkan oleh daddy nya tentang persiapan pernikahan dirinya dan perempuan dari keluarga Aliandre Torres, di mana mommy nya tahu jika Arsen sama sekali tidak menyetujui soal rencana pernikahan yang dibuat oleh daddy nya, pada akhirnya wanita paruh baya lebih tersebut bisa-bisanya memiliki ide untuk mengumumkan hubungan arsen dan gadis di hadapannya itu dan berkata mereka telah berkencan untuk kematian cukup lama dan arsen berencana akan menikahi gadis tersebut.


Hal itu bukan nya membuat ringan masalah, tapi ini malah membuat berat masalah Arsen.


Meskipun tidak dipungkiri keuntungannya adalah dia tidak akan menikah dengan perempuan itu di mana dia sama sekali tidak menyukai Putri keluarga Aliandre Torres, karena baginya perempuan itu benar-benar bukan masuk ke dalam kriteria nya, tapi melibatkan gadis muda dan polos serta tidak tahu apa-apa di depannya itu jelas terasa mempersulit persoalan hidupnya.


Bagaimana mungkin mommy nya menyebar kata mereka akan menikah sedangkan Arsen sama sekali tidak mengenal gadis yang ada di hadapannya, bahkan bisa jadi gadis yang ada di hadapannya tersebut melakukan semuanya pun karena keadaan terdesak.


Sudah tidak diragukan lagi terkadang urusan ekonomi menekan seorang dari kelas kasta bawah untuk menyetujui pernikahan yang tidak mereka sukai,. Itu sudah menjadi pokok persoalan yang melebar dan menjamur di muka bumi ini.


"Dan pernikahan jelas bukan sebuah permainan, kamu harus memikirkannya kembali sebelum terjerumus makin dalam dalam permainan ini sendiri"


Lanjut Arsen lagi.


"Aku tidak keberatan untuk melakukannya tuan, Anda bisa menempatkanku di mana saja bahkan jauh dari tempat ini, aku mendapatkan gaji yang lain untuk membiayai keluargaku di kampung itu jauh dari cukup, aku juga butuh uang tempat untuk berlindung dari laki-laki yang mencoba untuk menghancurkan masa depanku"


Flow bicara dengan cepat menatap arsen dengan bola mata berkaca-kaca, dia membutuhkan uang yang ditawarkan oleh ibu laki-laki tersebut, bahkan dia butuh tempat berlindung dari laki-laki psikopat yang nyaris memperkosanya dan juga membunuhnya.


Kembali ke kampung dalam keadaan seperti ini jelas bukan pilihan yang bijak, dia mana mungkin kembali saat ini ketika dia tidak memiliki apapun dan membawa malu namanya di dalam keluarganya, untuk keluar lagi dari kondisi ini juga jelas sangat tidak memungkinkan di mana laki-laki psikopat itu masih terus membuat dia takut, dia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi pada laki-laki itu pada malam kejadian di mana Arsen menyelamatkan dirinya dan mereka melarikan diri, apakah laki-laki psikopat itu meninggal di tempat atau bahkan masih selamat dan kini sedang berusaha untuk mencarinya.


Andaikan laki-laki psikopat itu telah meninggal apakah itu akan menjamin para anak buahnya tidak mencari dirinya, dan jika laki-laki psikopat itu masih hidup maka itu artinya keluar dari tempat ini akan menjadi resiko paling terbesar dalam hidupnya, dia akan kembali pada sisi kegelapan tanpa bisa dihindari lagi dan dia yakin kali ini dia berada di tangan laki-laki psikopat tersebut bisa hingga mati.


Karena itu dia tidak mau melepaskan kesempatan ini, anggaplah dia sudah tidak memiliki harga diri lagi karena menerima tawaran wanita tua tersebut, tapi bukankah semua orang dan setiap orang memiliki alasan sendiri untuk diri mereka masing-masing? Flow jelas Memiliki alasan kenapa dia menerima tawaran tersebut dan rela bertahan di tempat tinggal laki-laki yang ada di hadapannya itu.


"Pernikahan akan menghancurkan masa depanmu, flow"


Arsen kembali berusaha untuk mengingatkan nya.


"Itu bukan masalah, jika anda telah jatuh cinta dengan gadis lain dengan ingin melepaskanku satu hari nanti, aku rela melakukan nya dan bercerai dengan anda, tapi aku mohon berikan aku tempat tinggal terbaik yang bisa melindungi aku dari kegelapan yang pernah menyekap dan mengambil masa depan ku untuk beberapa waktu kemarin"


Flow terus bicara sembari menatap dalam bola mata Arsen, dia bicara dengan sungguh-sungguh.


"aku tidak akan mengusik kehidupan anda dan aku juga tidak akan pernah merepotkan atau menyusahkan anda, demi apapun aku tidak akan pernah membuat anda marah atau membenci ku, aku mohon biarkan aku melanjutkan sandiwara yang diminta oleh nyonya Peterson"


Pada akhirnya Arsen terlihat diam dan sama sekali tidak bicara, dia menatap gadis yang ada di hadapannya itu untuk beberapa waktu kemudian pada akhirnya laki-laki itu mencoba untuk berdiri dari posisi duduknya, dia bergerak dan berjalan menjauhi gadis tersebut menuju ke arah jendela kaca besar yang menghadap langsung ke arah langit yang membentang luas di atasnya.


Laki-laki tersebut terlihat berfikir untuk waktu yang begitu lama.


Sedangkan gadis itu terlihat menunggu jawaban dari arsen dengan harap-harap cemas sembari dia terus menggigit bibirnya dan membiarkan kedua telapak tangannya saling terpaut antara satu dengan yang lainnya.