Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Wajah yang berubah



Mansion utama keluarga Hurairah


Zurich Switzerland


Swiss.


Begitu mereka tiba di Swiss, pilihan utama Luck jelas pergi ke kekuarga Hurairah, sebenarnya kekuarga besar Stephard dan Al Jaber tengah merencanakan pesta pernikahan untuk Lea dan Luck, bahkan mereka berkata jika akan menggelar resepsi pernikahan kedua orang itu di Manhattan.


Undangan jelas telah di desain dan dibuat, tapi karena keadaan Luck dan Lea mau tidak mau meminta memberikan mereka waktu dengan alasan ada sedikit pekerja yang harus dia selesaikan di Swiss.


Realitanya mereka datang ke Swiss untuk mencari Aries dan berusaha untuk mencoba menyambung banyak benang kusut kasus masa lalu yang belum kunjung tuntas.


"Istirahat lah, kami harus pergi dulu keluar"


Ucap tuan Ghanem, sang laki-laki tertua di keluarga Hurairah, dia adalah kakek kandung Ramira.


Setelah pecah nya kasus Alestor dan Brenda, semua orang cukup terkejut jika sebenarnya Ramira adalah bagian pewaris sah keluarga Hurairah, perempuan itu terpisah dengan orang tua nya karena tragedi masa lalu yang dibuat Alestor dan Brenda.


Sungguh terlalu banyak korban laki-laki tersebut selama ini, tanpa terkecuali keluarga Al Jaber, dan kakak laki-laki nya pun harus menelan pil pahit atas ulah kedua orang tersebut.


bayangan bagaimana banyak nya keluarga yang harus terpisah dan hancur karena ambisi kedua orang tersebut, Lea pikir ini benar-benar gila.


"Grand pa akan pergi?"


Lea bertanya Sembari mengerutkan keningnya.


"He em"


"Apakah untuk menemui kak Ramira?"


Lea dengan gercap bertanya pada laki-laki tua tersebut, Lea mendapatkan Desas-desus jika untie Ramira nya melarikan diri dari kehidupan Semua orang bahkan memilih melepas kan Eden.


Konflik cinta dua orang itu terlalu rumit, dimana kisah cinta dua orang tersebut berjalan penuh lika-liku, ada uncle farhannya bahkan gadis bernama Asha yang sempat menikah dengan kak Eden nya dan memilih bercerai karena kasus yang dibuat oleh mama gadis bernama Asha tersebut.


Lea pikir kehidupan semua orang benar-benar terlalu rumit dan berat.


"Ya, grand pa baru mendapatkan tempat tinggal baru nya, mungkin tidak langsung menemui Ramira mengingat dia masih butuh waktu sendiri, grand pa dan Grandma akan menemui Uncle Ibrahim mu lebih dulu (daddy Ramira)"


Mendengar jawaban laki-laki tersebut membuat Lea mengangguk kan kepala nya.


"Hmm hati-hati di jalan"


Ucap Lea kemudian.


setelah dia memastikan laki-laki tua itu bergerak turun dari mansion tersebut menuju ke arah halaman depan, Lea langsung melirik kearah Luck Stephard.


"Kenapa?"


Luck menggerutkan keningnya, menatap bingung dan heran ke arah istrinya yang mengeluarkan ekspresi yang cukup aneh saat ini.


Alih-alih menjawab Lea langsung menyambar handphonenya.


"Aku akan bicara kedalam group kekuarga"


Ucap Lea tiba-tiba.


"Ya?"


Luck jelas bingung.


"Kak eden mencari keberadaan untie Ramira cukup lama"


setelah berkata seperti itu Lea langsung menggerakkan jari-jarinya ke atas handphone miliknya tanpa banyak bicara.


dia pikir tugasnya memberitahu keberadaan untie Ramira nya pada semua orang, sisanya itu akan menjadi urusan kak Eden nya.


setelah selesai menggerakkan jari-jarinya di atas handphonenya, perempuan tersebut dengan cepat meletakkan handphonenya di atas meja nakas, kemudian Lea berjalan mendekati Luck.


dia tiba-tiba bertanya dengan nada cemas, menatap sang suaminya untuk beberapa waktu.


"Bern telah bergerak lebih dulu sejak kemarin, jangan khawatir soal apapun hari ini pergilah istirahat lebih dulu, besok kita akan bergerak dengan cepat"


Luck menjawab ucapan Lea dengan nada suara yang begitu tenang, dia sama sekali tidak ingin menampilkan ekspresi paniknya mengingat Lea selalu merasa panik saat mereka menyebut seorang Aries.


tidak dipungkiri jika istri nya tersebut masih berharap Aries bukan orang yang jahat seperti yang selama ini terjadi,sebab skandal kasus laki-laki tersebut sangat banyak sekali di masa lalu hingga menciptakan image yang sangat buruk dibalik pemikiran Lea.


perempuan itu masih berharap jika kakaknya adalah sosok hangat yang penuh dengan cinta seperti di masa lalu, bukan merupakan laki-laki yang kurang ajar dan tidak menghargai perempuan.


di mana akhirnya dimasa kemarin yang menciptakan kebencian tersendiri di dalam hati Lea soal kakak laki-laki nya.


semua skandal Aries bermula dari kisah Valentine lebih dari 17 tahun yang lalu, di mana laki-laki itu dinyatakan dengan kurang ajar meletakkan obat tidur dan afrodisiak pada valentine, hingga menyebabkan tragedi malam kelam antara Eden dan valentine hingga membuat gadis tersebut hamil.


Setelah itu banyak skandal kasus pelecehan dan pemerkosaan yang dilakukan laki-laki tersebut pada beberapa perempuan termasuk pada anak gadis pelayan yang bekerja di kekuarga Al Jaber.


Kasus Aries benar-benar membuat kekacauan besar pada banyak perempuan dimasa lalu dimana Karlos yang berkali-kali menyogok pihak berwajib untuk membebaskan Aries dari kesalahannya.


Dan kebencian Lea karena mengetahui hal tersebut semakin menjadi-jadi, dia benci memiliki kakak yang tidak menghargai Perempuan dan bahkan membuat malu dirinya hingga dia menjadi buah bibir di sekolah SMA nya.


Mendengar ucapan Luck jika Bern telah bergerak membuat Lea diam dan memilih mengangguk kan kepala nya.


"Aku hanya khawatir bagaimana jika itu bukan kak Aries?"


Tiba-tiba sebaris pertanyaan tersebut meluncur dari balik bibir Lea.


"Aku menyakinkan diri itu Aries, karena laki-laki yang meninggal pada malam tragedi di Indonesia Kemarin sama sekali tidak memiliki DNA yang sama dengan Aries, dia mengubah seluruh penampilan nya untuk menjadi kakak mu dan masuk ke dalam keluarga Al Jaber persis seperti kisah Bern dan Eden dimasa lalu,hanya beda nya Bern dan Eden sama sekali tidak mengubah struktur wajah nya namun hanya saling menukar identitas saja"


Luck bicara dengan cepat, mencoba menyakinkan Lea atas segalanya, berharap istri nya tidak berpikir yang tidak-tidak soal Aries saat ini.


"Namun yang membuat aku khawatir saat ini hanya satu"


Ucap Luck pelan sembari menelisik wajah Lea, dia menghela kasar nafasnya dengan perasaan tidak bisa dibilang tenang.


Sebenarnya Luck tidak ingin mengatakan nya tapi dia juga tidak mungkin tidak menyampaikan nya kepada istrinya soal kenyataan.


Mendengar ucapan suaminya seketika membuat Lea menggerutkan keningnya.


"Soal?"


Tanya nya dengan tidak sabaran.


"Aku khawatir kamu sudah tidak bisa lagi mengenal wajah nya saat ini"


Luck bicara sembari menyentuh lembut wajah Lea.


"Ya?"


Lea semakin mengerut kan keningnya.


"Bern bilang mereka telah mengubah wajah asli kakak mu sejak bertahun-tahun yang lalu"


Lanjut laki-laki itu lagi pelan.


Mendengar ucapan sang suaminya seketika membuat Lea membulatkan bola matanya, dia jelas terkejut mendengar apa yang barusan di ucapkan oleh Luck Stephard saat ini.


"Apa?"


Tanya nya dengan nada tidak percaya.


******


Catatan \=


Pencarian Aries di mulai sebelum pesta resepsi pernikahan mewah Lea dan Luck.