
Ketika sinar matahari pagi mulai menyeruak masuk di sela kamar milik luck, secara perlahan Lea menggeliat manis didalam tidurnya.
"Ngggg"
Lea berusaha kembali memejamkan bola matanya, bahkan ketika dia merasa ada yang memeluk nya dengan erat, tidak tahu kenapa rasanya sangat nyaman berada di dalam dekapan itu, Seolah-olah dia merasakan dekapan hangat yang sangat dia rindukan dari sang Daddy nya.
Nyaman...!!
Lea semakin meringkuk masuk kedalam nya.
Kapan terakhir kali aku tidur di pelukan Daddy? Saat berusia 7 tahun, MUNGKIN!
Ngggg ngomong-ngomong kok rasanya begitu nyata?
Sejenak Lea mengerutkan keningnya, màsih dengan bola mata yang enggan terbuka dia berusaha untuk meraba-raba apa yang ada di hadapannya.
Dada bidang, wajah dengan bulu-bulu halus dan....
"Hahhhhh?"
Lea langsung membuka matanya, seketika bola matanya membulat, menatap tidak percaya dengan apa yang ada dihadapan nya.
Sosok Luck Tampak màsih tertidur pulas tepat dihadapan nya, laki-laki itu memeluk erat dirinya, bahkan terlalu erat.
Oh god...kenapa cara tidur kami begitu estetik? ah tidak fantastik, ehhhh bukan terlalu klasikkkk...!!!
Pekik Lea dalam hati.
Gadis itu menutup kedua mulutnya secepat kilat, berusaha untuk tidak mengeluarkan suaranya.
Tunggu dulu?
Lea berusaha menelisik ruangan sekitar, ini kamar Luck.
Apa yang terjadi semalam? aku Kenapa tidur 1 kasur dengan nya? aku memperkosa dia lagi? apa aku tidur sambil berjalan?.
Lea berusaha untuk berfikir keras.
Dia fikir terakhir dia berada di mobil, mereka sedikit....
Hahhhhh, aku mencium nya.
Lea kembali melotot.
Yah dia mencium laki-laki itu semalam.
Kemudian apa yang terjadi??.
Belum selesai Lea dengan jutaan pemikiran nya, tiba-tiba luck bergerak lembut, wajah laki-laki itu menggesek dengan lembut pipi Lea, kemudian bola mata luck membuka secara perlahan.
Saat laki-laki itu membuka bola matanya dengan sempurna, dia baru sadar Lea ternyata sudah bangun dari tidur nya.
"Sudah bangun hmmm?"
Tanya luck dengan suara khas bangun tidur nya.
"Jangan lihat wajah ku"
Ucap Lea lantas meringkuk didepan dada Luck.
Laki-laki itu mengerutkan keningnya.
"Ada apa?"
Buru-buru Lea kembali mendongak.
"Apa semalam aku kembali melakukan hal yang tidak seno..noh? aku memperkosa Uncle lagi?"
Luck masih mengernyit kan dahinya, Seketika tawa laki-laki itu pecah, dia fikir gadis dihadapan nya itu sangat lucu sekali dalam berfikir.
"Yeaahhhh kau melakukan nya lagi"
Ucap luck sambil berusaha menahan tawanya, laki-laki itu menekan mata nya dengan jari telunjuk dan jempol nya.
"Hahhhh"
Lea langsung menggerak-gerakkan kakinya dengan perasaan kesal.
"Hwaaaaaaa, aku pasti sudah gila"
Lea Tampak begitu frustasi, dia seperti ingin menangis sambil merengek kesal dengan dirinya sendiri.
"Yah sangat gila sekali"
Luck bicara sambil menatap dalam wajah gadis itu, dia tampak merasa lucu melihat ekspresi Lea saat ini.
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba Jemari luck menyentil kening gadis itu.
"Akhhhh"
Lea langsung sadar dan diam dari tindakan nya, gadis itu menyentuh pelan keningnya sendiri.
"Uncle..."
Gadis itu meringis kesal.
Tiba-tiba Luck menautkan bibir mereka untuk waktu yang cukup lama kemudian laki-laki melepaskan tautan mereka.
"Good morning beb"
Bisik Luck sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Ehhhh?"
Lea jelas kaget, dia mengedipkan bola mata nya berkali-kali.
Alih-alih peduli dengan kebingungan Lea, laki-laki itu melepaskan dirinya, beranjak dari tidurnya lantas langsung pergi meninggalkan Lea dengan kebingungan menuju ke arah kamar mandi.
Lea masih tampak membeku, hingga akhirnya kesadaran nya kembali terkumpul dengan sempurna.
"Tunggu dulu.... maksudnya tadi apa?"