Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Tubuh yang tidak enak



Setelah acara pesta pernikahan selesai jangan ditanya bagaimana keadaan situasi rumah, keramaian yang terjadi tidak pernah terputus selama beberapa hari.


Keluarga besar hilir mudik tanpa henti, aku bahkan ucapan selamat tidak pernah tidak terdengar dalam setiap waktu dari bibir berbagai macam orang untuk Lea dan Luck.


Rasa lelah menghantam Lea, bahkan rasanya dia sudah tidak sanggup lagi untuk mondar-mandir atau bahkan hanya sekedar duduk juga berdiri menerima salam, ucapan selamat dan amplop dari para tamu undangan.


Dia bahkan mengeluarkan ekspresi memelas sambil menatap Luck sembari mengerucut kan bibirnya.


Melihat hal tersebut membuat Luck terkekeh menatap sang istri kecilnya.


"Aku lelah"


Bisik Lea pelan.


"Kembali lah ke kamar, biar aku yang menghadapi sisa tamu nya"


"He em"


Dia bergerak cepat menuju ke kamar nya, masih dengan pakaian pengantin dan riasan yang memenuhi wajah dan tubuhnya, langsung melesat ke kamar dan berharap bisa beristirahat dengan tenang dalam rasa lelah yang menerjang.


Tapi Realita nya terkadang rencana tidak sesuai dengan harapan, dikamar beberapa keluarga dan sahabat baik telah menunggu nya sejak tadi.


Ahhhhhh.


Lea hanya bisa mengeluh didalam hati.


Pada akhirnya dia bercengkrama pada semua orang mendengarkan cerita sembari berguling di atas kasur nya, dan tanpa sadar karena keadaan sibuk dan lelah beberapa waktu ini kesedihan yang menghantam dirinya soal Aries menghilang sejenak diganti oleh suasana lain yang menyita tenaga dan pikiran nya.


******


Beberapa hari setelah pernikahan


Mansion utama Luck Stephard


Kamar utama


Lea baru menyelesaikan sesi mandi nya dimana sang suami mulai sibuk dengan laptop Milik nya di atas kasur.


Perempuan tersebut bergerak menuju kearah walk in closet untuk mengambil pakaian nya tapi tiba-tiba....


Hmpppp.


Lea buru-buru menutup mulutnya.


Rasa mual menghantam dirinya.


Tanpa berpikir dua tiga kali Perempuan tersebut melesat pergi berlarian menuju ke arah kamar mandi dan dia pikir ini hanya mual biasa, tapi di detik berikutnya dia memuntahkan seluruh isi perut nya yang jelas belum terisi apapun setelah bangun tidur.


Luck yang mendengar istri nya memuntahkan makanannya jelas panik, dia beranjak cepat dari posisinya, mengejar Lea ke kamar mandi dan menatap panik kearah istri nya.


"Sayang ada apa?"


Laki-laki tersebut gelagapan, mencoba mencari minyak angin aromatherapy untuk sang istri nya.


Oh **** dimana mereka?!.


Luck mencari didalam kotak obat namun tidak menemukan nya, Hingga akhir dia mencoba merogoh laci dan menemukan nya disana.


Begitu mendapatkan apa yang dia mau dia kembali melesat menuju ke kamar mandi, tanpa berpikir dua tiga kali laki-laki tersebut langsung mengoleskan minyak angin di tengkuk Lea, kemudian meletakkan nya di perut Perempuan tersebut.


Dia memijat-mijat tengkuk Lea untuk beberapa waktu.


Perempuan tersebut cukup tersiksa dengan keadaan nya, memuntahkan sesuatu dimana perut nya jelas belum terisi sangatlah menyiksa, seolah-olah dia akan mati saat ini juga.


"Aku pikir aku kelelahan"


Ucap Lea pelan.


Mendengar kata-kata istri nya, Luck tanpa berpikir dua tiga kali langsung mengangkat tubuh Lea dengan cepat, menggendong nya dan membawanya masuk ke kamar mereka.


"Istirahat lah, aku akan minta bibi membawakan makanan untuk mu, jangan bergerak kemana-mana, aku pikir kita butuh dokter sekarang juga"


Jangan ditanya bagaimana ekspresi panik wajah Luck, dia langsung meletakkan Lea keatas kasur dan berusaha untuk menghubungi seseorang.


"Sayang...aku tidak mau ke dokter"


Lea merengek cepat, dia jelas tidak ingin pergi ke dokter.


"Biarkan aku beristirahat sejenak, aku yakin ini akan baik-baik saja"


Melihat rengekan istri nya sejenak membuat Luck meragu, dia terlihat masih menggenggam handphonenya.


"Tapi Lea..."


"please...."


Mohon Lea kemudian.


Pada akhirnya laki-laki tersebut menurut.


******


Oh no...!!!.


Lea berteriak didalam hati nya.


Sejak 3 hari ini perut Lea terasa tidak enak, awalnya setiap makanan yang masuk terasa ingin dia keluarkan kembali hingga akhirnya hari ini sejak pagi seluruh makanan yang masuk tahu-tahu keluar tanpa henti.


Dia pikir mungkin dia tengah terserang demam karena lelah setelah acara resepsi pernikahan, cukup makan obat masuk angin juga meletakkan minyak angin di perut serta di tengkuknya, Lea pikir mungkin rasa tidak enaknya akan menghilang dengan sendirinya.


Tapi siapa sangka 3 hari berlalu tidak ada perubahan sama sekali, dia malah seperti ingin mati karena keadaan.


Bahkan sial nya hari ini isi perutnya tergerus dengan sempurna.


Luck jelas saja panik melihat keadaan Lea, dia fikir sebaiknya sang istri pergi ke rumah sakit, tapi jelas sangat sulit sekali membujuk sang istri agar pergi ke rumah sakit atau ke dokter, perempuan itu benci dengan aroma rumah sakit dan sangat tidak suka dengan jarum suntik apa lagi harus menelan obat-obatan yang tidak dia sukai.


Rasa trauma Lea pada peristiwa Mommy nya dirumah sakit dan di diagnosa gila membuat perempuan itu begitu takut berhadapan dengan jarum suntik dan orang-orang berpakaian dokter.


Sang istri pergi ke rumah sakit pun jika tidak dalam keadaan terdesak atau karena urusan keluarga jelas tidak ingin berada disana.


Tempo hari Lea pergi ke rumah sakit untuk menemui dirinya setelah habis berperang melawan Brenda dan Alestor dalam keadaan terpaksa.


jika bukan karena mengkhawatirkan dirinya, bisa dia jamin Lea Tidak akan mau datang ke rumah sakit kala itu.


"Kemarilah"


ucap Luck pelan ke arah Lea.


laki-laki itu menunggu Lea untuk naik ke atas kasur.


sang istri dari kamar mandi langsung beranjak naik atas kasur berbaring di samping Luck kemudian langsung masuk kedalam pelukan sang suami.


"Muntah lagi?"


Tanya luck sambil menggenggam erat tubuh Lea, memasukkan Perempuan itu kedalam pelukan nya yang erat.


"Hmmm"


Lea hanya menyahut pelan, enggan bergerak karena rasa pusing dan mual.


"Ini sudah yang keberapa kali nya hmm?"


Tanya Luck pelan, dia mengelus lembut kepala Lea untuk beberapa waktu.


"Aku tidak bisa menghitung nya"


Ucap Lea sambil terus membenamkan wajahnya di dada Luck.


Satu-satunya yang bisa menghilangkan rasa mual dan pusing nya hanya aroma sang suami.


Karena itu selama beberapa hari ini, dia selalu menunggu kepulangan Luck agar bisa masuk kedalam dekapan laki-laki itu.


"jika besok masih seperti ini, aku akan panggilkan dokter pribadi Stephard Hmmmm, aku mohon jangan menolak nya lagi, kamu membuat ku khawatir sayang"


Ucap luck sambil menggosok perlahan punggung Lea.


"Aku tidak mau"


Ucap Lea sambil menggelengkan kepalanya.


Lagi-lagi rasa pening menghantam dirinya.


"Ohhh "


Seketika Lea mempererat pelukannya, dia tiba-tiba menangis karena kesal.


"Aku benci sakit"


Ucap nya sambil terisak.


"Padahal aku menjaga dengan baik pola makan ku, bahkan aku tidak makan yang aneh-aneh dikampus"


Rengek nya sambil menghentakkan kakinya dengan perasaan kesal.


Luck mencoba menahan tawanya saat melihat ekspresi dan mendengar keluh kesah Lea.


"Itu mungkin bukan karena salah makan, biasa nya kalau kita ingin sakit yah sakit saja, mungkin karena perubahan cuaca, jadi imun tubuh menjadi kurang bagus dan gampang terserang sakit secara tiba"


Ucap luck cepat.


Laki-laki itu memejamkan bola matanya sambil menggesek-gesekkan dagunya ke puncak kepala Lea.


"Besok biarkan dokter memeriksa mu hmmm"


Ucap laki-laki itu lantas mencium puncak kepala Lea secara perlahan.


"Hmmm"


Pada akhirnya perempuan itu hanya bisa menjawab dengan pasrah.