
Disisi lain
Tempat tinggal laki-laki xxxxxxx.
Seorang laki-laki berkepala plontos terlihat berdiri di hadapan sang tuan nya yang dipanggil oleh Flow sebagai laki-laki psikopat, dia menatap tuan nya tersebut untuk beberapa waktu Sembari memberikan laporan penting pada laki-laki itu.
Menunggu jawaban dari sang tuan nya untuk beberapa waktu.
Sesuai dengan apa yang dia harapkan, laki-laki dihadapan nya menjawab.
"Jadi kalian sudah menemukan nya?"
Seulas senyuman licik dan picik mengembang dari balik wajah laki-laki mengerikan tersebut, bola mata tajam dengan tatapan membunuh tersebut bertanya pada laki-laki yang ada di hadapannya.
Entah sudah berapa lama dia mencari gadis yang dikurungnya Kemarin, ke sana kemarin memerintahkan para anak buahnya untuk mendapatkan informasi gadis tersebut, hingga akhirnya satu berita menyenangkan hadir juga malam ini kepada dirinya.
Dia jelas senang ketika mendapatkan berita soal keberadaan gadis tersebut, pada akhirnya kerinduan nya akan terpupuk sudah.
"Ya tuan"
Laki-laki berkepala pantas di hadapannya menundukkan kepalanya tanda dia telah menemukan gadis yang diinginkan oleh tuan nya tersebut.
"itu berita luar biasa yang aku dapatkan hari ini"
Ucap laki-laki itu lantas langsung berdiri dari posisi duduknya, dia meraih rokok yang ada di hadapannya sambil menarik pamatik yang ada di atas meja, secara perlahan laki-laki tersebut mulai menyulut api rokok di dalam rokok yang telah diletakkan di atas bibirnya.
Cukup lama dia menggerakkan famatiknya dan menyalakan rokok tersebut hingga akhirnya secara perlahan dia mulai menghisap rokok itu dengan penuh kenikmatan.
"Katakan padaku di mana lokasinya?"
Laki-laki itu kemudian bertanya sembari menatap laki-laki yang ada di hadapannya tersebut, menunggu jawaban anak buahnya dengan perasaan berdebar-debar.
Tidak ada yang mengerti perasaannya betapa dia sangat mencintai gadis tersebut, tidak bertemu dengan gadis itu seolah-olah dunianya runtuh menjadi satu.
Dia benar-benar ingin bertemu dengan gadis itu karena perpisahan dalam beberapa Minggu ini, dan bisa dipastikan dia akan memikirkan siapapun yang berani merebut gadis itu dari tangannya.
"Dia ada di......."
Laki-laki berkepala botak itu langsung berbisik tepat di samping telinga kiri laki-laki tersebut.
Dia menunjukkan letak tempat dimana gadis tersebut berada.
Seketika sebuah seringai penuh kepuasan terlihat di balik wajahnya.
"Apa Anda ingin kami menjemputnya sekarang tuan?"
Laki-laki berkepala plontos tersebut bertanya dengan cepat.
"Tidak, kau tidak bisa menjemputnya sekarang karena aku pikir gadis itu pasti dijaga dengan ketat"
Ucap laki-laki itu sembari menghisap kembali rokoknya, dia bergerak menuju ke arah jendela yang terbentang luas menghadap ke arah langit, laki-laki itu mulai kembali menyesak rokoknya secara perlahan dan menikmati aroma tembakau yang ada di tangannya.
Laki-laki itu memejamkan sejenak bola matanya sembari berpikir, saat dia tahu gadis pilihannya berada di tangan siapa, hal tersebut jelas tidak mudah untuk mendapatkannya kembali, dia tahu siapa keluarga Patlers Paterson.
Dia tidak akan mau terjebak dalam urusan keluarga tersebut, karena jika tidak keluarga itu akan menjebloskan dirinya ke penjara, karena itu dia harus bergerak hati-hati hingga tidak ketahuan.
"Biar aku sendiri yang akan menjemputnya, aku akan memastikan dia akan kembali ke tempat ku tanpa perlawanan"
Ucapnya dengan cepat sembari bola matanya menatap tajam ke arah langit yang telah menggelap sejak tadi, dia pikir malam ini akan turun hujan deras, andaikan gadis itu ada di sini, bisa dia pastikan gadis itu akan tenggelam di bawah kungkungannya.
Sial.
Dia pikir kenapa dia harus bersaing dengan laki-laki di dalam keluarga tersebut, kemarahan terlihat jelas di balik wajahnya, laki-laki itu menggenggam erat telapak tangannya.
"Aku akan bergerak besok"
Ucap laki-laki tersebut kemudian.
Mendengar ucapan tuan nya, laki-laki berkepala plontos tersebut menundukkan kepalanya, kemudian dia mulai berbalik dan beranjak dari sana dengan cepat, meninggalkan tuannya dalam keheningan seorang diri.
Menutup pintu ruangan tersebar secara perlahan karena takut menimbulkan suara berisi yang sangat tidak disukai oleh laki-laki tersebut.
******
Mansion utama Arsen
Ruang kerja
Swiss
Beberapa Minggu setelah kesehatan laki-laki tersebut pulih total dia memutuskan untuk kembali ke mansion utama nya tanpa berpikir dua tiga kali, karena tinggal di rumah sakit bagi yang jelas sangat menyiksa dan membuatnya merasa tidak nyaman.
Dia jelas lebih suka tinggal di rumah daripada rumah sakit.
Arsen pikir dia cukup merindukan tempat tinggal utamanya, dia sudah melupakan segala sesuatu perihal kemarin, kesibukan untuk mengurus pernikahannya jelas menyita waktu dan juga pikirannya.
Percayakan semua orang?, Sebenarnya dia tidak tahu ini perasaan apa tapi anehnya meskipun dia tahu pernikahan ini hanya pura-pura tapi dia cukup berdebar-debar dengan pernikahan yang akan terjadi antara dirinya dan Flow.
Ini pertama kalinya dia khawatir soal hari pernikahan, bahkan dia khawatir setelah menikah dia tidak bisa Bermain badminton saat hari Sabtu, atau bermain bola di hari Minggu, sulit menikmati video game hingga larut malam, sampai pergi ke bioskop sendirian, dan masih banyak hobi yang biasa dia nikmati sebelumnya tidak bisa dia nikmati lagi.
Secara alamiah, pria lahir dengan sikap mandiri, Ketika ada seorang wanita yang memasuki kehidupan mereka, mereka akan merasa semua pilihannya ditentang oleh pasangannya, dan dia merasa seolah-olah dia benar-benar akan menikahi gadis pilihan nya dan akan berakhir pada masa di masa semua hal akan dibatasi oleh Flow.
Dia seketika memijat-mijat kepalanya, cukup merasa lucu dengan jalan pemikiran nya.
Laki-laki tersebut kembali fokus pada pekerjaannya, dia menatap kembali layar laptop dihadapan nya dan menggerakkan kembali di antara keyboard ⌨️ yang ada dihadapan nya.
Tanpa dia sadari dari arah pintu depan seseorang masuk secara perlahan, Flow bergerak membawa nampan berisi makanan dan minuman untuk laki-laki tersebut.
Gadis itu terlihat bergerak mendekati Arsen, membiarkan dirinya meletakkan nampan tersebut tepat di sisi samping kanan Arsen dimana laki-laki tersebut masih belum menyadari kehadiran gadis tersebut.
Flow terlihat berdiri menatap laki-laki tersebut untuk beberapa waktu, membuat nya mengerutkan keningnya Karena laki-laki itu sama sekali tidak menoleh kearah nya.
Gadis tersebut sejenak menghela nafasnya, berniat berbalik dan meninggalkan laki-laki tersebut saat ini, namun siapa sangka arsen tiba-tiba bergerak secara refleks dan tanpa diduga dan tanpa disengaja laki-laki itu menyenggol minuman yang ada di sisi kanannya dan...
Brakkkkkkk.
Hah?!.
Flow seketika terkejut, dia mengurungkan niatnya, berbalik dan melihat minuman yang dibawa nya berhamburan di atas meja Arsen, mengenai berbagai macam berkas laki-laki tersebut dan juga laptop nya.
"Oh god."
Ekspresi Arsen terlihat cukup terkejut, dia menatap seluruh berkas-berkas nya dengan perasaan terkejut, dan laptop nya tiba-tiba mati begitu saja.
"Shi.t"
"Kak..."
Seketika wajah Flow menegang.