
Oke benar mungkin luck benar-benar sudah gila saat ini, Laki-laki itu meremas rambut nya sejenak dan mencoba melihat disekelilingnya.
Beberapa orang jelas menggosipkan dirinya, belum lagi beberapa anak-anak ABG sempat merekam adegan yang terjadi di antara mereka tadi.
Sekarang apa yang bisa luck lakukan?.
Lena tampak masih ter bengong-bengong menatap luck, cukup tidak menyangka laki-laki yang terkenal dingin serta berhati selaku kanebo kering itu bisa kehilangan akal warasnya bahkan bisa mati kutu karena seorang gadis kecil.
Sang bos besar tiba-tiba langsung melesat lari menuju ke arah bawah, mencoba mengejar langkah Lea yang jelas menjauhi mereka.
Lena mau tidak mau terpaksa ikut lari mengejar langkah, mengikuti sang bos dalam mengejar istri kecilnya.
Oh god,kenapa laki-laki matang tiap kali terlibat asmara dengan bocah kecil bakal kehilangan akal waras nya?.
Batin Lena dalam hati.
Lea terlihat keluar menuju ke arah jalanan, mencari sembarang taksi untuk pergi entah kemana.
Farhan jelas harus menjemput Ramira lebih dulu, dalam rencana ini tidak termasuk dalam naskah yang diri nya dan Ramira tulis kan, tapi siapa sangka adik laki-laki nya bisa berlaku di luar nalar nya.
Luck jelas bukan type orang yang begitu peduli pada perempuan, saat kasus Liliana merebak dan naik, laki-laki itu jelas tetap berfikir waras dan masuk akal, tidak kehilangan akal sehat nya apa lagi sampai harus bertindak berlebihan.
Tapi dengan Lea, laki-laki itu bisa kehilangan kendali akan dirinya sendiri, Farhan jelas tidak menyangka jika ekspresi luck akan se panik itu.
Awalnya Farhan cukup ragu membuat rencana ini bersama Ramira dan Eliot, membuat luck menikahi Lea dan mulai membuka tabir Liliana serta orang tua nya,membuat Liliana meradang dan membiarkan Lea mendapatkan kembali semua yang memang seharusnya menjadi milik Lea sejak awal.
"Berikan saran paling logis pada luck soal Lea, Aku ingin mereka berdua menikah sesuai rencana"
Ucap Farhan kala itu.
"Aku fikir ini akan menyakiti Selim"
Ucap Eliot pelan.
Ucap Ramira cepat.
Mereka jelas harus melakukan nya, membuat Lea harus menyetujui pernikahan itu bagaimanapun caranya.
Seperti mereka mengatur pernikahan aishe dan murat, Selena dan bahrat, Asha dan Eden(Kevin), kali ini mereka yakin hubungan ini juga akan berhasil.
Sebab sejati nya sejak awal yang seharusnya bersama luck memang putri sah dari keluarga Karlos Al Jaber, bukan putri terselubung nya yang hingga hari ini belum tahu apakah merupakan anak sah Karl atau bukan.
Mereka jelas meragukan identitas Liliana, sebab siapa yang tidak hapal sepak terjang Mommy kandung Liliana, wanita itu sejak dulu begitu pandai bersandiwara bahkan memanipulasi segala sesuatu dengan caranya sendiri.
Saat Lea baru saja mendapatkan sebuah taksi untuk dirinya, tiba-tiba luck dengan cepat menahan langkahnya, laki-laki itu menarik cepat lengan Lea.
Gadis itu jelas masih begitu marah, membuang pandangannya dengan perasaan yang begitu kesal.
Farhan secara perlahan mundur dari posisi nya, dia tahu saat ini dia harus segera pergi meninggalkan dua sosok manusia itu dengan jutaan kerisauan hati mereka masing-masing.
"Lepaskan"
Ucap Lea dengan perasaan dongkol.
Lena terlihat mencoba memarkirkan mobil nya disisi kiri jalan, menunggu sang tuan memberikan perintah nya.
"Uncle, aku bilang lepaskan"
Pekik Lea sambil berusaha melepaskan genggaman tangan luck dari diri nya.
Alih-alih peduli dengan ucapan Lea, laki-laki itu tiba-tiba dengan cepat menggendong tubuh Lea.
Lea jelas saja terkejut, mencoba untuk melepaskan diri namun jelas gagal.
Luck secepat kilat meletakkan tubuh gadis itu kedalam mobil nya, disusul dirinya yang ikut duduk di samping gadis itu, Luck membiarkan Lea terus mengomel dengan perasaan dongkol ke arah dirinya di mulai dari awal perjalanan hingga mereka tiba di mansion milik luck.