Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Seperti judul Sinetron Indonesia



Lea sejak tadi merasa frustasi karena kenyataan yang telah terjadi, dengan perasaan bingung dia mencoba duduk di atas kursi makan dimana tampak semua orang telah menunggu dirinya sejak tadi.


Secara perlahan Lea duduk tepat disamping luck, masih dengan perasaan bingung gadis itu melirik sejenak ke arah laki-laki itu.


Perasaan takut dan rasa bersalah besar terus menghantam fikiran nya Sejak tadi.


Kalau dia benaran hamil bagaimana?.


Tanya Lea dalam hati, bola mata nya tampak menatap ke atas, seketika dia berkhayal bagaimana jika luck mengidam, mengeluh muntah-muntah dan tahu-tahu perut laki-laki itu membuncit.


Brrrhhhh


Lea langsung menggeleng-gelengkan kepalanya saat membayangkan soal itu.


Mengerikan sekali.


Batin Lea.


"Bagaimana semalam?"


Grandma luck bertanya tiba-tiba.


Lea masih tampak berfikir.


"Ah grandma bisa tanyakan pada Lea"


Jawab luck sambil mengulum senyuman, laki-laki itu langsung meraih sandwich yang ada di hadapannya.


"Lea, sayang? kamu mendengar kan ku?'


Grandma luck kembali bertanya.


"Lea"


Luck langsung menyentuh punggung Lea, laki-laki itu menepuk-nepuk nya perlahan.


"Ya?"


Lea langsung terkejut dari lamunannya.


"Grandma bertanya soal semalam"


"Hahhhhh"


Lea langsung menganga, dia menutup mulutnya dengan kedua belah tangan nya.


"Ada apa?"


Grandma luck tampak menaikkan alisnya.


"Oh come mom, tidak baik bertanya pada anak-anak soal urusan private Mereka"


Daddy luck menyela cepat.


Mommy luck tampak sibuk membuatkan coffe mocca kesukaan sang suami.


"Mommy hanya ingin tahu efek obat nya"


"Itu sangat menyiksa ku grandma"


Protes luck tiba-tiba.


"Dia menja...."


Luck baru akan bicara tapi Lea buru-buru berdiri dan menutup mulut luck.


Ketakutan nya jika laki-laki itu berkata,


Grandma aku diperkosa berkali-kali oleh istri ku.


Bukankah itu memalukan sekali?


"Grandma semalam cukup berjalan lancar, hahaha iya bukan honey?"


Lea langsung menoleh ke arah luck dan memelototi laki-laki itu, seolah-olah dia berkata


Awas jika mengadu.


Luck langsung memundurkan tubuhnya, cukup kaget jika sang istri bisa berubah jadi singa betina yang mengerikan.


"Benarkah lancar?"


"Hahahaha sangat lancar sekali"


Grandma nya mengangguk-angguk kan kepala nya.


"Itu bagus, jika berhasil bisa hamil langsung bulan depan"


"Hahhhhh"


Lea langsung terkejut, kata hamil langsung menjadikan Beban tersendiri untuk dirinya.


"langsung hamil?"


Dia tercekat, langsung menoleh ke arah luck.


"Itu aku fikir terlalu cepat grandma, Lea masih harus menyelesaikan kuliah nya"


Ucap luck cepat.


Dia cukup panik, harapan Grandma nya jelas terlalu dini, selain memang Lea harus menyelesaikan kuliah nya, mereka jelas belum berhubungan lebih dari apa yang grandma nya fikirkan.


Mereka mungkin butuh waktu khusus untuk beradaptasi dengan baik antara satu dengan yang lainnya.


Setidaknya mungkin luck siap, untuk Lea bisa luck pastikan anak itu belum siap.


"Mau menundanya ? tidak bisa, kamu tahu belum ada penerus Stephard hingga hari ini, kami menunggu Farhan dan Ramira tapi Ramira belum mau menikah, menunggu kamu sekarang bilang belum siap juga, apa kami harus menunggu Mina menikah sekarang baru bisa dapat penerus Stephard?"


Sang Grandma terlihat begitu marah, suaranya jelas terdengar menggebu-gebu.


",Ya?"


Tunggu dulu, uncle farhan dan Mina?


Lea seketika tercekat.


"Mina adik uncle Farhan?"


Lea bertanya bingung, mencoba memotong ucapan grandma.


"Iya, kalian satu SMA di Indonesia"


Jawab Mommy luck cepat.


"Haaahhh?"


Lea jelas ternganga.


"Berarti uncle kakak Mina begitu maksudnya?"


"Uncle?'


Semua orang bertanya bingung kearah Lea.


"Ah maksud ku, suami ku apakah kamu dan Mina kakak adik?"


Ralat Lea cepat.


Iya masa panggil suami Uncle, apa kata dunia?


"Ya, dia bungsu di keluarga Stephard"


"Ommo.... kenapa aku tidak tahu itu?"


Tanya Lea penuh keterkejutan.


"Kalau begitu ini bisa jadi judul sinetron Indonesia!"


Seru Lea tiba-tiba.


"Suami ku adik uncle ku dan kakak sahabat baik ku"


"Ya?"


Seketika semua orang mengerutkan dahinya.


"Hahaha"


Lea tampak tertawa penuh beban.


God apa yang harus aku lakukan jika bertemu Mina?