
Masa Edo dan Vio.
Seketika suasana menjadi begitu menegang, saat Daddy Edo bicara soal realita hubungan Edo dan Vio kepada Daddy dan Mommy vio.
Bola mata Daddy Vio langsung membulat dengan sempurna, rahangnya mengeras, gigi nya saling menyatu dan mengerat, tangan kanannya mengepal dengan sempurna, dan warna bola mata Daddy Vio langsung berubah memerah.
Mommy Vio langsung shock dan lemas, dia hampir saja jatuh ke lantai jika tidak ada Ramira di samping nya yang menahan tubuhnya.
"Oh..."
Mommy Vio langsung berpegangan pada tubuh Ramira, dia menyentuh pelipis nya pelan, kepalanya tiba-tiba terasa pening dan sakit.
"Aku rasa nya ingin mati saja"
"Kak"
Ramira hanya bisa menghela pelan nafas nya.
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba Daddy Vio menjadi gelap mata, dia menarik kerah baju dinas Edo, lantas beberapa pukulan melesat di wajah laki-laki itu.
Oh shi..t.
Eden gelagapan, secepat kilat mencoba menahan tubuh Daddy Vio.
"Brother hey... brother sadar, dia ipar mu"
Daddy Edo jelas kehilangan kata-kata, dia tidak beranjak dari duduk nya, Mommy Edo membuang pandangannya, Wanita tua itu hanya bisa menangis sejak tadi.
"Ipar? kau bilang ipar? dia tidak lebih dari pada bi..nya..tang"
"Kak"
Edo berusaha untuk meminta maaf.
Vio menangis dikamar sambil mengintip dari arah balik pintu ditemani oleh Belle.
"Daddy memukul uncle...Daddy memukul uncle"
Vio mulai menangis histeris.
Belle mencoba menahan daun pintu dengan jutaan perasan yang bercampur aduk menjadi satu, dia takut vio melesat keluar dan dipukuli oleh Daddy dan Mommy nya.
"Dimana vio? vioooo"
Daddy Vio berteriak lantang, berjalan tergesa-gesa menuju ke arah kamar Vio.
Eden jelas langsung mengejar langkah laki-laki itu, mencoba menahan Daddy Vio dengan sekuat tenaga.
"Najat jangan bercanda, dia masih anak-anak"
Eden jelas khawatir laki-laki itu akan berlaku kasar pada vio.
"Dia putri ku, aku punya hak untuk melakukan apa pun pada nya"
Kemarahan najat jelas ada di ubun-ubun saat ini.
Eden tahu setidaknya dia mungkin akan diberi juga pukulan telak jika terus mencoba menghalangi, tapi eden jelas tidak bisa membiarkan laki-laki itu mendapat vio masih dalam kondisi penuh kemarahan.
Dan apa yang dilakukan Edo jelas melampaui batasan nya, Eden fikir wajar jika laki-laki itu berlaku begitu, apa yang diperbuat Edo jelàs di anggap oleh najat melukai perasaan putri nya juga melukai dan menghancurkan harga diri mereka.
Secara logika, orang tua mana Yang akan menerima kenyataan mengerikan seperti yang Edo lakukan.
Mereka paman dan keponakan, melakukan hubungan di luar batasan dan menikah, meskipun bukan kandung tapi mengingat bagaimana hubungan mereka selama ini jelas saja najat merasa hubungan kandung mereka benar-benar melekat erat.
Dan seketika kepercayaan yang mereka berikan hancur berkeping-keping tak bersisa, jadi wajar saja jika laki-laki itu menampilkan ekspresi berlebihan ketika mengetahui soal kenyataan.
"Mari tenangkan dulu diri mu, kontrol emosi mu dan berfikir dengan jernih"
Eden berusaha untuk membujuk nya.
"Kau bisa? bagaimana jika putri mu yang di perlakukan seperti itu? di tiduri bahkan di nikahi oleh laki-laki yang seharusnya menjaga putri mu dengan baik, yang lebih pantas menjadi Daddy nya ketimbang jadi suami nya"
Aku tidak paham, karena aku tidak punya seorang putri kawan.
Batin Eden sambil menghela nafasnya pelan.
"Najat aku tahu, tapi minimal hargai uncle dan untie, maksud ku mari kita membicarakan nya dengan kepala dingin, turunkan tingkat emosional mu lebih dulu"
Brakkkkk
alih-alih mendengar kan Eden, laki-laki itu mendorong kasar tubuh Eden ke balik pintu.
Oh shi..t.
Eden mengumpat dalam hati saat tubuh nya di hempaskan dengan kasar ke arah daun pintu.
"Aku harap kau memiliki seorang putri Dan merasakan apa yang aku rasakan saat ini, breng..sek"
Umpat najat.
"Aku harus membawa Vio kembali ke Bandung sekarang juga, berhenti membujuk Ku dan menyingkirlah dari hadapan ku"
"Najat"
"Aku bilang menyingkir dari hadapan ku"
Edo mencoba untuk maju mendekati Daddy Vio, tapi Ramira dengan cepat menahan langkah nya, perempuan itu menggeleng kan pelan kepalanya.
"Vioooo keluar dari kamar mu sekarang juga dan kemasi seluruh barang-barang mu"
Teriak najat penuh dengan kemarahan.
********
Catatan \=
Eden berkata dalam hati.
Aku tidak paham, karena aku tidak punya seorang putri kawan.
Belum tahu dia kalau Ailee putri nya, sama parah nya dengan kejadian Edo😜🤭😌🤧
Sampai bengek dia menjelaskan dengan nyonya Burja perihal Ailee dan aland🤭🤭🤭