Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Perempuan yang tertutup



Ramira di masa Edo & vio.


Perempuan itu turun dengan terburu-buru dari dalam mobilnya menuju ke perusahaan Acselic construction, dengan perasaan cemas dia berjalan tergesa-gesa masuk kedalam.


Begitu masuk ke perusahaan tersebut, seluruh karyawan Acselic construction mulai menundukkan kepala mereka satu persatu, Mereka tahu jika sang nona muda jelas mendapatkan masalah setelah skandal foto dengan laki-laki bersama Mr. Z tersebar luas.


Berita yang pecah Sangat tidak manusiawi, di beberapa majalah tertuliskan jika sang nona muda penerus Acselic construction bermain di belakang tunangan nya Murat Al Jaber.


Semua orang jelàs tidak percaya, sebab sejauh yang mereka tahu nona Mereka jelas type orang yang cukup setia.


Saat Ramira hampir mendekati pintu elevator, seorang gadis berusia sekitar 27 tahunan berjalan dengan buru-buru mendekati Ramira.


"Nona"


Gadis itu menundukkan kepalanya lantas membuka pintu elevator tersebut dengan gerakan cepat.


"Mereka sudah datang"


"Sedang mengobrol dengan Daddy Anda, nona"


Jawab gadis itu pelan.


Hah....?? oh god.


"Hmmm"


Ramira tampak begitu cemas, dia terus berjalan menuju ke kamar elevator khusus para petinggi.


Dengan gerakan tergesa-gesa gadis itu langsung melesat naik ke atas elevator menuju ke lantai atas dimana semua orang telah berkumpul bersama.


Saat Ramira masuk kedalam tampak beberapa orang telah berkumpul di dalam sana, mereka duduk berkumpul di atas kursi sofa ruang kerja daddy nya, Uncle Bahrat, Murat, Daddy Ramira, Mommy nya. Dan murat menatap Ramira dengan tatapan yang cukup sulit untuk dijelaskan, Ramira tahu laki-laki itu sedang menatap nya dengan penuh kemarahan setelah berita perselingkuhan nya pecah.



Sang daddy yang melihat dirinya masuk tampak memejamkan bola matanya sejenak, dia melambaikan tangan nya dan meminta Ramira duduk disampingnya.


"Jelaskan pada kami soal foto ini"


Sang daddy bertanya Cepat sambil menatap dalam bola mata Ramira.


Perempuan itu jelas bisa berbohong pada semua orang, tapi dia tidak pernah bisa berbohong pada laki-laki dihadapan nya itu.


Meskipun mereka tidak memiliki ikatan darah sama sekali, tapi Laki-laki itu bahkan menyayangi nya melebihi anak nya sendiri.


"Daddy..."


Ramira tampak menggigit bibir bawahnya.


"Kamu tidak sedang ingin membuat daddy kecewa bukan?"


Tanya laki-laki itu pelan.


"Apa kamu tidak mencintai Murat?"


Daddy nya bertanya begitu lembut.


Ramira tampak diam.


"Apa murat bersikap tidak baik selama pertunangan kalian?"


Ramira menggelengkan kepalanya.


"Dia baik"


Jawab perempuan itu pelan.


"Apa kamu ingin membatalkan pernikahan kalian?"


Ramira kembali menggelengkan kepalanya.


"Lalu kenapa ada skandal perselingkuhan? kamu benar-benar bermain dibelakang Murat?"


Mendengar pertanyaan itu, Ramira lebih memilih untuk diam.


"Nak?"


Daddy nya secara perlahan menyentuh wajah Ramira, dia menatap dalam bola mata putri nya itu.


Meskipun Ramira bukan putri nya, tapi dia mengurus gadis itu sejak Ramira berusia 9 tahun, seluruh kehidupan nya jelas dia berikan pada Ramira, baginya Ramira benar-benar putri tertua nya, tidak ada perlakuan berbeda, tidak sekalipun dia pernah menyinggung soal status anak itu, semua kebutuhan nya dipenuhi tanpa sedikitpun kekurangan, dilimpahkan jutaan kasih sayang bahkan sekalipun dia tidak pernah menyakiti hati anak itu.


Laki-laki itu tahu betul bagaimana rapuh nya Ramira, bahkan anak itu tidak pernah mau menceritakan persoalan hidup nya, Ramira jelas type anak yang begitu tertutup dan tidak terbuka soal hati nya.


Meskipun dia tahu Ramira tidak menginginkan pernikahan nya dengan Murat, putri nya menginginkan pernikahan nya dengan Eden, tapi setiap kali dia ingin membatalkan pernikahan mereka, Ramira selalu berkata jangan, seolah-olah sang putri memiliki satu rencana yang sama sekali tidak dia pahami.


"Katakan pada Daddy, apa kamu ingin membatalkan pernikahan nya?"


Laki-laki itu kembali bertanya.


Ramira tampak menggigit bibir bawahnya.


"Kamu mencintai Murat?"


Saat pertanyaan itu terlontar, Seketika air mata Ramira tumpah.


Bagi sebagian orang yang melihat dari sudut yang berbeda, Mereka pasti berfikir jika perempuan itu begitu mencintai Murat, tapi bagi sudut mata yang paham Isi hati Ramira, mereka pasti tahu jika Ramira tidak menginginkan nya, perempuan itu menginginkan laki-laki lain di rumah keluarga Al Jaber.


Daddy nya tahu Ramira jelas selalu menutup perasaan nya sendiri, berpura-pura begitu mencintai Murat di hadapan Eden, tapi setelah melangkah menjauhi Eden perempuan itu hanya bisa menahan Isak tangisan nya dibalik pintu dan berkata maafkan aku berkali-kali tanpa henti.


Laki-laki itu memeluk erat tubuh sang putri nya itu, dia menepuk-nepuk lembut punggung Ramira sambil berkata.


"Daddy dan uncle bahrat mu akan menyelesaikan semua persoalan nya, kembalilah bersama Murat ke mansion nya, selesaikan persoalan kalian dengan kepala yang dingin"