Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Sesuatu untuk nya



Dr.Luck Stephard Elite Law Firm partnership


Kantor utama Firma hukum elite


Manhattan


Lea berjalan perlahan memasuki gedung kantor firma hukum milik Luck, inj adalah kunjungan pertama nya kekantor sang suami setelah sekian lama mereka menikah, tidak tahu kenapa laki-laki itu tiba-tiba semalam meminta Lea untuk datang ke kantor nya.


Laki-laki itu bilang ada yang harus mereka bicarakan hari ini dan cukup penting.


Agak bingung juga ketika dia mulai memasuki area gedung kantor semua orang tampak memperhatikan dirinya, Lea hanya bisa menundukkan kepalanya sambil mengulas senyuman nya kepada siapa saja yang menatap dirinya,melirik atau menundukkan kepalanya.


Begitu dia berhenti di sebuah ruangan yang di atas pintu nya tertulis nama sang suami, buru-buru Lea mengetuk pintu tersebut dan mencoba mengintip untuk masuk.


"Uncle luck?"


Lea mencoba menyembulkan kepalanya kedalam sana.


Tapi betapa terkejutnya dia saat mencoba mengintip tiba-tiba seseorang menariknya dari arah belakang.


"Ehhhh..?"


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba dia masuk ke dalam tubuh seseorang yang menariknya dengan gerakan cepat.


Seketika bola mata Lea membulat sempurna saat tahu siapa yang menarik tangannya dan memeluk tubuh nya tersebut.


"Uncle?"


Luck menatap Lea untuk beberapa waktu, memeluk erat tubuh sang istri dengan penuh cinta.


"Orang-orang akan melihat kita Uncle, kenapa memeluk ku begitu kencang?"


Lea bertanya sambil mengerutkan keningnya.


"Biarkan saja"


Jawab luck cepat.


"Ya?"


Lea jelas bingung mendengar ucapan Luck.


Dia fikir bukan kah Sangat memalukan saat para karyawan melihat mereka bersama dengan kondisi se intim itu.


"Tutup mata mu sejenak"


Ucap luck kemudian.


"Kenapa?"


"Tutup saja, sebentar hmm"


Belakangan luck terlihat aneh menurut nya, bahkan tindakan nya terkadang di luar pemikiran nya.


Lea baru tahu Belakangan ini betapa hangat dan manja nya Luck, padahal dibandingkan Pertama kali mereka bertemu dulu, luck yang sekarang benar-benar sangat jauh berbeda.


Jika dia ingat betapa menyebalkan dan dingin nya luck dimasa lalu, dia tentu saja tidak pernah berfikir mereka bisa bersama saat ini.


"Pejamkan mata mu hmmm"


Bisik luck lagi dengan suara yang begitu hangat juga lembut di balik telinga nya.


Lea buru-buru memejamkan bola mata nya, secara perlahan luck membalikkan tubuhnya ke arah ruangan Luck, lantas laki-laki itu mulai membukakan pintu ruangan pribadi nya tersebut.


Lea melangkah perlahan mengikuti instruksi dari luck, mulai masuk kedalam ruangan tersebut dan melangkah kan kakinya dengan jutaan tanda tanya, dia Fikir sebenarnya apa yang tengah luck lakukan, apa yang ingin laki-laki itu tunjukkan kepadanya.


Setelah melangkah mengikuti instruksi luck, Lea akhirnya berhenti dari langkah nya, luck tampak memeluk nya sejenak dari arah belakang sambil berbisik di balik telinga kanan nya.


"Dalam hitungan ke 3 buka mata hmm"


Ucap Luck tiba-tiba.


"He em"


Lea buru-buru mengangguk kan kepalanya.


"3"


Luck mulai membisikkan hitungan mundur dibalik telinga nya.


"Uncle kamu membuat ku berdebar-debar"


Ucap Lea sambil ikut berbisik pelan, telapak tangan Lea langsung menggenggam erat telapak tangan luck.


"Aku mengharapkan nya"


Luck berbisik sambil mengulum senyumannya.


"2"


Bisik luck lagi.


"1, buka mata mu"


Setelah luck menyatakan dia boleh membuka bola mata nya, Seketika Lea langsung membuka bola matanya.


Seketika Lea membeku, dia langsung menutup mulutnya dengan kedua belah telapak tangan nya, bola matanya tampak berkaca-kaca, dia jelas tidak mampu untuk bicara sepatah katapun saat ini ketika melihat apa yang ada dihadapan nya itu.


"Sayang...."


Rengek Lea kemudian, langsung masuk kedalam dekapan luck sambil menangis haru.