Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Junior coming



Masih di mansion utama Luck Stephard


Sejenak bola mata Gea menatap Perempuan yang ada di hadapannya itu untuk beberapa waktu, dia terus menjalani pemeriksaan sejak tadi, di mana sebenarnya tubuhnya tidak baik-baik saja.


Rasanya sangat lama dimana saat ini dia kembali merasakan satu hantaman mual yang menerjang dirinya.


Berhari-hari dia tersiksa dalam keadaan dimana rasa mual terus menerjang dirinya bahkan berkali-kali dia muntah tanpa henti, belum lagi beberapa aroma masakan yang membuat dia pusing, Lea akan mati dengan cepat saat ini jika semua keadaan tidak membaik.


Dia juga merasa menjadi sangat manja pada Luck, berkali-kali dia merengek pada laki-laki tersebut atas perasaan tidak enak di tubuh nya pada sang suaminya.


Sebenarnya dia enggan pergi ke dokter atau di periksa dokter, tapi karena Luck melihat kondisi nya yang jelas tidak baik-baik saja dan semakin parah serta muntahnya yang terus menjadi jadi pada akhirnya laki-laki tersebut memanggil kan dokter khusus keluarga Stephard.


Awalnya dia jelas menolak karena dia cukup takut berhadapan dengan dokter serta jarum suntik, tapi bukan Luck Stephard namanya jika tidak mampu merayu Lea dan membuat perempuan itu menuruti keinginannya dan mengganggukan kepalanya tanda setuju.


Hingga pada akhirnya setelah membujuk beberapa hari Lea mau juga dipanggilkan dokter keluarga, perempuan itu jelas merasa was-was dan takut, dia pikir apakah dia sakit karena kelelahan atas proses resepsi pernikahan mereka, itu karena dia harus masuk kuliah beberapa hari atas urusan penting yang harus dia lakukan, atau karena perjalanan jauh ya dia lakukan bersama Luck ke Swiss untuk mencari kakak laki-lakinya, atau jangan-jangan ada sakit lain yang menyebabkan tubuhnya tidak baik-baik saja dan menjadi bertingkah selama berhari-hari ini.


Kini bola mata Lea kembali menatap perempuan yang berprofesi sebagai dokter tersebut untuk beberapa waktu, ada berbagai macam perasaan yang menghantam dirinya, dia takut jika dia sakit atau bahkan hal yang buruk terjadi pada dirinya saat ini.


Perempuan tersembunyi terlihat cukup sabar dalam mengurusi dirinya, melakukan beberapa proses pemeriksaan untuk beberapa waktu sembari terkadang perempuan itu bertanya soal beberapa hal kepada Lea termasuk jadwal bulanan nya.


"Aku pikir aku belum mendapat kan nya sekitar..."


Lea terlihat berpikir.


Kapan terakhir tamu bulanan nya datang?!.


"1 bulan atau lebih"


Dia baru sadar itu sudah lama tidak terjadi.


Mendengar jawaban Lea dokter perempuan itu tampak tersenyum.


Hingga akhirnya setelah melewati sesi pemeriksaan yang cukup lama dokter perempuan itu mengembangkan senyumannya pada dirinya.


"Baiklah, aku pikir semua nya terlihat sehat luar biasa, hanya saja terkadang baby nya memang sering bertingkah di trimester pertama, itu bawaan wajar untuk sang mommy"


Ucap Perempuan tersebut dengan penuh kehangatan, dia menepuk-nepuk tangan Lea Secara perlahan.


"Mungkin karena mommy nya belum menyadari kehadiran nya, jadi dia cukup nakal dan ingin membuat mommy nya sedikit kesusahan"


Lanjut nya lagi.


"Ya?"


Lea jelas tidak paham Kearah mana pembicaraan Perempuan tersebut, kata mommy dan baby membuat dia gelisah.


Dia ingin bertanya tapi Luck terlihat lebih tidak sabaran, seolah-olah respon otak laki-laki tersebut bekerja jauh lebih cepat dari Lea, ekspresi wajah laki-laki tersebut berubah drastis, terlihat bahagia dan sangat antusias.


"Apakah itu berarti?"


Dia tidak sungkan untuk bertanya, perempuan di hadapannya itu adalah salah satu teman baiknya.


"Yes Luck, aku harus mengucapkan selamat untuk kamu, kamu benar-benar tua sekarang"


Jawab perempuan itu dengan cepat sembari melebarkan senyumannya.


Bayangkan bagaimana perasaan Luck saat mendengar ucapan perempuan di hadapannya itu, dia tidak lagi peduli pada perempuan tersebut dengan cepatlah saya mendapat telinga lantas langsung menggendong tubuh istrinya masuk ke dalam pelukannya.


Lea baru saja berdiri dari kasurnya masih dengan perasaan bingung dia langsung membulatkan bola matanya saat sang suaminya menggendong dirinya dengan gerakan yang begitu cepat.


"Sayang..."


Dia merengek manja, wajah nya terasa memerah karena malu, dia pikir bisa-bisanya Luck menggendong nya dihadapan dokter perempuan tersebut.


"Ckckck saat jatuh cinta dan bahagia dia benar-benar terlihat seperti orang lain"


Perempuan tersebut Mengejek Luck, dia membereskan peralatan nya dengan cepat.


"Sayang tidak kah ingin menjelaskan nya ada apa?"


Lea masih di terpa rasa penasarannya tinggi karena sejak tadi hanya dia yang masih tidak mengerti ke arah mana pembicaraan semua orang.


"Luck jangan membuat istri mu bingung"


Perempuan itu bicara cepat.


"Oh ****, kau mengusirku setelah seperti orang gila memanggil ku dan membutuhkan bantuan ku?"


Oceh perempuan itu kesal.


Luck terlihat tertawa terbahak-bahak.


"Luck?"


Lea kembali merengek kesal, dia merasa seperti di tertawakan atas ketidak tahuan


nya.


"Aku akan menjelaskan nya.."


"No..biar aku yang menjelaskan nya"


Luck bersikeras.


"Aishhh baiklah, aku akan memberikan resepnya dan juga beberapa vitamin, jangan lupa carikan susu untuk kedua orang berhargamu Luck, jangan terlalu lelah dan stop sementara pergi dalam perjalanan jauh"


"Baiklah kau bisa melakukan nya dan aku akan mendengar kan nya"


Pada akhirnya Perempuan tersebut mulai menulis di sebuah kertas, membuat resep dan lain sebagainya lantas dia menyobek kertas tersebut dengan cepat.


"Jaga baik-baik pola makan istri mu luck, trimester pertama sangat menyiksa, ibu bahkan sangat sensitif dan manja, kau tahu? Mereka bukan seperti perempuan normal biasanya, sabar menjadi kunci seorang suami dan ayah"


"Siap dokter"


Jawab Luck dengan perasaan bahagia.


Lea jelas mengerutkan keningnya, sejenak dia bertanya-tanya didalam hatinya, kalimat terakhir yang di ucapkan membuat dia seketika berdebar-debar gelisah.


Begitu dokter perempuan tersebut pergi dari sana, Lea jelas langsung bertanya antusias pada Luck.


"Sayang?'


"Bukankah itu dengan indah?"


Luck bertanya sembari menatap dalam bola mata istrinya, dia menyentuh kedua belah pipi Lea, menelisik mata Lea untuk waktu yang cukup lama, dimana pacaran sinar kebahagiaan terlihat dari wajah Luck.


"Ada satu kehidupan baru yang akan memenuhi pernikahan kita"


Ucap laki-laki itu lagi dengan penuh semangat dan kebahagiaan.


Kali ini seolah-olah tahu apa yang terjadi seketika Lea kehilangan kata-kata, bola mata perempuan itu seketika terlihat berkaca-kaca, ada berbagai macam perasaan yang menghantam dirinya terutama perasaan bahagia yang begitu luar biasa.


"Apakah aku?"


Dia bertanya dengan ada gemetaran, takut jika dugaannya salah.


"Yes baby, kamu hamil sayang, kamu hamil"


Ucap luck kembali memeluk tubuh Gea.


"Ohhh bayangkan bagaimana dia akan memanggil kita? Mommy dan daddy"


Dan seketika jutaan kebahagiaan menghantam Lea, dia meneteskan air mata nya dan di detik berikutnya tangis nya pecah.


"Luck..."


"Oh baby jangan menangis"


"Grandma akan punya cicit"


Rengek Lea kemudian.


Mendengar rengekan istri nya diiringi tangisan lucu Lea seketika membuat tawa luck kembali pecah.


"Tentu saja, harapan Grandma benar-benar tercapai bukan"


Lea langsung menggangguk-anggukkan kepala nya dengan cepat.