
Murat menatap wajah Ramira untuk beberapa waktu setelah mereka berada didalam mobil Murat, laki-laki itu menarik kasar nafasnya sambil mulai melajukan mobil nya ke arah mansion utama miliknya.
"Aku hanya tidak bisa memahami jalan fikiran kamu hingga sejauh ini"
Ucap Murat sambil mengeratkan rahangnya.
"Jika memang harus menunda pernikahan nya, tidak usah membuat skandal besar yang tidak menguntungkan"
Ucap Murat lagi.
"Mari tidak bertemu dulu hingga akhir tahun ini"
Ucap Ramira tiba-tiba, bola mata nya menatap dalam bola mata Murat.
Seketika Murat menghentikan mobilnya, dia langsung mengerem mendadak.
Ciittttttt
"Apa?"
Laki-laki itu menoleh cepat ke arah Ramira.
"Aku butuh waktu sendiri, aku fikir kita berdua butuh waktu untuk kembali memikirkan soal pernikahan ini dan......"
Belum sempat Ramira menyelesaikan kata-katanya, Murat langsung menyela.
"Karena Eden? aku sudah bilang berhenti terlalu menempel pada nya, aku cukup curiga soal valentine dimasa lalu, dan kamu terus-menerus berada disisi nya, bahkan kamu tahu image buruk nya? dia pernah terkena skandal memperkosa anak wanita yang bekerja di mansion nya"
Murat bicara dengan penuh penekanan, bola mata laki-laki itu jelas menyiratkan kemarahan.
Ramira hanya bisa menggenggam erat ujung pakaian nya, seolah-olah dia ingin berkata...
Malam itu bukan Eden yang melakukan nya.
"Ini tidak ada hubungan nya dengan Eden"
"Lalu apa? kau ingin membuat malu 2 keluarga lagi? selalu seperti ini..."
Murat tampak berusaha memijat sejenak kepalanya, dia memejamkan sejenak bola mata nya kemudian langsung menatap dalam wajah Ramira.
"Entah sudah berapa lama aku mengenal kamu, begitu lama, nyata nya aku masih tidak bisa memahami kemana jalan fikiran kamu sebenarnya"
"Karakter mu bahkan bisa berubah-ubah menjadi 2, kadang kamu begitu lembut, kadang begitu keras kepala, saat kita hanya berdua kamu jelas begitu keras dan Sulit di atur, saat ada Eden kamu begitu menurut dan penuh cinta."
"Kadang aku bertanya-tanya, sebenarnya kamu ini yang mana?Ramira yang mana sebenarnya kamu ini?"
Murat mulai marah, dia Mulai mengeluh soal sikaf Ramira.
"Seolah-olah kamu punya kepribadian ganda"
Ucap laki-laki itu lagi.
Murat berusaha untuk menarik kembali kasar nafasnya
"Atau jika tidak...Mari kita batalkan pernikahan ini"
Murat lagi-lagi menoleh kearah Ramira.
"Are you kidding me?"
Laki-laki itu bertanya sambil menatap tidak percaya ke arah Ramira.
"Kau ingin menghancurkan saham 2 perusahaan?"
"Buat seolah-olah aku yang membuat ulah dan kamu yang memutuskan pertunangan kita, aku akan menampakkan di hadapan semua orang jika aku lah yang tergila-gila dengan kamu"
"Lalu kamu ingin menghancurkan saham Acselic construction?"
Ramira menggelengkan pelan kepalanya.
"Keluarga Al Fattah akan membantu ku untuk menyeimbangkan Saham kekuarga Acselic construction"
Murat menatap tidak percaya ucapan Ramira.
"Kamu terlihat begitu mengerikan, diam-diam begitu menghanyutkan"
Ramira diam lantas membuang pandangannya.
Murat benar-benar tidak percaya dengan jalan fikiran perempuan disampingnya itu.
"Aku tanya pada mu, apa kamu pernah benar-benar menyukai aku?"
Tanya laki-laki itu sambil menatap dalam bola mata Ramira.
Perempuan itu tampak diam.
"Aku hanya butuh 1 jawaban, apa kamu pernah jatuh cinta pada ku?"
"Maafkan aku"
Ucap Ramira pelan.
"Kamu mencintai Eden?"
Tanya Murat lagi.
"Aku tidak punya jawaban soal itu"
Murat tampak mendengus.
"Atau kau benar-benar mencintai Farhan? kekasih dari Selena?"
"Aku tidak harus memberitahukan soal perasaan ku"
"Shi..t"
Murat memukul keras stir mobil nya, dia mengeratkan kembali rahang nya.
"Kau benar-benar luar biasa"