Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Seketika berita nya pecah



Dimasa Sekarang


Mansion utama Murat Al Jaber


Masih dalam persiapan resepsi pernikahan


Belle dan Bern.


Vio tampak menghembuskan kasar nafasnya, menatap kesal ke arah belakang.


"Kenapa kamu begitu benci melihat Mommy Asha?"


Ailee bertanya bingung ke arah sang sahabat.


"Tidak ada yang ingin menceritakan soal kenyataan kah?"


Vio mulai mengomel kesal.


"Seharusnya ada yang memulai pembicaraan, jika Mommy istri uncle Eden mencurangi Semua orang untuk pernikahan putri nya bersama uncle Eden, menjebak untie Ramira agar seolah-olah seperti perempuan pelacur, membuat uncle Eden melihat nya dan membenci dia"


Oceh Vio kesal.


"Vio, turunkan oktaf suara mu"


"Berhenti lah meminta ku diam atau menurunkan suara ku"


Vio menatap kesal kearah Ailee.


"Bahkan kamu tidak ingin membela untie Ramira? dia lebih pantas jadi Mommy mu ketimbang perempuan itu"


"Vio..."


Ailee menggelengkan pelan kepalanya.


"Mereka sudah menikah"


Ucap Ailee pelan.


"Lupakan saja, ini membuat tingkat emosional Ku semakin tinggi"


Vio langsung berdiri dari duduk nya, mencoba memutar tubuhnya dan berencana beranjak dari sana.


Tapi Seketika vio membeku saat saat ada dua sosok manusia yang berdiri mematung menatap nya dari sisi yang berbeda.


Eden berdiri tepat dihadapan vio, Asha berdiri di pintu samping sisi kiri menuju ke arah ruangan sebelah.


Tanya Eden sambil menatap tajam ke arah Vio.


perempuan kecil itu seketika terdiam.


"Daddy!"


Seru Ailee pelan, berusaha untuk mendekati Daddy nya dengan gerakan sedikit takut, bisa dia lihat pancaran kilatan kemarahan di balik bola mata laki-laki itu.


"Kau bilang apa tadi?"


Kali ini nada suara Eden langsung meninggi.


Asha tampak masih mematung, bola mata nya seketika berkaca-kaca, dia masih dalam kondisi tidak sehat, namun berusaha untuk Hadir di antara semua orang, tapi tiba-tiba barisan kata mengerikan harus dia dengar dari mulut perempuan kecil dihadapan nya itu.


"Apa maksud kamu, vio?"


Asha Bertanya dengan tubuh gemetaran.


"Baguslah semua sudah mendengar nya, aku sudah minta Edo dan uncle Farhan untuk membicarakan nya sebelum pernikahan kalian, tapi semua seolah-olah lebih memilih untuk tutup mulut"


Ucap Vio cepat.


"Seharusnya kalian tanyakan langsung pada Nyonya Oh ha Ra, apa yang telah dia lakukan pada untie Ramira di club xxxxxxxx hampir 3 bulan yang lalu"


"Ya?"


Seketika Eden membeku.


Vio secepat kilat beranjak meninggalkan orang-orang itu dengan penuh kepuasan.


Dia memendam semuanya selama berbulan-bulan, ingin sekali rasanya dia menyampaikan Semua nya kemarin tapi seluruh orang menghalangi nya, tanpa terkecuali untie Ramira nya, kali ini Vio fikir biarkan berita nya pecah.


Jika untie Ramira nya tidak bahagia, maka Vio fikir lebih baik semua orang tidak mendapatkan kebahagiaan nya saat ini.


Dia tidak bersimpati sedikit pun dengan orang sakit, sebab sejatinya urusan cinta tidak ada kaitan nya dengan orang sakit bahkan kasihan karena perasaan iba dan bersalah.


Apa Dia kejam? tidak, dia bahkan tidak merasa jika diri nya kejam, dibandingkan ucapannya tadi, kebe..jatan nenek sihir oh ha Ra jelas lebih mengerikan dan be..jat.


Mendengar ucapan vio, secepat kilat Asha membalikkan tubuhnya, tidak dia hiraukan panggilan Ailee dibelakang sana, Asha harus bertemu dengan Mommy nya untuk mendapatkan penjelasan paling masuk akal soal ucapan vio.


Asha fikir apa mungkin Mommy nya telah melakukan sebuah kecurangan Untuk membuat Eden mau menikah dengan nya? mengingat bagaimana Eden dan Ramira terus menempel antara satu dengan yang lainnya selama ini.


Seharusnya dia curiga, kenapa hati seseorang begitu mudah berpaling, pasti ada alasan khusus kenapa eden yang biasa nya begitu dingin tiba-tiba menerima perasaan nya dan melamar nya setelah peperangan bersama Karl kemudian Ramira tiba-tiba menghilang dari Indonesia.