
begitu kembali ke mansion mereka, saat Luck menggendong Lea yang telah tertidur pulas menuju ke kamar mereka, sang Mommy dan grandma nya yang tengah duduk santai di ruangan tengah jelas mengerutkan kening mereka.
"Ada apa Luck?"
Mommy nya bertanya dengan tatapan bingung wanita itu langsung mengikuti langkah luck.
Buru-buru Luck meminta Mommy nya untuk tidak mengencangkan suaranya.
"Akan aku ceritakan lain kali Mom, biarkan kami pergi membersihkan diri dan beristirahat"
"Hmm"
Mommy nya mengangguk cepat, membiarkan sang anak dan menantunya naik menuju ke kamar mereka.
"Ada apa?"
Sang Grandma bertanya balik pada Mommy luck.
"Hanya sedikit kelelahan"
"O..."
Luck secara perlahan naik ke atas menuju ke kamar nya, dia meletakkan gadis itu ke atas kasur, niat nya ingin membangun kan Lea tapi saat ingat Keadaan tadi ditambah hujan petir masih menyisa akhirnya luck mengurungkan niatnya untuk membangunkan gadis itu.
Laki-laki itu pada akhirnya mulai masuk ke kamar dan memilih untuk membersihkan dirinya.
********
Kembali kemasa lalu
Saat kanak-kanak Lea
Prangggg.
Prangggg
"Karl, maafkan aku"
Ditengah hujan petir menggelegar terdengar beberapa suara pecahan kaca dan benda-benda berjatuhan dengan kasar, suara Mommy nya yang menangis sambil mengeluarkan suara gemetaran terdengar jelas bahkan mendominasi dari dalam kamarea, gadis kecil berusia 8 tahunan itu tampak mencoba membuka pintu kamar ny Secara pertama.
Lea mencoba mengintip sejenak apa yang terjadi, dia seolah-olah tahu biasanya itu merupakan kemarahan sang Daddy nya yang tidak beralasan. Gadis kecil itu mulai menyeruak keluar, mencoba mendekati asal suara, asalnya dari dapur kediaman Karlos Al Jaber.
Gadis itu maju beberapa langkah dan mengintip apa yang terjadi.
Lea mundur beberapa langkah kebelakang sambil menggenggam erat ujung rok nya, bola mata nya memerah dan tubuhnya tampak gemetaran saat dia melihat sosok sang Daddy nya memperlakukan Mommy nya dengan begitu kasar, bahkan Daddy nya tidak enggan menerjang atau menampar Mommy nya.
Terlihat jelas sang Daddy nya menarik dan menekukkan kasar tangan Mommy nya, seolah-olah laki-laki itu sedang berharap agar tangan perempuan yang ada dihadapan nya itu patah dengan segera.
Dia bisa melihat bola mata penuh kesedihan, rasa sakit dan penderitaan di Balik wajah cantik sang Mommy nya itu.
"Bukankah aku sudah bilang? jangan mengacaukan semua nya, jangan datang ke acara perusahaan dan jangan membuat diriku malu dengan keadaan"
Laki-laki itu bicara dengan nada yang begitu dingin serta mengerikan, tidak ada cinta, tidak ada kelembutan sedikit pun yang terdengar dari balik bibir itu.
Lalu Daddy nya kembali menekukkan tangan Mommy nya.
"Akhhhhhh"
Terdengar teriakan rasa sakit disana yang begitu menyayat hati, begitu memilukan dan penuh rasa sedih yang bercampur Aduk menjadi satu.
Lea mulai berusaha menahan tangisannya, satu pesan Mommy nya dulu pada nya yang selalu dia ingat hingga kini.
Lalu tahu-tahu Daddy nya menyeret kasar tubuh Mommy nya ke atas luar dengan paksa, meskipun sang Mommy sudah berteriak meminta ampun sekalipun Daddynya sama sekali tidak peduli.
"Karl maafkan aku, maafkan aku..."
No...No...
Lea menjerit histeris dalam hati, gadis itu secepat kilat mengejar langkah Daddy dan Mommy nya.
Sang Daddy nya langsung menyeret Mommy nya kedepan, membawa nya di antara hujan dan petir yang menggelegar.
"Maafkan aku, maafkan aku"
Teriak Mommy nya sambil memeluk erat kaki Karl, tapi daddy nya dengan cara yang kasar menendang dan menginjak-injak Mommy nya tanpa ampun
Lea jelas mulai histeris, berlarian kearah mommy nya dan berusaha menyambar tubuh sang Mommy.
Tiba-tiba bola mata Lea dan Mommy nya saling bertemu tanpa sengaja, saat Daddy nya mulai mencekik kasar leher sang Mommy nya, perempuan itu langsung berkata.
"Jangan membuat anak-anak marah dan takut pada mu"
Tidak banyak yang di ucapkan Mommy nya, tapi cukup membuat laki-laki itu menoleh dengan cepat.
Seketika Daddy nya menoleh ke arah lea yang semakin mendekati mereka, tubuh gadis kecil itu basah kuyup bersamaan derai air mata yang terus mengucur Membasahi pipi.
Suara petir menggelegar menambah suram keadaan malam itu.
Sang Daddy secepat kilat memerintah kan orang-orang nya untuk menyambar tubuh putri nya itu, menariknya agar segera masuk kedalam dan memaksa nya meninggalkan Mommy nya.
Sedang kan sang Daddy terus memukul Mommy nya dengan cara yang begitu mengerikan.
"No... berikan Mommy, no.."
Lea berteriak histeris diantara deru air hujan dan petir menggelegar, menatap tidak percaya dengan perlakuan Daddynya, dia terus berusaha memberontak tapi 2 pengawal daddy nya terus menarik dan membawa nya masuk menuju ke dalam rumah.
"Lea...Lea .."
Luck menatap panik wajah Lea, gadis itu terus bergerak gelisah dalam tidur nya sambil mengeluarkan jutaan keringat nya yang terus membasahi seluruh permukaan wajah, kening bahkan tubuhnya.
"No....no....no... Mommy.."
Teriakan melengking di tengah malam itu ikut memecah kesunyian mansion Luck Stephard, Grandma, Mommy dan Daddy Luck jelas melangkah naik dan masuk menuju kekamar laki-laki itu, bertanya sambil menatap panik kearah Lea.
Secepat kilat Stephard memeluk tubuh gadis itu, mencoba untuk menenangkan nya.
Luck Fikir gadis itu butuh obatnya, karena itu reaksinya jelas begitu kacau saat dia tidak mendapatkan penawar dari rasa takut dan panik nya, luck jelas tidak mau memberi kan gadis itu obatnya, sebab terlalu banyak mengkonsumsi obat tersebut akan berdampak buruk untuk kesehatan Lea di kemudian hari.
Sebelum semua nya terjadi, luck harus memikirkan cara untuk mengatasi semuanya secepat nya.
******
Kau tahu kenapa Daddy mu berubah?
Seorang perempuan di masa lalu nya datang, membawa seorang anak kecil yang usia nya cukup jauh di atas kamu, mereka bilang gadis kecil itu adalah putri Daddy mu yang dilahirkan oleh perempuan itu Secara diam-diam.
Dan perempuan itu adalah kekasih lama Daddy mu sebelum dia menikah dengan Mommy mu, hubungan mereka terus berjalan setelah aries lahir, kemudian berpisah tanpa alasan yang jelas, lalu kembali lagi secara tiba-tiba dan meminta hak nya untuk putri mereka.
Ibu dan anak itu mencuri seluruh kehidupan mu tanpa sisa!.