Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Sengaja di manipulasi



Luck meremas map beserta kertas-kertas yang ada dihadapan nya itu, cukup tidak percaya siapa yang telah memberikan perintah pada sang pemberi informasi.


Bola mata luck seketika menatap kedepan, di mana terdapat seorang laki-laki berusia sekitar 38 tahunan yang tersungkur tepat dihadapan nya, eliot tampak duduk di atas kursi sofa di belakang laki-laki tersebut, menyesap minumannya dengan gaya yang begitu santai.


"Kau berani membohongi ku"


Ucap luck ke arah laki-laki itu, dia berjalan mendekati sang pemberi informasi dimasa lalu, menginjak perlahan tangan laki-laki itu tanpa ampun.


"Akhhhhh"


Lolongan panjang laki-laki itu terdengar memekakkan telinga cukup mendominasi di seluruh ruangan tersebut.


"Kau tahu sedang berhadapan dengan siapa?"


Eliot bertanya sambil terkekeh di belakang sana.


"Ahhhh kau benar-benar ingin cari mati, seharusnya jangan lihat laki-laki itu dari cover pengacara nya, seharusnya kamu lihat dia dari cover dalam nya"


Eliot meletakkan gelas wine nya ke atas meja, dia berjalan mendekati laki-laki itu lantas berjongkok dan berbisik.


"Kau lupa sedang berhadapan dengan mafia yang ber cover kan pengacara"


Setelah berkata begitu Eliot berdiri dari posisi nya, laki-laki itu berjalan menjauhi luck.


"Kau bisa meng eksekusi nya sesuai kemauan mu, brother"


Ucap eliot lantas kembali duduk di atas kursi sofa nya.


Lick hanya menyeringai, dia tampak mulai berjongkok lantas menggenggam erat wajah laki-laki itu, bisa dilihat betapa menyedihkan ekspresi laki-laki itu dihadapan Eliot.


Dikala tadi seluruh tulang-tulang jemari nya terasa patah karena di injak oleh luck, kali ini giliran wajahnya di tarik kasar oleh laki-laki itu.


"Katakan dengan jelas, aku ingin mendengar nya"


Luck bicara sambil memejamkan bola matanya, seolah-olah dia menikmati ringisan laki-laki dihadapan nya itu saat ini, dia fikir dia sudah lama tidak melakukan kekerasan seperti ini, lebih memilih kehidupan normal mengikuti jejak sang sepupu Edward pearl junior, lebih memilih menjadi seorang pengacara ketimbang terjun kembali ke dunia gelap mafia.


"A..ku ter..paksa me..lakukan nya"


Ucap laki-laki itu terbata-bata.


"Lalu?"


Laki-laki itu mulai menjelaskan secara perlahan, bola matanya terus menatap ngeri saat melihat ekspresi laki-laki dihadapan nya itu.


"Lalu?"


Luck mencoba menetralisir perasaan nya ketika mulai mendengarkan ucapan laki-laki itu.


"Saya terpaksa memanipulasi kenyataan soal gadis kecil itu, menukar informasi nya dan berbohong soal penyelidikan nya"


"Lalu?"


Nada luck mulai terdengar begitu dingin dan datar.


"Gadis itu suka mondar-mandir ke club malam bersama seorang laki-laki karena hanya sekedar ingin menemui saudara laki-laki anda dan kekasih saudara anda, tuan Farhan"


"Lalu?"


Farhan?


Tanya luck dalam hati.


Artinya mereka memang sudah dekat dari dulu?


"Dia belum pernah tidur dengan siapapun, hanya saja mulut nya suka asal bicara hingga orang-orang akan berfikir dia bukan gadis baik-baik dan bukan seorang perawan"


"Lalu?"


"Dan yang memerintah kan aku untuk menukar data informasi nya adalah nyonya Brenda Mommy dari mantan tunangan Anda, nona Liliana"


"Lalu?"


"Dia bilang, lamban laut Anda pasti tahu siapa putri Karl Al Jaber sesungguhnya yang di pilih oleh keluarga Stephard, karena itu dia harus mengubah semua keterangan nya agar anda memandang sebelah mata gadis kecil itu"


Seketika rahang Luck mengeras, laki-laki itu membuka secara perlahan bola mata nya, dia menatap tajam ke arah laki-laki itu.


"Siapa lagi yang berada di belakang wanita itu?"


Tanya luck sambil terus mengeratkan rahang nya.