Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Bonus part Lea dan Luck



Mansion utama Luck Stephard


06.20 AM


Bangun dari tidur lelap nya Lea masih dengan perasaan malas mencoba untuk beringsut dari posisi tidurnya, sejenak dia diam untuk beberapa waktu, mencoba membiasakan lebih dulu bola mata nya agar terbiasa menghadapi silau nya cahaya lampu kamar yang menghalau mata nya.


Perempuan tersebut mencoba mengedip-ngedipkan bola matanya sejenak, kemudian dia mengarah kan pandangan nya ke sisi kanan nya.


sejenak seulas senyuman mengembang di balik bibirnya ketika dia menyadari sang suaminya Luck Stephard tampak masih terlelap di sampingnya.


Lea mencoba membenahi posisi tubuhnya, dia berguling ke samping untuk memperhatikan wajah sang suaminya yang masih terlelap didalam tidurnya.


cukup lama dia memperhatikan wajah untuk setiap hari yang masih tenggelam di dalam mimpinya, hingga akhirnya secara perlahan Lea membiarkan tangan kirinya menyentuh lembut wajah suaminya tersebut.


dia sengaja menyentuh hidung milik Luck secara perlahan, menikmati wajah yang ada di hadapannya itu kini sembari tanpa mengeluarkan suara nya sedikitpun.


"Thank you."


Batin Lea didalam hati nya, dia sama sekali tidak mengeluarkan suaranya membiarkan ucapannya berada di dalam tenggorokan dia terdengar oleh siapapun kecuali dirinya sendiri didalam hati nya.


ada yang membahagiakan dirinya selain menikah dengan Luck Stephard?!.


"tidak ada!."


laki-laki tersebut merupakan laki-laki yang sebenarnya berada di luar ekspektasinya, sedikit pun tidak pernah terpikirkan di dalam dirinya jika mereka akan menjalani pernikahan dan kisah cinta hingga sejauh ini, ingatan bagaimana mereka bertemu untuk pertama kali dan juga bagaimana responnya ketika melihatnya datang di hari pertama ke dalam Mansion tersebut.


entah bagaimana waktu berlalu, pernikahan yang dianggap pernikahan main-main yang mungkin tidak sungguh-sungguh pada akhirnya akan berjalan hingga sejauh ini, membuat Lea sejenak ingin menangis.


kejutan yang dipersembahkan oleh Luck Stephard kemarin pun rasanya begitu luar biasa dan membuat dia kehilangan kata-kata.


ini pertama kalinya di dalam hidupnya dia begitu dicintai oleh seseorang, bahkan diperlakukan secara istimewa seakan-akan dia adalah benda paling berharga di dunia ini.


Luck apakah dia akan menyia-nyiakan seorang Luck Stephard?, no...dia tidak mungkin melakukan nya bukan?!.


Lea jelas mulai jatuh cinta tanpa sadar dengan laki-laki tersebut.


Setelah Jemari Lea puas menyusuri hidung dan bibir Luck,dia dengan cara yang nakal mencoba memajukan wajahnya, perempuan tersebut memejamkan perlahan bola matanya, membiarkan bibir nya menyentuh bibir Luck dijaga Lembut dan mencium nya.


1.


2.


3.


Dia menikmati ciuman yang hanya berupa tempelan di bibir saja tersebut, didetik berikut nya Lea bergerak hendak melepaskan ciuman mereka tapi satu hal tidak terduga terjadi.


Luck Stephard tiba-tiba mencium nya balik hingga membuat Lea tersentak kaget, dia ingin bergeser dan melarikan diri karena terkejut dan malu, tapi alih-alih bisa melakukan nya, tiba-tiba Luck menahan tengkuk nya dan mencium nya semakin dalam.


Cukup lama laki-laki tersebut menikmati ciuman di antara mereka hingga akhirnya laki-laki tersebut melepas kan ciuman nya.


"Luck..."


Seketika Lea menutup mulutnya, dia malu, sangat malu sambil merengek dengan manja.


Melihat ekspresi Lea membuat sang suami nya terkekeh kecil, dia menatap dalam wajah Lea yang tiba-tiba memerah.


Sejenak tangan nya melepaskan tangan Lea yang menutup mulutnya sendiri karena malu.


"Ishhhh sayang bau... aku belum mandi"


Dia mencoba untuk kembali menutup mulut dan wajah nya, tapi Luck langsung menggelengkan kepalanya.


"Bukan masalah hmmm, kita suami dan istri, akan terbiasa seperti ini"


Ucap Luck sembari melebarkan senyumannya, dia menyentuh lembut wajah Lea, mengusap nya dengan penuh kasih sayang.


sejenak bola mata mereka berdua saling bertemu untuk waktu yang cukup lama, Lea menatap wajah suaminya dengan tatapan berkaca-kaca, kemudian di detik berikutnya perempuan tersebut berkata.


"Terimakasih banyak, sayang"


ucap nya pelan sambil memejamkan sejenak bola matanya saat jemari Luck terus-menerus lembut pipinya.


Ucap Lea lagi kemudian.


Luck belum menjawab, laki-laki tersebut membiarkan istrinya untuk bicara dan meneruskan kata-katanya.


"terima kasih atas kejutan kemarin yang sangat luar biasa"


Tambah Lea lagi sembari mengingat kejutan ulang tahun yang diberikan oleh sang suaminya.


"kejutan kemarin benar-benar membuatku kehilangan kata-kata"


Luck terlihat mengembangkan senyumannya kemudian dia menganggukkan kepalanya.


"Itu adalah kewajiban ku sebagai seorang suami hmmm?"


Jawab Luck kemudian.


"Seorang suami memang wajib menyenang kan istri nya, dari memberikan mas kawin pernikahan, memberikan nafkah yang layak sesuai kemampuan, pakain dan tempat tinggal, menggauli istri secara baik, menjaga istri dari dosa dan memberikan banyak cinta dan kasih sayang"


baris demi baris kata yang diucapkan oleh Luck seketika membuat Lea sedikit kehilangan kata-katanya.


"dan kejutan kemarin adalah salah satu cara untuk memberikan banyak cinta dan kasih sayang kepada istriku"


lanjut laki-laki itu lagi, meyakinkan Lea jika dia melakukannya karena dia memang sangat mencintai istrinya tersebut.


bayangkan bagaimana perasaan dia ketika mendengar ucapan Luck, seulas senyuman mengembang di balik bibirnya, perasaan berbunga-bunga menghantam dirinya.


"Terima kasih banyak atas semua nya"


Dia mencelos, mencoba masuk kedalam pelukan Luck saking bahagia nya, bahkan rasanya ingin menangis karena merasa begitu bahagia dengan keadaan.


Harapan Lea semoga semuanya tetap berjalan seperti ini hingga akhir.


Luck memeluk istrinya untuk waktu yang cukup lama, dia membiarkan perempuan tersebut tenggelam di dalam pelukannya sembari tangan laki-laki tersebut mengelus-ngelus lembut punggung istrinya.


tidak ada lagi percakapan yang terjadi di antara mereka, yang tercipta hanya sedikit kehamilan sembari menikmati suasana pagi yang jelas masih gelap.


Luck terlihat memejamkan sejenak bola matanya sembari memeluk istrinya, hingga akhirnya setelah waktu berlalu cukup lama laki-laki tersebut berkata.


"Lea...."


bisiknya pelan sembari mengusap kepala istrinya itu secara perlahan.


"Hmmm?"


iya sama sekali tidak beringsut, dia mesin terlalu nyaman tenggelam di dalam pelukan Luck Stephard, hanya berhaminya dan menunggumu apa yang akan diucapkan suaminya berikutnya.


"ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu"


Ucap laki-laki tersebut pelan.


sebenarnya dia ingin berkata soal ini pada Lea sejak minggu-minggu kemarin, tapi dia seolah-olah belum siap mengatakannya, namun Luck pikir dia tidak mungkin lagi menunda pembicaraan ini kepada Lea, sebab lamban laut istrinya pun akan tahu.


"Ada apa?"


Kali ini Lea mendongakkan kepalanya sembari menatap kearah bola mata suami nya, dia menunggu apa selanjutnya yang ingin dikatakan oleh laki-laki yang masih memeluknya tersebut.


Lea mengembang kan senyuman nya, menunggu Luck akan bicara apa kepada dirinya.


"Ini soal Aries"


laki-laki itu bicara secara perlahan dan menyebut nama Aries yang tidak lain adalah kakak laki-laki Lea.


mendengar Luck menyebut kan nama Aries seketika membuat Lea membulatkan bola matanya.


"Ya?"


Tanya nya sembari mengerutkan keningnya.