Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Bagaikan Air dan minyak



Catatan \= Ada yang tanya kak kalau kisah ini novel kunci nya Ramira, kenapa harus ada Lea?


Jawabannya \= Karena Lea Anak Karl, salah satu Orang yang terlibat yang membunuh orang tua Ramira adalah Karl, akibat bujuk rayu Brenda dan ½ saham milik Lea telah berpindah ke tangan Brenda, dan Luck pengacara yang akan menarik semua saham Lea dari tangan Brenda.


Masa Luck & Lea


Mansion Utama Luck


20.45 PM


Di sebuah ruangan mendominasi berwarna putih dimana beberapa layar screen monitor terus mengeluarkan beberapa gambar didepan nya yang terhubung di beberapa titik lokasi terus menampilkan gambar nya, tampak keluarga Al Jaber, Faith yildiz dan Stephard disana.


"Aku fikir mereka membawa Liliana menuju ke titik lokasi disini"


Aland bicara sambil menunjukkan sebuah lokasi yang terus mengeluarkan sinyal berwarna hijau.


Laki-laki itu baru saja tiba pagi ini dari Indonesia, cukup kesulitan bagi nya untuk datang sebab dia harus memastikan ada yang menjaga sang istri tercinta, bik Sumi sempat tidak bisa ikut karena urusan di kampung halaman nya, karena itu aland terpaksa menunda keberangkatan mereka jauh lebih tertinggal dari semua orang.


"Selena dan Bahrat sudah berada di sana bersama beberapa orang kepercayaan ku, mereka tengah menggali informasi lokasi tepat dimana orang-orang mereka berada"


Ucap Bern cepat.


"Sekarang kita tinggal menunggu informasi dari Abigail dan deliyah untuk menahan cucu Azzura agar tidak datang ke tujuan utama nya lebih dulu di Manhattan, jika dia menemui Brenda dan Daddy palsu Liliana serta menerima pernikahan nya, maka rencana kita akan gagal total"


Lanjut Bern lagi.


"Mengingat dia type cucu yang cukup penurut dan anak yang cukup berbakti, aku khawatir dia akan menerima pernikahan nya"


Farhan mencoba melonggarkan kerah kameja nya, kekhawatiran jelas menerjang diri nya.


Bern tampak menaikkan ujung bibirnya.


"Maka berdoalah dia bertemu seorang gadis yang bisa membuat nya jatuh cinta dan bisa membuat dia mengubah keputusan nya soal pernikahan itu"


Aland tampak terkekeh.


"Dia harus gadis yang cukup special, sebab Emir bukan type laki-laki yang gampang tertarik dengan seorang gadis"


Ucap Aland kemudian.


Semua orang tampak menoleh ke arah nya.


"Kau kenal dia?"


Mereka bertanya secara bersamaan.


"Tentu saja"


Jawab Aland cepat.


"Keluarga nya yang cukup banyak membantu ku untuk kembali membentuk Faith yildiz di tengah keterpurukan, Emir orang pertama yang menginvestasikan saham nya di dalam Faith yildiz di masa lalu"


"Oh shi..t, kenapa dunia begitu sempit?"


Umpat Murat sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Dia bukan type pecinta perempuan, tidak heran jika dia mematuhi seluruh aturan Keluarga dan tidak banyak protes saat orang tua nya mengatur perjodohan nya"


"No... fikirkan cara untuk membuat laki-laki itu membatalkan pernikahan"


Ucap Farhan tiba-tiba.


Bern dan Luck menoleh ke arah Farhan.


"Apa kau sedang berfikir untuk berpaling?"


Luck Bertanya sambil mengerutkan keningnya.


"Jangan bercanda, semua orang sedang menyiapkan pernikahan mu dengan Ramira, bahkan Grandma sudah mengatur seluruh persiapan nya sejak 2 bulan yang lalu, ada apa Antara kamu dan Ramira? kalian benar-benar seperti air dan minyak, sulit sekali untuk menyatu!"


Sungut Luck sambil menghela kasar nafas nya.


"Jika kemarin Ramira berkata ingin mundur, jangan bilang sekarang kamu juga ingin ikut mundur"


Seketika yang terdengar hanya deru nafas semua orang, Farhan tampak meraup kasar wajahnya, Murat tampak diam sambil memejamkan bola matanya.


Laki-laki itu seolah-olah ingat ucapan Ramira di masa kemarin saat menghadiri pernikahan Eden dan Asha, ketika dia mempertanyakan soal perasaan nya.


"Apa kamu mencintai Farhan?"


Murat bertanya ke arah perempuan itu sambil menepi di sudut ruangan, bola mata nya menelusuri wajah perempuan itu untuk waktu yang cukup lama.


"Bukankah untuk bersama seseorang tidak perlu banyak alasan?"


Ramira bicara sambil berusaha mengembangkan senyuman palsu nya.


Murat tahu wajah itu sedang berdusta.


"Kau tahu? masalah utama dalam sebuah pernikahan adalah menghabiskan waktu bersama dengan satu orang selama bertahun-tahun dalam hubungan yang rentan perselisihan. Walhasil, hubungan pernikahan tak lagi soal bahagia dan tidak bahagia, tapi tentang akomodasi dan negosiasi"


Murat meraih tubuh itu, menahan kedua bahunya dan membiarkan Ramira menatap kedua bola matanya.


"Cinta sering dipandang sebagai esensi pernikahan, realita nya Cinta Bukan Esensi Pernikahan, sejati nya pernikahan adalah sebuah kerangka kehidupan bersama yang melibatkan banyak faktor lain. dan cinta yang hanya melibatkan gairah hanya akan menjadi pengalaman jangka pendek"


Bisa dia lihat bola mata Ramira tampak berkaca-kaca.


"Jika kamu memilih menikah dengan laki-laki yang tidak kamu cintai, yang ada kamu hanya mendapatkan jutaan tekanan tanpa cinta"


"Itulah kenapa kita memutuskan untuk berhenti, karena kamu tidak mencintai diri ku meskipun tidak aku pungkiri jika aku pernah jatuh cinta pada mu dimasa lalu, lalu sekarang? berani nya kamu ingin menikahi laki-laki yang tidak kamu cintai, Ramira?"


Murat jelas menatap kecewa ke arah perempuan itu.


"Kamu membuat ku kecewa dengan keputusan mu, aku melepaskan mu demi Eden, tapi saat pertempuran dengan Karl Eden berkata kamu akan menikah dengan Farhan dan dia akan menikah dengan Asha, malam itu kau tahu bagaimana kemarahan menghantam perasaan ku? berani sekali kamu membohongi aku."


Seketika air mata perempuan itu tumpah, tubuh Ramira tampak bergetar.


Secepat kilat Murat menyambar tubuh Ramira, dia memeluk erat tubuh itu sambil mengelus lembut rambutnya.


"Kau benar-benar membuat aku kehilangan kata-kata"